Buku,  Waktu Jeda

Review Buku Nabiku Idolaku

Aku sampai bingung bagaimana memulai kata untuk mengawali tulisan ini. Perasaanku begitu bergelora, sejak 22 April 2019. Bahkan 9 bulan 14 hari, sebelum itu rinduku rasanya sudah memuncah. Bisa-bisanya aku jatuh cinta pada seseorang yang belum aku temui sebelumnya. an, setelah dia lahir, betapa herannya aku, bisa langsung menjadi begitu dekat, meski belum pernah berjumpa sebelumnya.

Anakku, bagian dari segumpal darahku yang kemudian bersemayam dalam tubuhku dan menghisap sari pati yang melewati usus-ususku, sampai dia siap menemuiku di alam dunia. Sampai kini pun, dia masih mengisap dadaku. Bergelayut untuk mengajakku beranjak dari tempat tidur setiap paginya sampai mengajak bermain apapun yang dia suka. Bagaimana bisa aku berkata tidak terasa. Sungguh, satu tahun setelah dia hadir di dunia, hariku jauh lebih bermakna.

Ada tugas mulia yang harus aku kerjakan dengan sepenuh jiwa.  Tanggung jawab bukan lagi sekedar kata. Aku harus benar-benar melakukannya. Mendampingi dan membersmainya untuk kelak tumbuh menjadi manusia yang berguna dan taat pada Tuhannya. Tak jarang aku bertanya-tanya, yakin aku bisa? Mendidik, bukan perkara hanya mengajarkan hitung dan baca saja. Banyak aspek yang harus aku perhatikan. Dan itu, tidak akan bisa dilakukan tanpa ilmu dan teladan.

 

Ayah, Ibu dan Anak, Belajar Bersama

Aku dan suami sepakat. Sebagai orang tua, belum tentu kita lebih dari anak kita. Belum tentu, kita lebih pandai dari pada anak kita. Tapi bukan berarti kita tidak belajar. Kita tetap dan harus terus belajar. Hanya saja, jika anak menangkap pemahaman yang lebih dari pada kita, kenapa tidak kita dengarkan. Bahkan tidak hanya didengarkan, tapi juga menghargai idenya untuk di eksekusi.

Begitulah caraku untuk mendidik Adna. Kalau hal yang dilakukannya tidak membahayakan, ya aku biarkan. memang Adna umur berapa sih? 22 April nanti memang baru satu tahun. Pertumbuhannya begitu cepat. Sekarang ini, dia sudah bisa berjalan sambil berpegangan, dan sedikit-sedikit berdiri tanpa dibantu. Jari jemarinya sudah semakin ahli menjimpit biji-bijian. Ceriwisnya makin menjadi. Dan yang paling aku coba pecahkan adalah, kemauannya yang semakin kuat dan kadang itu bersebrangan dengan kemauanku. Bagaimana aku bisa mengkomunikasikannya? Itu pertanyaan besarnya. Pada akhirnya, menjadi orang tua tidak cukup hanya memberi makan saja. Aku harus belajar mendidik anakku juga.

 

Mendidik Butuh Media

Menurut sumber-sumber yang aku pelajari, mendidik anak yang paling efektif itu ada tiga cara. Pertama dengan dialog, kedua tauladan langsung, dan yang ketiga dengan kisah. Karena anakku belum mahir bicara, maka aku fokus pada tauladan langsung dan kisah. Eh tapi ya, namanya emak kadang suka khilaf. Niatnya mau ngasih tauladan baik, nggak tahunya ada aja yang kliru. Aku sempat bingung bagaimana memberikan pemahaman pada anakku sejak kecil. Aku tahu, meskipun belum bisa bicara dia paham komunikasi dan bisa menyerap berbagai informasi. Oleh karenanya, selain mendapatkan sumber informasi dariku, aku usahakan anaku juga dapat informasi dari kisah.

Membacakan kisah, memang tidak harus menggunakan buku. Tapi, bicara soal keterbatasanku aku butuh media agar lebih mudah memberikan nasihat untuk anakku. Karena aku dari dulu suka buku, makannya aku mikir media buk. Lantas buku seperti apa yang sesuai dengan usia anakku? Banyak sekali saat ini buku bayi beredar di pasaran. Namun, sebelum menentukan akan membeli buku apa, aku pikirkan dulu nih, tujuannya apa. Untuk apa nanti buku itu setelah aku beli?

Nah, aku tuh ingin setelah anakku setahun ntar, setiap mau tidur dan bangun tidur aku bacakan cerita nabi-nabi. Kenapa nabi-nabi? Soal itu, aku pribadi ingin anakku mengenal dekat agamanya. Termasuk, mengenalkan juga siapa orang-orang penting yang menyebarkan ajaran islam ke bumi ini. Bagaimana sosoknya? Apa pelajaran kehidupan yang mereka sampaikan? Aku ingin anakku paham, ada sosok yang lebih hebat dari orang tuanya. Kesabaran dan keiklasan mereka, jauh lebih bisa ditiru. Oleh karenanya, aku memilih kisah nabi sebagai pembuka ruang imajinasi anakku yang sudah berumur satu tahun itu.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi ‘alaihisalam dan umatnya) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Yusuf: 111)

 

Nabiku Idolaku Balita Kisah Teladan untuk Balita

Setelah aku cari-cari, aku menemukan sepaket buku berjudul Nabiku Idolaku Balita. Ada kata balitanya karena seri ini ditujukan untuk balita. Dan ada seri lanjutannya yang diperuntukkan untuk anak. Karena anakku masih satu tahun, jadi aku pilihnya Nabiku Idolaku Balita. Kebetulan kan, 22 April 2020 ini anakku ulang tahun yang pertama. Nah, waktu aku tanya-tanya soal Nabiku Idolaku Balita pada salah satu Book Advisor Mandira (ceritanya aku udah riset produk dulu, nih.) Kebetulan pas itu ada promo milad Mandira atau Mizan ya, aku lupa. Intinya, yang awalnya terdaftar jadi reseller, bisa naik ke Book Advisor. Seru dong! (Kalau nggak paham baca dulu aja, kalau ingin tanya langsung email atau DM IG aja).

Intinya, beli Nabiku Idolaku Balita kali ini bikin aku mikir, peluang dong! Karena anggaran sudah disisihkan jauh-jauh hari, akhirnya aku putuskan, fiks aku beli. Yah, meskipun sama suami suru pikir-pikir dulu beli barang kaya gini di tengah pandemi. Tapi nggak papalah, pintar anak nggak bisa ditunda. Dan tekat ibu nggak bisa direda. Waktu itu, aku cuma mikir sebulan lagi, Adna setahun. Terus kapan lagi beli buku ini? Aku juga biar semangat ngajak orang tua beli buku bergizi. Kan lebih mudah ngajaknya kalau aku juga udah punya bukunya.

 

Menapa Nabiku Idolaku Balita?

Waktu aku cari-cari di google, buku ini merupakan satu-satunya board book untuk balita yang berkisah tentang nabi-nabi. Mohon maaf kalau ada yang nemu dari penerbit lain, bisa email saya atau komentar di bawah. Yang board book loh, ya. Itu yang pertama bikin aku milih Nabiku Idolaku Balita terbitan Pelangi Mizan yang didistribusikan secara direct selling oleh Madira Dian Semesta. Kabarnya nih, Nabiku Idolaku tuh dibuat sudah melalui semacam riset gitu. Jadi, buku ini sudah pasti sesuai untuk anak di bawah lima tahun alias balita. Setelah barangnya sampai rumah, dan aku baca-baca bareng anakku, Alhamdulillah anakku suka.

Yang paling penting, konsep buku ini memberikan ruang yang sangat lebar bagi para orangtua yang kreatif untuk dapat mendongeng Kisah 25 Nabi dan Rasul kepada anak-anak. Selain itu, ilustrasi pada buku ini sangat menarik. Konsep visualnya tidak sesederhana itu. Kisah Nabi dan Rasul ini terdiri dari 25 jilid yang digambar oleh lima ilustrator yang memiliki gaya masing-masing sehingga setiap bukunya mempunyai karakter. Paling tidak, dalam setiap lima buku, anak-anak akan menikmati karakter gambar yang berbeda. Semua ilustrasi dikerjakan dengan teknik manual. Buku ini tidak menampilkan sosok nabi pada ilustrasinya. Di beberapa jilid, kita akan menemukan ilustrasi dalam bentuk simbolik seperti dalam kisah Nabi Adam atau kisah Nabi Ayyub. Jadi, orangtua perlu mendampingi saat membaca buku. Bisa bonding deh, sama anak.

 

 

 

Apa Isi Sepaket Nabiku Idolaku Balita?

 

Nah, satu paket Nabiku Idolaku Balita itu isinya 1 Jilid Panduan Orang Tua dan 25 Jilid Kisah Nabi dan rasul Teladan Sepanjang Zaman. Jadi, kisah 25 nabi itu tidak dalam satu buku. Tapi 25 buku. Kurang seru apa coba? Sehari, sebelum tidur bisa baca satu-satu.

 

 

Siapa Penerbitnya?

Penerbitnya itu, Mizan Group.

 

Dimana Belinya?

Bisa di aku. Eh, nggak percaya. Udah, tanya-tanya dulu aja boleh. Karena kemarin aku beli ini pas milad dan banyak promo, aku juga dapet izin buat jualin produk ini.

 

Berapa Hrganya?

Rp. 1.175.000 kalau cash. Waktu itu karena ada promo jadi aku dapet buku ini Rp 1.050.000. Lumayan, kan! Duh mahalnya! Hayo, siapa yang bilang mahal? Ada harga ada barang ya buibu. Ini kalau ngecer harganya sekitar 45.00an. Emang nggak bisa sih, ngecer. Tapi standart book board ecer segitu. Jadi, udah wajar harga segitu dapet 25 buku.

Nggak munafikkan waktu beli aku juga agak mikir sih, masak iya mau beli. Apalagi pas musim pandemi kaya gini penghasilankan jadi nggak menentu. Emang tabungan cukup, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Halah, aku hapus semua pikiran itu. Adna bentar lagi setahun. Kecerdasannya nggak bisa ditunda, rezeki Tuhan juga siapa yang sangka. Jadi Bismillah, akhirnya aku beli, sekaligus buku ini ngantrin aku jadi BA. Apa itu BA? Ntar aja deh aku jelasin.

 

Bagaimana Cara Belinya?

DM aku aja, bisa cash, kredit, arisa, atau tabungan. Wah gimana tuh? Kalau minat aku jelasin lebih lanjut

 

Kapan Ada Promo lagi?

Makannya DM aku, atau DM kesini.  — Maaf yang itu masih baru banget.

 

Kecerdasan Majemuk Balita jadi Terasah. Itu Serunya!

Jadi, aku ngerasa beruntung banget bisa beli buku ini. Karena ternyata, Nabiku Idolaku Balita ini sangat mendukung kecerdasan majemuk si Balita itu sendiri. Kecerdasan-kecerdasan yang terasah dari membaca Nabiku Idolaku Balita antara lain :

  • Kecerdasan linguistik. Nabiku Idolaku disajikan dengan pilihan kata yang baik, dengan penyampaian cerita yang ringkas dan padat tapi mudah dipahami. Banyak ruang yang bisa dikembangkan orang tua untuk memperkaya cerita dari ilustrasi yang sudah disesuaikan dengan psikologis anak. Aku sendiri terbantu untuk memilih kata saat bercerita dengan media buku ini pada anakku.
  • Kecerdasan visual. Nabiku Idolaku dikemas dengan sentuhan gambar-gambar dan warna-warna menarik yang disesuaikan dengan usia anak. Melalui buku Nabiku Idolaku, orangtua dapat memperkenalkan warna, bentuk, dan objek kepada anak-anak. Nah, saking kayanya ilustrasi di buku ini tuh, jadi banyak banget yang bisa diobrolin sama anak.
  • Kecerdasan emosi. Kisah-kisah yang disajikan dalam Nabiku Idolaku sangatlah beragam. Ada yang menyedihkan, menegangkan, begitu juga yang menyenangkan. Hal tersebut menimbulkan ragam emosi bagi anak: marah, sedih, takut, gembira, dan lain-lain. Oh ya, mengajarkan emosi pada anak tuh penting loh. Agar dia lebih mudah mengenali dirinya sendiri. Jadi, buku ini ngebantu banget deh pokoknya.
  • Kecerdasan sosial. Nabiku Idolaku tidak hanya memaparkan kisah-kisah tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Tetapi juga, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya, seperti dengan binatang dan lingkungan. Anak-anak pun dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari kisah-kisah tersebut, seperti memahami dan memperhatikan perasaan orang lain, memperhatikan lingkungan, dan memperhatikan makhluk hidup lainnya. Nah, untuk pelajaran yang ini memang jadi tujuan awalku cari buku kisah-kisah nabi. Semoga kelak, anakku, anakmu, anak kita, bisa jadi anak yang soleh dan solehah ya…. Amin.

Selamat Ulang Tahun Anakku

Ulang tahunnya masih 22 April, bukunya datang bulan Maret, Ibunya udah keburu aja ingin ngucapin. Ya, aku senang. Aku senang bisa membrsamai anakku tumbuh dan berkembang setahun ini. Semoga tahun-tahun berikutnya kami bisa lebih dekat dan menginspirasi.

 

Ada buku lain lagi, jadi incaranku!

Nah, di buku dengan produksi penerbit yang sama, masih ada lagi yang jadi incaranku. Judulnya Ensiklopedia Bocah Muslim dan Confidence in Saince. Oh ya, sama Hallo Balita. Postingan selanjutnya, aku ceritain. Tetep kunjungi jurnaljihan.com, ya…!

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *