Jurnal Perempuan,  Pesona

Review Scraf Alur Cerita by Natasha Rizky

Akhirnya mampu menyempatkan waktu untuk menulis review ini. Jadi artikel ini merupakan janji pada teman yang mengelola Alur Cerita Surabaya. Awalnya dia bikin giveaway sebelum lebaran lalu. Nah, sebelum itu aku emang lagi kepo banget hijab-hijab mahal. Yes, hijabku standar banget paling mahal ya harga 100k. Itu pun jarang. Seringnya beli yang 60k. Hehehe. Penasaran dong sama hijab yang harganya 200k. Tapi sebagai emak-emak ya rada mikir juga beli hijab segitu. Sekalipun aku kerja sendiri aku bukan tipikel yang habis aja uang buat belanja. Giveaway lah jadi andalan untuk bisa mendapatkan. Akhirnya dapet.

Kesan pertama, tentu aja wow sekali. Dari kemasan aja sudah beda. Awal-awal emang masih nggak ngeh ya ini apa yang bikin harganya mahal ya. Akhirnya aku browsing tentang Alur Cerita by Natasha Rizky. Kemana aja diriku ya, baru ngeh kalau emang produk ini tuh dibikin dengan konsep yang udah dipikir matang. Detail motifnya ternyata punya makna tersendiri. Emang iya sih, motifnya unik-unik ternyata memang ada Alur Cerita-nya. Bodohnya aku waktu diminta penyelenggara Giveaway nya buat milih kenapa nggak milih yang paling unik. Aku main pilih warna biru yang soft aja karena aku nggak punya hijab warna itu. Motifnya bagus sih, tapi kalau dibilang ada yang lebih bagus ya banyak.

Ok, jadi kesan pertama sebelum cek detail gitu ya… Langsung aja ke reviewnya ya….

Kemasan

Kita mulai dari kemasan dulu ya.  Kemasannya itu berlapis-lapis. Kalau beli online jelas pengirimannya super duper aman. Aku jelaskan tiap lapisnya ya. Aku nggak tahu lapisan yang berlapis-lapis begini emang SOP-nya setiap agen alur cerita atau memang inisiatif Alur Cerita Surabaya aja. Jadi detail kemasannya begini:

Lapis Pertama

Jadi di lapis pertama ini kaya semacam tas kresek kuning polos gitu aja. Mungkin fungsinya emang buat nempel alamat biar jelas gitu kali ya. Aku lupa selotipnya menyeluruh atau cuma di bagian alamat aja. Yang jelas dari luar kemasannya tampak padet banget. Rapi yang jelas. Tempelan alamatnya juga cantik. Jadi liat dari kemasan luarnya aja tuh udah bikin seneng banget liat paketan secantik dan serapi ini.

 

Lapis Kedua

Aku pikir setelah lapis pertama langsung keliatannya barangnya. Ternayata enggak. Masih ada tas plastik lagi yang menggambarkan identitas dari brand Alur Cerita by Natasha Rizky. Tapi dari sisi branding marketing ini emang penting banget dimunculin dalam kemasan. Selain tampilannya jadi lebih ekslusif, juga memunculkan rasa pride gitu bagi konsumennya. Makin penasaran, kan sama dalemnya.

 

Lapis Ketiga

Ternyata masih nggak langsung barangnya, cuy. Ini udah kaya nonton sinetron, anak hilang mau ketemu Bapaknya nggak jadi gara-gara si anak mau nyebrang pakai ada mobil lewat terus Bapaknya udah pergi. Jadi setelah lapis kedua, mau ketemu barangnya langsung masih ada plastik bubble wrap. Ya sebenarnya emang ini standar packing yang pernah di post salah satu jasa pengiriman barang agar barang lebih aman sampai di tangan konsumen. Jujur aku biasanya dapat packing bubble wrap gini seringnya kalau order buku. Barang seperti baju, mainan anak itu jarang banget pakai bubble wrap gini.

Aku nggak tahu alasannya kenapa plastik yang ada tulisan brand Alur Cerita by Natsha Rizky dahulu baru bubble wrap-nya bukan bubble wrap dulu trus plastik brand. Mungkin karena biar rapi juga ya nempelin surat cintanya itu. Nah, surat cintanya itu ditulis pakai tulisan tangan, loh. Emang keliatannya kurang rapi, sih. Tapi justru tulisan tangan itu yang bikin kaya ada kesan dekat gitu sama konsumennya. Jadi kan berasa tulisan itu ditujukan cuma buat aku ya. Terus ada ajakan buat upload di instagram. Karena sudah merasa dieksklusifkan dengan tulisan tangan itu, jadi lebih berasa emang harus, nih upload di feed IG.

Lapis Kempat

Ini, nih rahasinya kemasannya bisa rapi berbentuk persegi panjang presisi. Hehehe. Ya, emang karena di lapis keempat ini ada semacam luxury pouch yang cantik banget. Warnanya gold. Bener-bener pouch-nya exclusive banget. Pojok kanan bawah ada tulisannya Alur Cerita by Natasha Rizky.

Aku sebenarnya ada vidio waktu buka kemasan yang ini. Tapi karena ternyata banyak yang bocor dan susah editnya, ya akhirnya nggak jadi aku upload.

Intinya aku terkesima sama lapisan keempat ini. Udah kemasannya lapis empat aja. Langsung kita ketemu barangnya. Aku juga kelewat ambil foto lipetan hijabnya di dalam pouch ini, yang jelas lipatannya rapi banget.

Bentuk Fisik Hijab

Kesan pertama tahu barangnya, aku masih bingung apa bedanya sama hijab-hijab yang harganya di bawah 100k. Tapi setelah aku amati tuh emang beda, ya. Kalau kata orang Jawa bilang, ono rego ono rupo. Artinya ada harga ada barang. Apakah harga sesuai dengan kualitas barang? Aku printilin satu-satu ya….

Kain

Aku nggak ngerti jenis-jenis kain, ya. Mereka klaim kalau ini bahanya voal premium. Yang pasti kainnya disini tuh jatuh banget. Pollyesternya itu sedikit banget. Bahkan hampir nggak ada kayaknya. Lebih banyak cottonya. Bisa dilihat nih, serat kainnya kelihatan banget banyak benangnya yang itu berati dari foto aja sudah dipastikan kalau kainnya ini tuh lembut banget. Kalau dibilang tipis ya standarnya hijablah. Tapi kalau dipakai nggak nerawang kok. Oh ya, kainnya disini 120 x 120 cm jadi lebar banget, kan. Pastinya bisa menutup dada.

 

Motif

Sebenarnya banyak motifnya alur cerita tuh yang lebih unik dari pada yang ini. Tapi karena aku nggak bisa bayangin pakai hijab motif unik-unik akhirnya aku pilih motif yang aku rasa aman untuk segala macam acara. Jadi motif ini yang aku pilih. Bisa dibilang motifnya jarang banget di pasaran. Berasa limited edition, gitu. Kalau dibilang ekslusif sih bisa iya bisa enggak. Bisa iya ya karena itu tadi jarang di pasaran meskipun hijab ini cocok untuk aktifitas sehari-hari. Bisa enggak karena ada lebih banyak koleksi alur cerita yang unik, terkonsep dan nggak cuma dipakai untuk aktifitas sehari-hari tapi juga menghadiri acara formal.

Jahitan

Jelas dong jahitanny super super rapi. Nggak ada cacat-cacatnya sama sekali. Untaian benang nggak ada yang tertinggal. Seluruh tepi kain juga tertutup jahitan tanpa semburat serat kain sama sekali.

Lain-lain

Ini, nih yang bikin mahal. Logo brand. Ukurannya nggak terlalu besar jadi nggak terlalu mengganggu kalau dipakai. Juga nggak terlalu kecil jadi masih kebaca alur ceritanya.

 

Hijab Saat Dipakai

Pas dipakai emang nyaman banget. Super adem karena bahannya lebih banyak cotton dari pada pollyester itu tadi. Bahkan meskipun aku ada di tempat yang panas lama banget, hijab ini dipakai juga tetap adem. Di dahi tegak dan nggak gampang geser meskipun aku nggak pakai daleman hijab. Rasanya nempel banget di muka jadi kalau naik motor pakai helm kaya nggak gampang geser-geser gitu. Kalau dipakai lama juga tetap rapi karena nempel banget di tepi muka itu tadi.

Kelebihan

Kelebihannya jelas nyaman banget dan motirnya nggak pasaran. Kemasannya juga ekslusif. Worth it sih, harga sama barangnya.

Kekurangan

Jujur aku bingung nulis kekurangannya apa. Karena emang udah bagus banget. Mungkin emang sebagain orang bakal bilang harga 200k itu mahal. Tapi lagi-lagi itu kan relatif, ya.

 

Kesimpulan

Kalau ada rezeki aku mau koleksi Alur Cerita yang motifnya lebih unik dan menantang. Jadi kalau teman-teman area Jawa Timur dan sekitarnya ingin beli Alur Cerita by Natasha Rizky, disini aja biar ongkirnya nggak kemahalan karena lebih dekat.

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

21 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *