Anak,  Jurnal Ibu

Tips Mengenalkan Buku Kepada Bayi

Selamat hari buku anak sedunia! Ternyata hari buku anak sedunia diperingati setiap tanggal 2 April. Sudah punya koleksi buku anak apa saja nih, buibu? Alhamdulillah ya, masih rutin membacakan dongeng sebelum tidur kepada anak. Memang sepenting apa sih, memperkenalkan buku kepada anak? Oke, sebelum membahas jauh kesitu, kita renungi dulu ini arti penting ilmu sesungguhnya apa?

Pentingnya Ilmu

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

Surat Al – An’kaabut ayat 43

dengan ilmu, kita bisa memahami secara luas tentang rahasia dunia dan makna ayat-ayat Allah yang betebaran di jagat raya. Dengan ilmu, kita menjadi orang yang lebih mulia, lebih bisa mengendalikan diri dan mampu berpikir secara jernih. Lantas, dimana ilmu bisa kita dapatkan?

Sumber Ilmu

Ilmu, bisa kita dapat dari guru yang berpengalaman, buku-buku yang ditulis dengan penuh tanggung jawab, alam sekitar, dan sekarang meskipun masih memiliki banyak kekurangan, media sosial juga bisa menjadi sumber ilmu. Tapi perlu dipahami, di media sosial, seolah informasi bisa datang begitu saja silih berganti. Banyak yang berupaya membagi ilmunya masing-masing. Tapi kita perlu jeli memilih mana itu ilmu, mana itu informasi. Kemudian masih harus dijabarkan mana sajian yang bermanfaat mana yang tidak. Nah, tentu hal tersebut akan menjadi PR tersendiri bagi orang tua yang membebaskan anaknya memegang gadget tanpa ada bimbingan sebelumnya.

Lebih Baik Buku dari pada Gadget

Kalau kita belum bisa bertemu guru untuk mempelajari suatu ilmu, maka ada alternatif berupa belajar lewat buku.

Buku Merupakan Media yang Lebih Fokus

Anak-anak kita ini kan sebenarnya masih belajar fokus. Informasi dalam gadget itu begitu masih dan susah untuk dipilah-pilah yang sesuai. Beda dengan buku. Kita beli buku satu bab tertentu, ya yang dibicarakan bab itu. Tidak akan melenceng kemana-mana. Jadi, anak lebih fokus menyerap informasi. Dan ini juga sebagai proses pembelajaran anak dalam menyerap informasi secara lebih dalam. Kan kalau lewat gaedget kadang informasinya nggak utuh. Lantas bagaimana mengenalkan anak dengan buku? Apakah bisa mengenalkan buku sejak bayi?

Mengenalkan buku sejak Bayi? Ya Bisa Benget!

Bayi itu bukan kertas kosong tapi sponge yang halus sekali. Namanya sponge ya, ada air nyipat sedikit mudah sekali diserap dan bentuknya tetap kokoh. Beda dengan kertas, sikasih air sedikit sudah lembek. Nah, saya mengibaratkan otak bayi seperti itu. Semakin diasah, semakin dia kuat. Tidak lembek. Jadi mengenalkan buku pada bayi itu penting sekali untuk stimulus otaknya. Semakin dia distimulus, tentu semakin cerdaslah otaknya. Terus bagaimana caranya?

Kenalkan Buku Sesuai Usia

Penting sekali untuk mengenalkan buku kepada bayi sesuai usianya. Saya sendiri, mengenalkan anak saya buku sejak usia 0 bulan. Waktu hamil, saya sudah riset dan membaca banyak artikel kalau bayi usia 0, baiknya di stimulus dengan warna kontras seperti hitam, putih, dan merah. Setelah saya browsing-nrowsing lagi, ada dua media yang bisa saya kenalkan bentuk buku atau card. Saya pilih bentuk buku. Akhirnya, dapat juga buku terbitan Noura berjudul Oh, Si Burung Hantu. Nah, di bawah ini buku pertama Adna. Selanjutnya, di bulan ke-3 saya sudah mulai mengenalkan board book full colour.

buku Adna usia 0-2 bulan

Rutin Bacakan Cerita

Memang bayi belum bisa membaca. Tapi sebagai orang tua, kita harus sabar, tlaten, rajin, dan konsisten membacakan cerita dan menunjukkan buku-buku kepada bayi. Dengan begitu, anak terbiasa dan menyukai buku serta ilmu dengan sendirinya. Mungkin bayi usia 9 bulan ke atas, susah kalau dibacakan buku nggak fokus. Bukunya ikut dibolak-balik. Atau malah mlengos. Ya udah, nggak papa. Sambil melatih fokus karena fokus bayi terbatas. 5 menit bisa fokus saja sudah bagus.

Tidak Mengenalkan Soft Book untuk Dibaca

Saya tidak melarang buibu untuk membelikan anak soft book ya. Silahkan! Tapi pahami penggunaan buku dengan baik. Buku ada untuk dibaca dan dinikmati isinya (kalau isinya gambar). Buku bukan untuk gigit-gigitan apalagi bantal. Jadi, saya cenderung tidak mengenalkan buku bantal pada anak saya. Kalau dia butuh gigit-gigitan atau bantal, ya saya kenalkan benda yang fungsinya memang untuk gigit-gigitan. Kecuali kalau itu bussy book kan peruntukannya beda. Kalau memang mengenalkan soft book, saya lebih memilih mengenalkannya bukan sebagai buku. Tapi alat bermain saja. Fungsi buku juga penting diperkenalkan sejak bayi. Caranya, ya dengan kita sebagai orang tuanya mencontohkan cara memperlakukann buku. Untuk menghindari buku sobek, saya lebih memilih board book. Kebetulan board book yang saya beli paket Nabiku Idolaku Balita dari Madira Dian Semesta dan Pelangi Mizan tuh, ringan banget bahannya. Sehingga mudah bagi bayi untuk mengangkatnya.

Paket buku Nabiku Idolaku Balita
Nabiku Idolaku Balita

Orang Tuanya juga Cinta Buku

Cinta itu, berawal dari biasa. Kalau sekarang sebagai orang tua belum cinta sama buku tapi ingin anaknya cinta buku, ya mulai sekarang pelan-pelan kita jadi  orang tua yang cinta buku. Lebih dari itu, cinta ilmu. Karena apa? Karena bagaimanapun juga, anak itu peniru yang ulung. Dan orang terdekat yang ditirunya adalah orang tua.

Buku Salah Satu Sumber Ilmu

Pada akhirnya, cara yang paling mudah untuk mengenalkan buku kepada anak adalah motivasi orang tua tentang arti penting buku itu sendiri. Percuma, kita mengenalkan keada anak kita tanpa kita paham apa yang sebenarnya kita kenalkan. Tapi, terlepas itu, kita pasti ingin memiliki anak yang cerdas, kreatif, dan beriman. Tentu, orang tua butuh ilmu untuk menyampaikan, anak juga butuh ilmu untuk kehidupannya ke dapan. Buku adalah salah satu sarana. Sarana orang tua berkomunikasi dengan anak, tentang ilmu secara luas. Informasi tentang buku lebih lanjut, bisa hubungi saya.

email : jihansyahfauziah@gmail.com

Ig : jurnaljihan.ig

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *