Jurnal Keluarga,  Pengasuhan Anak

Review Buku Economic For Babies “Ngajarin Bayi Tentang Duit”

Sebelum punya anak, aku pernah terjebak dengan keponakan yang suka minta jajan. Mintanya itu juga nggak langsung minta. Jadi, kalau aku ke mart mart atau toko sebelah rumah dia ikut. Maklum, rumahnya sebelahan. Terus dia ambil jajan. Aku yang bayar dong. Kalau aku bilang, “Uang tante habis.” Dia jawab, “Kan, tante bisa ambil ke ATM.” Waduuuuww….. apakah dalam imajinasinya ATM adalah mesin yang bebas untuk menarik uang? Wow, disitulah aku merasa ternyata penting menjelaskan tentang uang untuk anak-anak. sekalipun masih balita. Oh ya, keponakan waktu itu umurnya masih tiga tahun.

Sejak punya anak, aku juga mulai cari tahu bagaimana mengenalkan uang pada anak. Dan nggak jarang aku dipertemukan dengan informasi terkait pengenalan uang pada anak secara tidak sengaja. Menurut salah satu tayangan youtubenya Raditya Dika bareng Financial Planner gitu bilang kalau anak usia 2 tahun udah bisa dijelaskan tentang konsep uang. Tapi gimana caranya?

Nah, akhirnya aku ketemu sama buku ini, Economic for Babies. Pas lihat reviewnya, ternyata keren. Akhirnya berniat beli. Di beberapa marketpalce, aku ketemu harganya sekitar 80k sampai 110k. Kebetulan kan Juni 2020 lalu, ada BBW di Tokopedia. Aku langsung cari buku ini dan harganya 32k. Nggak mikir panjang, langsung beli sama buku lain ongkirnya ke Madiun cuma 5k. Hehehe bahagianya emak-emak, nih.

 

Spesifikasi Fisik Buku

Penting banget mengetahui spesifikasi fisik buku kusus untuk buku anak-anak. Karena memang harus disesuaikan dengan fase perkembangannya. Aman atau tidak. Spesifikasi yang aku jabarkan ini, sesuai dengan penggunaan buku seusia anakku 14 bulan ya… Jadi kalau di bawah itu dan dirasa masih berat ya, berarti belum cocok. Karena di buku ini nggak ada tulisannya baiknya untuk uisa berapa.

Ukuran

Ukuran buku 18 x 18, memang terlalu besar untuk anak 6 bulan tapi untuk Adna yang usia, 14 bulan menurutku pas. Tapi bacanya harus diletakkan di bawah.

 

Jenis Kertas

Aku nggak tahu spesifik namaya, yang jelas lembaran buku ini tebal. Jadi nggak khawatir sobek kalau di bawa bayi. Selain itu, juga semi glosy yang bikin buku ini gampang di lap kalau ketumpahan air. Meskipun tebal, material kertas juga ringan. Jadi mudah dibawa bayi.

 

Sudut Buku

Sudut buku yang tumpul ini juga penting. Agar tidak membahayakan bayi.

 

Jumlah Halaman

Terdiri dari 11 halaman, menurutku tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis untuk buku anak.

 

Isi Buku

Isi bukunya berat. Tapi hebatnya pencipta buku ini bisa mengemas yang berat jadi sederhana dan detail. Kurang lebih cakupan ekonomi secara keseluruhan dijelaskan semua di buku ini dengan ilustrasi yang sesuai dan mudah dipahami.

Dibuka dengan Lingkungan Pasar

Lewat halaman ini, aku bisa bercerita macam-macam. Bisa begini, “Iniloh, pasar Adna. Adna pernah diajak Ibu ke pasar ya. Ada orang beli baju, ada orang beli sayur, ada yang jualan makanan, banyak orang berlalu lalng, kita kalau beli ke penjual pakai uang ya.” Sejujurnya, aku bisa jadi jarang menyebut kata ekonomi waktu bercerita pada Adna. Aku kembangin aja, cerita berdasarkan ilustrasi. Lagi pula, ilustrasinya udah jelas banget kaya gitu. Kita juga bisa nunjukin gimana orang jual beli di pasar dengan perantara uang.

 

Dikenalkan dengan Sejarah Alat Tukar

Amazing banget, tentang sejarah uang atau alat tukar juga digambarkan di buku ini. “Jadi, Na dulu orang tu kalau ingin punya barang tertentu mereka saling tukar. Misalnya Adna punya kambing, teman Adna punya kain. Adna pengen punya kain, kambingnya Adna ditukar ke teman Adna yang punya kain. Adna jadi punya kain,” begitu biasanya aku cerita pada halaman ini. Disini kita juga bisa sisipin, sebenarnya uang itu hanya simbol saja untuk menentukan nilai barang. Kita bisa jelaskan, “Untuk memiliki suatu barang, belum tentu kita harus beli. Siapa tahu teman ada yang mau diajak tukar, Adna bisa dapetin barang itu. Itu kalau teman Adna mau. Orang zman duku juga melakukan itu.”

 

Penjelasan Uang di Halaman Berikutnya

Nah, di halaman ini aku bisa leluasa menjelaskan tentang bentuk uang dan cara penyimpanan, dan penggunaannya.

 

Cara Mendapatkan Uang

Aku paling suka bab ini. Jadi, nggak ada ceritanya anak jadi salah sangka kalau uang itu didapat dari mesin ATM. Disinilah halaman dimana kita bisa bercerita kalau uang itu didapat dengan cara bekerja. Pengenalan profesi tidak hanya sebatas mimpi dan cita-cita. Tapi kita juga bisa mengenalkan bahwa kita perlu keahlian yang bisa kita berikan pada orang lain, agar kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

 

Berpikir ala Pebisnis

Sebenarnya banyak yang bisa kita jelaskan lewat ilustrasi ini. Tentang bagaimana pasar menentukan harga sampai bagaimana kita memasukkan mindset bisnis pada anak. Tergantung pada kita orang tuanya sih, mau melihat ilustrasi ini dari sudut pandnag mana.

 

Menjelaskan Soal Saham

Di akhir halaman, aku bisa cerita bagaimana kita mengelola uang agar bisa bermanfaat untuk jangka panjang. Setelah paham apa itu uang, fungsinya untuk belanja, gimana cara mendapatkannya, dan bagaimana perputarannya di pasar, terakhir dijelaskan cara menyimpan untuk jangka panjang. Dan jawabannya bukan menabung. Tapi dengan melihat grafik. Keren, nih anak bayi udah kita ajarin saham.

 

Kekurangan Buku

Semua yang aku jelaskan adalah kelebihan buku ini ya, satu kekurangannya menurutku adalah tidak ada penjelasan soal zakat. Padahal, sebagai orang muslim zakat itu penting banget. Zakat merupakan unsur dari perekonomian juga. Jadi sebagai orang tua terutama muslim (bagi non muslim juga pasti ada ajaran berbagai), tetap jangan lupakan menjelskan soal zakat kepada anak kita.

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *