Jurnal Keluarga,  Pengasuhan Anak

Review Buku Keluarga Kita “Mencintai Dengan Lebih Baik”

Tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya, atau keluarga yang tidak saling cinta, walaupaun untuk sebagian orang prosesnya tidak instan. Namun, niat baik dan cinta yang lebih banyak hampir selalu tidak cukup. Bukan soal banyaknya cinta, tapi memilih mencintai dengan lebih baik.

 

  • Judul Buku: Keluarga Kita “Mencintai Dengan Lebih Baik”
  • Penuli : Najla Shihab
  • Kategori: Parenting
  • Penerbit: Penerbit Buah Hati
  • Cetakan: III/April 2018
  • Jumlah Halaman: 196
  • ISBN: 978-602-7652-94-1
  • Harga: Rp 49.000,- (Pulau Jawa)

Pertemuan Saya dengan Buku Ini

Setelah menjadi Ibu,  aku merasakan bahwa mendidik anak memang tidaklah mudah. Pengalaman menjadi anak, ternyata tidak cukup menjadi bekal dalam perjalanan pengasuhan. Cara berpikir yang berbeda dan perasaan yang memunculkan insting bahwa ada hal yang harus diperbaiki dari cara lama orang tuaku mengasuhku dulu. Kalau boleh cerita sedikit, orang tuaku termasuk tipe otoriter dari sisi Ayah dan membiarkan dari sisi Ibu. Apakah ini tepat? Pastinya ini yang mendorongku mempelajari ilmu tentang pengasuhan.

Bermula dari vidio yang aku temukan di youtube, dengan Najla Shihab sebagai pemandunya. Siapa Najla Shihab itu? Dari vidio-vidio yang ada di chanel youtube Keluarga Kita, membuatku akhirnya mencari tahu. Anak pertama Quraish Shihab, rupanya sudah lama berkiprah di dunia pendidikan. Hehehe maklum sebagai lulusan Fakultas Hukum dan mantan wartawan, aku lebih familiar dengan Najwa Shihab. Selain karena sering nongol di TV  juga karena aku bercita-cita menyamai frekuensinya (dulu).

Kembali pada sosok Najla Shihab. Rupanya pendiri Sekolah Cikal ini, juga memprakasi Program Rangkul Keluarga Kita yaitu program pemberdayaan keluarga yang diinisasi oleh Keluarga Kita dengan dukungan berbagai kalangan di berbagai daerah. Tugasnya mendorong orangtua berdaya untuk orangtua lain dengan terus menjadi sumber belajar yang efektif dan berbagi praktik baik pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Nah, berkat jasa instagram aku tahu rupanya komunitas itu sudah sampai di Madiun. Bergabunglah aku disana sebagai partisipan. Belum relawan loh, ya. Dari sinilah aku berkenalan dengan buku ini. Buku yang membuatku sadar bahwa cinta itu perlu dikomunikasikan. Dan tidak ada komunikasi yang paling baik kecuali mencari cara dengan mencintai lebih baik.

 

Prinsip Cinta yang Membuatku Jatuh Cinta

Ada 5 prinsip cinta yang diajarkan dalam buku ini. Kelima prinsip cinta tersebut menurut aku smart, sih. Coba kalau kawan-kawan diminta untuk mendefiniskan cinta pasti berat kan? Apalagi cinta sama anak. Apakah cinta itu senantiasa memberi? Ternyata untuk memberi cinta pun ada caranya. Kenapa perlu cara? Karena cara yang yang tepat akan membentuk pribadi anak yang lebih baik.

Selain Cari Cara, prinsip yang kedua adalah Ingat Impian Tinggi. Ya biar nggak lelah cari caranya, kita harus ingat ada impian dibalik yang kita perjuangkan. Kita ingin memiliki anak yang seperti apa, disitulah impian tinggi kita letakkan. Sering kali, impian yang tingi ini berhimpit dengan ambisi. Ambisi orang tua yang terkadang bertolak belakang dengan anak, terkadang membuat orang tua stres sendiri. Maka penting untung memegang prinsip cinta yang ketiga yaitu Nerima Tanpa Drama.

Anak satu tentu saja berbeda dengan anak yang lain dalam penyikapannya. Tidak jarang, kita membuat kesalahan karena belum menemukan cara yang tepat dalam pengasuhan. Rasa bersalah yang menghantui, justru membuat orang tua jadi tidak tegas dalam bersikap. Prinsip yang keempat dalam cinta ini adalah Tidak Takut Salah. Dan yang terpenting, keempat prinsip itu harus kita jalani dengan perasaan senang. Caranya melakukan setiap kegiatan dengan prinsip kelima yaitu Asik Bermain.

Jadi, cinta dalam buku keluarga kita itu sebenarnya tentang

C = Cari Cara

I = Ingat Impian Tinggi

N = Nerima Tanpa Drama

T = Tidak Takut Salah

A = Asik Bermain

Sekilas mudah diterapkan dalam keshidupan sehari-hari. Nyatanya, masih banyak pritilan yang harus dipelajari. Tapi dengan mengingat lima prinsip itu membuatku lebih menyadari dan merespon perjalanan pengasuhan yang aku alami. Ya, meski baru satu tahun juga, sih. Tapi setidaknya punya bayanganlah, ya…

 

Isi Buku

Buku ini berisi pengembangan dari prinsip cinta yang udah aku jabarkan di atas. Cinta memang butuh diperjuangkan. Dan ada cara serta ilmunya untuk memperjuangkan. Pada dasarnya, buku ini terbagi dalam tiga bab utama antara lain hubungan reflektif, disiplin positif, dan belajar efektif. Ketiganya merupakan pilar penting dalam membentuk karakter anak berdasarkan prinsip CINTA. Ketiga bab tersebut, kurang lebih berisi hal-hal berikut ini :

 

Menegnal Sifat dan Tempramen Anak

Sebelum jauh membahas cara yang tepat, buku ini mengajak kita untuk mengenal lebih dalam dahulu sifat dan tempramen anak. Kenapa ini penting? Karena tempramen yang mempengaruhi reaksi seseorang terhadap sesuatu yang terjadi di luar dirinya. Penting sekali orang tua mengenali tempramen anak. Menurut buku ini, dengan mengenali tempramen anak orang tua bisa berperan untuk membantu mengelolanya. Sehingga yang negatif dapat ditekan dan yang positif dapat ditonjolkan.

Emosi Orang Tua

Salah satu hal yang paling sulit menjadi orang tua adalah memahami bahwa tidak semua hal dapat kita kendalikan. Disinilah pentingnya orang tua memahami emosi diri dan bagaimana menyikapinya agar bisa memhami tempramen anak.

 

Komunikasi Efektif

Pada buku ini deisebutkan sebelum berbicara jauh mengenai komunikasi efektif, sebaiknya orang tua memasikan dulu kebutuhan dasar setiap anggota keluarga terpenuhi. Misalnya seseorang sulit mengendalikan emosi saat kurang tidur. Akibatnya komunikasi yang dilakukan tidak efektif. Dan beberapa contoh lain yang disebutkan dalam buku ini. Selain itu, buku ini juga memberikan contoh secara langsung kalimat yang sebaiknya diucapkan pada anak agar lebih efektif beserta tehnik dan cara mengatasi konflik dalam keluarga.

 

Dukungan vs Sogokan

Dukungan vs Sogokan ini, dibahas dalam bab Disiplin positif. Buku ini mengenalkan cara mendisiplinkan anak dengan memberikan pilihan-pilihan dan alternatif agar anak tidak merasa dipaksakan dan tetap mempertimbangkan prinsip perkembangan anak di setiap fase tumbuh kembangnya.

 

Kesepakatan Keluarga

Membuat kesepakatan dalam keluarga merupakan cara disiplin positif yang efektif. Tentunya harus diimbangi juga dengan komunikasi efektif. Buku ini juga memberikan contoh bagaimana membuat kesepakatan-kesepakatan dalam keluarga sehingga anak merasa dilibatkan dan tidak terbebani dengan langkah disiplin orang tuanya.

 

Kecerdasan Masa Depan

Anak yang cerdas adalah salah satu tujuan utama pendidikan yang membutuhkan dukungan dan proses berkelanjutan dari seluruh anggota keluarga. – Buku Keluarga Kita karya Najla Shihab.

Dalam buku ini dijelaskan tentang beberapa aspek penting kecerdasan, minat bakat anak, dan bagaimana memilih sekolah. Najla dalam buku ini juga membongkar tentang anggapan-oanggapan mayoritas orang tua soal pendidikan yang seharusnya.

 

Masalah Seputar Sekolah

20 tahun berkiprah di dunia penidikan, Najla begitu paham tentang masalah-masalah seputar sekolah yang sering kali muncul. Apa, mengapa, dan bagaimananya dijelaskan secara singkat dan jelas dalam buku ini.

 

Komunikasi Orang Tua & Sekolah

Keterlibatan orang tua dalam sekolah begitu penting. Orang tua tidak bisa hanya memasrahkan pendidikan anak pada sekolah. Harus ada komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah. Dalam buku ini juga diberikan tips bagaimana memilih sekolah yang tidak hanya mengedepankan ambisi orang tua dengan label sekolah favorit. Keterlibatan anak juga dijelaskan dalam buku ini.

 

Kelebihan

  • Buku yang penjelasannya singkat sesuai poin.
  • Sehingga kalau mau membaca lagi bisa dibuka halaman yang dibutuhkan.
  • Dilengkapai dengan study kasus yang sering terjadi di lingkungan sekitar yang kemudian diluruskan sesuai dengan ilmu dan teorinya.
  • Bukunya tidak terlalu tebal, tapi mencangkup banyak hal dari anak masih batita bahkan sampai sekolah.
  • Meskipun pakai kerta buram, ada ornamen dan ilustrasi lucu di beberapa halaman yang bikin buku ini tidak membosankan.

 

Kekurangan

  • Bahasanya masih mendekati bahasa ilmiah ala psikolog sehingga butuh waktu yang agak lama untuk orang awam seperti saya.

 

Rating dari Aku

 

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *