Hobi,  Waktu Jeda

Menentukan Niche Blog Gampang-Gampang Susah

HAwal untuk serius di dunia blog itu, tahun 2019.  Waktu itu namannya jihanfauziah.com. Saat itu aku lagi hamil terus mikir, kalau aku punya anak bakal tetep bisa produktif nggak ya? Waktu itu karirku pengacara masih baru banget. Nggak kebayang juga kalau harus wira-riri sidang, ninggalin bayi dan baca jurnal banyak banget. Balum lagi belajar parenting. Otak hamba yang manusia biasa ini bener-bener kagak kuat rasanya kalau harus menjalani lakon seperti itu.

Niatnya awal sih emang mau menulis seputar paranting dan keluarga yang fokus banget gitu, loh. Biar mikir konten, mikir didik anak, dan cari penghasilan itu bisa satu frame. Jadi mikirnya nggak dobel-dobel. Terus lama-lama minder juga karena banyak blogger yang lebih ekspert dan pengalaman tulisan tentang parenting-nya bagus-bagus dan informatif banget. Memang pengalaman parenting setiap orang tua itu beda-beda. Nggak ada salahnya nulis tentang pengalaman yang berbeda itu. Tapi untuk dijadikan personal branding, rasa-rasanya parenting kurang cocok. Karena rata-rata yang brandingnya kuat disitu, pasti latar belakangnya psikologi, atau memang dia belajar secara profesional.

Selain parenting, niatnya juga ingin menulis tentang keluarga. Pertanyaannya keluarga yang bagaimana ini? Tetap dalam menulis blog kan harus punya batasan tentang mana pengalaman penting yang bisa dibagikan dan mana itu privacy yang harus dijaga. Jujur, tema ini tuh kaya antara dia jebakan batman sekaligus kekuatanku dalam personal branding. Jebakan batmannya itu tadi kalau aku nggak tepat nulisnya bisa jadi blunder buat keluargaku sendiri. Sedangkan personal brandingnya memang ada kaitannya, sih dengan rencanaku ke depannya.

 

Blog  jurnaljihan.com

Tahun 2020, aku ganti domain jurnaljihan.com. Kenapa? Selain karena atas saran suami untuk membeli hosting baru, juga pengennya kali ini berniat menulis hukum yang bener-bener murni isinya hukum. Lah iya, ternyata dua bulan setelah melahirkan klien udah dateng aja. Rasanya kaya udah kaya nggak bisa jeda lagi. Dan memang sepertinya akhirnya aku merasa terpanggil dalam profesi ini. Hobiku nulis juga udah lama, dan rasanya udah seperti kebelet pup kalau nggak segera pergi ke toilet rasanya nggak enak #ehmaaf. Tapi emang iya hobiku nulis itu udah bener-bener jadi penawar kalau lagi stres (kecuali kalau nulisnya profesional ya… juga nggak kalah kaya profesi pengacara mikirnya).

Tapi eh tapi, di perjalanan aku tuh masih pengen yang kaya blogger-blogger lain bisa ngulas produk dan ikutan lomba. Jadi kalau fokus pada niche hukum aja, kayaknya aku bakal susah konsisten nulis. Belum lagi kalau artikelnya dalam, aku juga butuh riset. Bisa sebulan posting satu kali aja kalau kaya gitu. Akhirnya belakangan aku rombak lagi. Tetap bahas hukum, tapi pembasannya aku selipin di katagori yang menjadi fokus blog ini. Akhirnya blog ini fokus pada niche keluarga.  Kalau pun ada tulisan-tulisan lain yang tidak berkaitan dengan keluarga, tapi tulisan disini tetap mengedepankan citra penulis dengan berbagai perannya. “Seorang Perempuan dengan Perannya di dalam Keluarga juga di Lingkungan Masyarakat sebagai Pengacara” Sesuai atau tidak kesan itu, aku serahkan pada pembaca yang menilainya.

Dalam blog ini juga ada katagori Aktualisasi Diri dan Seputar Bisnis.Keduanya dibuat juga dengan alasan. Aktualisasi Diri itu, wadahku berbagi seputar hobiku antara lain menulis, membaca, berenang, dan aktifitas komunitas yang aku ikuti. Sedangkan Seputar Bisnis, memang sebenarnya waktu kuliah aku ambil minat hukum bisnis. Dan sebagai praktisi, cukup gemas juga sama permasalahan seputar hukum bisnis yang ada. Jadi lai-lagi aku bahas bisnis ini dari sisi hukumnya saja. Kalau ada tulisan Seputar Bisnis dari sisi lain, itu pun bisa jadi hasil diksusi sama teman atau ikut seminar apa.

 

Langkahku Menentukan Niche Blog

Saatnya, aku berbagi tips seputar blog nih… Tulisan ini bakal aku masukkan dalam katagori Aktualisasi Diri. Karena memang blog lebih pada ajang aktualisasi diriku (syukur-syukur kalau cuan juga, hehehe). Sebelumnya, aku mau disclaimer dulu ya soal tulisan ini yang merupakan tips subyektif dari aku berdasar pengalaman. Teman-teman bisa cari renfrensi lain yang lebih akurat dan berdasarkan data.  Jadi, dalam menentukan niche blog yang aku lakukan antara lain :

 

Menguraikan hal-hal yang aku suka

Jadi hasil uraikanku sendiri, nih. Ternyata aku sekarang ini lagi suka main sama anakku dan belajar parenting. Itu yang paling aku suka di tahun 2019 – 2020 ini. Pembahasan seputar keluarga juga suka seperti misalnya komunikasi dalam rumah tangga, konflik dalam keluarga besar, dan hal-hal seputar keluarga yang berkaitan dengan hukum. Jalan-jalan sebenarnya juga menjadi hal yang aku suka. Buku dan film sebenarnya juga jadi hobiku selain menulis. Menata rumah dan bercocok tanam juga kadang menjadi selingan kegiatan kala senggang. Semuanya terlepas dari profesiku sebagai pengacara.

 

Menentukan Tujuan Ngeblog

Ada banyak cara sampai seseorang memutuskan untuk membuat blog dan menulis disana secara konsisten. Beberapa memang karena hobi menulis, ada yang ingin berbagi keilmuan yang ditekuni, ingin dapet cuan, dan tidak sedikit yang punya bisnis ingin menceritakan produknya lewat blog. Kalau personal branding. Diantara banyak tujuan, aku pilih untuk personal branding. Sempat terfikir blog ini aku gunakan untuk pelampiasan atas cita-cita sebagai jurnalis yang terhenti. Tapi untuk ke depannya aku pertanyakan lagi apakah aku akan kembali bergelut di dunia media? Nggak tahu juga, sih. Kalau dasar menulisku karena hobi, ya memang iya. Tapi saat ini, hobiku sebagai menulis ini sudah mulai aku arahkan tidak hanya menulis sekedarnya, karena ingin aku arahkan untuk punya nilai jual sendiri. Bagiku menentukan tujuan itu penting untuk membentuk motivasi sehingga konsisten. Aku memilih tujuan personal branding, ya karena aku ingin memperkenalkan diriku, profesiku, all about me apapun itu yang bisa digunakan orang sebagai bahan refrensi untuk menjalin kerja sama, ya aku tulis disini.

 

Memilih yang Kuat Diantara yang Kuat

Sebenarnya aku masih bingung, apa yang sebenarnya paling kuat dalam diriku. Apakah lawyering atau analisa hukumku. Atau menulis lifestyle dengan gaya yang casual. Jangan-jangan malah fiksi juga. Sebenarnya aku belum menemukan. Maka, ketika awal blog ini dibuat tahun 2020, aku memilih niche lifestyle. Dimana aku ingin berbagi tentang gaya hidup yang aku jalani dengan berbagai peranku sebagai Ibu, isteri, pengacara dan warga negara Indonesia yang tinggal di desa. hehehe.

Akhir Kata………..

Lima tahun ke depan, aku akan buka artikel ini lagi. Saat itu mungkin aku sudah menemukan, apa yang terkuat diantara yang terkuat dalam kemampuanku.

 

 

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

2 Comments

  • Anton

    Biarkan seperti air mengalir saja Mbak. Nggak usah dipaksa harus memilih di awal perjalanan. Terkadang justru kita menemukan yang terbaik setelah menjalaninya beberapa waktu.

    Sekarang mungkin masih membahas tema umum seputar keluarga. It’s Ok yang penting yang nulisnya enjoy dulu dan menikmati prosesnya.

    Nanti, kalau sudah merasa nyaman dan butuh tantangan baru, mungkin membahas soal hukum bisa dipertimbangkan kembali.

    Memang agak membosankan menulis soal satu niche saja, tetapi bukan berarti akan kehabisan ide. Ide itu akan muncul dengan sendirinya kalau prosesnya dinikmati, meski nichenya sempit.

    #Soktau saya tuh.. tapi itulah yang saya rasakan selama hampir 6 tahun ngeblog. pertama kali kebingungan dan takut kehabisan ide, sekarang kebanyakan ide tapi minim waktu. Mungkin karena saya sudah menikmati menjadi seorang blogger..

    Salam kenal Mbak dari Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *