Dunia Ibu,  Jurnal Keluarga,  Jurnal Pengacara,  Wajib Tahu

Yuk Ketahui Hak-Hak Menyusui Bagi Ibu Bekerja!

Sebagai Ibu menyusui, aku tuh seneng banget kalau ternyata ada lo yang namanya Pekan ASI Sedunia. Pas aku sedang nulis artikel ini, nih lagi Pekan ASI Sedunia. Tepatnya itu tanggal 1 sampai 7 Agustus. Pekan ASI sedunia ini, ternyata sudah diperingati sejak tahun 1992 diinisiasi oleh WHO dan UNICEF.

Setiap tahunnya, Pekan ASI Sedunia memiliki tema yang berbeda-beda disesuaikan dengan keadaan perkembangan global. Tahun 2019 lalu, mengusung tema peran Ayah dalam menyusui. Sedangkan tahun 2020 ini karena dunia sedang diguncang pandemi Covid-19, maka tema Pekan ASI tahun ini berhubungan dengan isu lingkungan dan kesehatan.

Kampanye utama yang digembar-gemborkan yaitu tentang aktifitas menyusui menjadi salah satu kunci untuk meniptakan generasi serta lingkungan yang sehat di masa depan. Mengapa begitu? Karena manfaat ASI yang begitu baik, mampu memberikan imunitas bagi anak-anak kita sehingga mereka bisa tumbuh sehat, cerdas, dan mampu mendorong perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang baik untuk masa depan. Lebih lengkapnya, simak artikel temanku disini ya..

 

Perkembangan zaman, membuat Ibu bisa memilih bekerja di kantor atau di rumah saja.

Disclaimer dulu ya, sebelumnya aku tidak mau berdebat soal Ibu bekerja di kantor atau Ibu bekerja di rumah. Dua-duanya menurutku baik dan yang paling utama adalah Ibu yang bahagia. Jujur aku pribadi, kurang bahagia kalau tidak bisa melakukan aktualisasi diri seperti menulis atau bertemu orang. Selain karena ada kesempatan, aku juga memilih. Aku memilih untuk bahagia sehingga aku melakoni serentetan kegiatanku menjadi Mom Lawyer.

Meskipun memilih menjadi Ibu bekerja di luar rumah, menurutku seorang Ibu wajib mengupayakan untuk memberikan ASI. Bagaimana agar ASI bisa terus lancar? Buibu bisa simak artikel temanku disini. Selain didukung dengan teknologi ASIP yang sudah canggih, Ibu juga dilindungi oleh peraturan perundang-undangan dalam memberikan ASI.

Fasilitas Umum Wajib Mendukung Ibu Menyusui

Aktifitas di luar rumah, jangan sampai menghalangi kita untuk menyusui. Pemerintah mendukung penuh Ibu menyusui dengan mengeluarkan aturan bahwa perkantoran, tempat umum, dan rumah sakit harus memiliki standar fasilitas berikut demi kenyamanan Ibu menyusui :

 

Pasal 22 Undang-undang No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak:

Negara & pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak“. Dalam penjelasan pasal disebutkan bahwa sarana dan prasarana itu salah satunya adalah ruang menyusui,

 

Pasal 128 UU Kesehatan:

(2) selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus (3) penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum

 

Undang-undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit:

Pasal 10 (1) Bangunan Rumah sakit sebagaimana dimaksud dalam;

Pasal 9 harus dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang paripurna, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan (2) Bangunan rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas ruangan. ruang menyusui;

Pasal 29ย  (1) Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban: menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia.

 

Hak-hak Ibu Menyusui yang Bekerja di Kantor atau Luar Rumah

Selain fasilitas umum, pihak korporasi yang mempekerjakan Ibu menyusui haruslah memenuhi hak-hak Ibu menyusui. Antara lain yang tertuang dalam aturan-aturan berikut ini:

Pasal 83 Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan

Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerjaโ€

Pasal 128 UU Kesehatan:

  1. setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis
  2. selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus
  3. penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum

Sayangnya, di Indonesia adanya cuti melahirkan yakni selama 3 bulan. Kalau menurut pendapatku pribadi sih, paling tidak Ibu hamil sampai melahirkan hingga menyusui harus diberi jatah cuti 6 bulan. Karena menyusui sendiri, menurut beberapa artikel yang aku baca tidak hanya sekedar memberikan ASI tapi juga soal kelekatan emosional antara Ibu dan bayi.

Meskipun begitu, pemerintah terus mengupayakan agar Ibu menyusui bisa nyaman bekerja. Adanya Peraturan Bersama beberapa menteri di bawah ini mengakomodir pehak korporasi atau pemberi kerja untuk mendukung kelancaran Ibu menyusui yang bekerja.

Pasal 2 Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/ PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja :

Tujuan peraturan bersama ini:

  1. memberi kesempatan kepada pekerja/buruh perempuan untuk memberikan atau memerah asi selama waktu kerja dan menyimpan asi perah untuk diberikan kepada anaknya
  2. memenuhi hak pekerja/buruh perempuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anaknya
  3. memenuhi hak anak untuk mendapatkan asi guna meningkatkan gizi dan kekebalan anak dan
  4. meningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

 

Pasal 49 ayat (2) Undang-undang No. 49/1999 tentang Hak Asasi Manusia:

โ€œWanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita.โ€ Penjelasan pasal ini menyebutkan bahwa yang disebut dengan “perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi” adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan haid, hamil, melahirkan dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak

 

Anjuran Menyusui dalam Al-Quran

Aku termasuk orang yang keras kepala dalam menyusui. Kalaupun ada yang bilang nggak papa pakai susu formula, ya kalau bisa sih anakku full ASI. Karena aku mengacu ayat berikut ini :

QS al-Baqarah [2] ayat 233 yang artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya”.

Emang kalau menurut ayat itu nggak sampai dua tahun nggak apa-apa. Tapi rasanya hati ini ingin mengusahakan. Sekarang anakku udah 15 bulan. ASI udah mulai nggak selancar dulu. Perahpun juga nggak semaksimal dulu. Akhirnya, memang harus banyak-banyakin di rumah sama si kecil. Pandemi juga bawa hikmah tersendiri buatku sebagai Ibu menyusui. Karena adanya pandemi ini aku jadi jarang keluar rumah dan lebih fokus menyusui.

 

Kelancaran Ibu Menyusui Tanggung Jawab Bersama

ASI mengandung berbagai macam nutrisi seperti vitamin, mineral, zat besi, protein, zat anti bodi yang kesemuanya sudah dalam kadar dan tingkat yang seimbang. Selain sebagai imunisasi alami, ASI juga dipercaya mampu meningkatkan kecerdasan intellegen anak. Bahkan ada literatur yang mengatakan tidak ada asupan sebaik ASI meskipun menggunakan teknologi yang canggih sekalipun.

Oleh karenanya, pemberian ASI kepada bayi sangatlah penting. Meskipun ASI bersal dari seorang Ibu, namun dukungan pemberian ASI harus melibatkan banyak pihak. Ayah yang paling dekat dengan Ibu harus mendukung penuh. Kakek-neneknya, kawan-kawannya, dan semua harus mendukung kelancaran Ibu menyusui. Pemerintah, dengan regulasinya sudah memberikan dukungan penuh. Sayangnya, masih banyak penyimpangan yang terjadi di lapangan. Entah karena kurang sosialisasi pada pemberi kerja atau korporasi. Bisa jadi juga masyarakatnya sendiri yang tidak teredukasi.

Aku pribadi, kadang masih kesulitan mencari ruang kusus menyusui saat berada di tempat umum. Beberapa pengadilan yang pernah aku kunjungi, juga belum memberikan fasilitas yang memadai. Aku paling salut sama Pengadilan Agama Ponoroggo, karena satu-satunya pengadilan yang memberikan fasilitas lemari pendingin untuk menyimpan ASI. Tapi kalau tempat paling nyaman menyusui, aku berikan jempol pada Pengadilan Agama Magetan. Yah, semoga fasilitas umum semakin ramah untuk Ibu menyusui ke depannya.

Oh ya, setelah melahirkan aku sering ditanya orang yang berkunjung ke rumah dengan pertanyaan, “ASI atau formula?” Ya, meskipun aku memberikan asupan ASI ekslusif pada anakku, sempat teganggu dengan pertanyaan ini. Kenapa? Ya, karena menyusui itu pada dasarnya nggak gampang. Apalagi, untuk Ibu bekerja. Dari pada bertanya untuk kepo, menurutku alangkah lebih baik jika bertanya untuk memberikan dukungan. “ASI boosternya apa? Mau aku belikan? Ada baju menyusui bagus loh, mau?” Ya contohnya begitu kira-kira. Hehehehe

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

18 Comments

  • Baim

    Sepakat. Harusnya cuti melahirkan itu 6 bulan. 3 bulan mah atuh bentar banget. Kasihan dedek Bayi nya. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Ada sih yang ngasih kebijakan selama 6 Bulan juga. Tapi sektor yang justru kerja nya banyak ibu-ibu (garment) malah ikutin standar pemerintah.

    • Isti Syarifah

      Setuju banget. Andai ada kebijakan cuti untuk ibu melahirkan dan menyusui 6 bulan bahagia banget ibu yang kerjanya di luar.

      Bikin surat cinta aja ke pemerintah untuk melahirkan kebijakan baru cuti melahirkan. Sebagai ibu aku mendukung. Hehehe

  • Jihan

    Ini yang biasanya kasih cuti menyusui kok dari instansi pemerintah ya mba. Bener loh, kasian liat bayinya. Justru adik iparku yang di perusahaan swasta cutinya 6 bulan. Udah gitu cuti hamil ya 3 bulan. Si bapak kalo kerja di tempat yg sama dikasi cuti 1 minggu untuk nemenin istri melahirkan. MasyaAllah daah malah lebih humaniss

    • BayuFitri

      klo di luar negeri ibu menyusui yg kerja kantoran malah difasilitasi ya untuk menyusui baby nya..duh smoga makin bnyk persh.di Indonesia yg peduli dng ibu bekerja menyusui ya..

  • Asmaul Faujiah

    aku ibu satu anak yang gagal menyusui, cuma 2.5 bulan. sekarang anakku umur 9bulan. memang tidak mudah memberikan ASI eksklusif pada anak. tapi aku mendukung penuh ibu2 yang mau memberikan ASI pada anaknya. semoga nanti anak kedua aku mampu memberikan ASI eksklusif.

    • Fionaz

      Biarpun aq termasuk golongan ibu yang bekerja dirumah tapi aq juga merasakan kalo mengASIhi itu nggak gampang dan juga perlu support dari orang terdekat.
      Semoga ASI-nya lancar terus ya mbak

  • Bang Doel

    Iya, debat ibu bekerja diluar maupun di rumah memang gak habis-habis. Padahal debat itu tidak pernah memberi jawaban atas kebahagiaan seorang ibu kala anaknya lahir. Tapi salah satu yang memungkinkan bagi kebahagiaan ibu, mungkin kehadiran sosok ayah. Jadi sebaiknya cuti juga diberikan buat suami yang istrinya melahirkan. hehe

  • Sitatur Rohmah

    Aku dulu sempat memberi ASI eklusif pada salah satu anak. Jarak kelahiran yang terlalu dekat membuat saya nggak bisa maksimal dalam memberi ASI. Sedih, memang… tapi apa daya. Jadi saya kasih ASI sampai dokter kandungan menyarankan stop, demi adiknya yang di kandungan.

  • Dafriansyah Putra

    Pentingnya keberadaan ruang laktasi khususnya di perkantoran kini memang menjadi prioritas. Di instansi saya bekerja, untuk menunjang sarana dan prasarana pelayanan publik, ketersediaan ruang laktasi menjadi suatu kebutuhan yang mesti dipenuhi. Ketika diberi list kebutuhan dari Bagian Organisasi, kami segera menyediakan ruang lalu menempel simbol di depan pintu. Kalau tidak ada, tentu nilai pemenuhan standa pelayanan publik jadi berkurang.

  • steffifauziah

    Masyaallah, memang ya menyusui itu kewajiban ibu untuk anaknya dan hak untuk anaknya. Apalagi untuk ibu bekerja ya, harus benar2 di support banget nih biar tetap menyusui anak-anaknya. Makasih mba remindernya.

  • Linda Puspita

    Aku termasuk ASI yang tidak terlalu banyak tetapi alhamdulillah terpenuhi hak anak sampai usia dua tahun. Mau gak mau banyakin makan sayur, sayur katu dua ikat per hari. dimakan gitu aja. Jantung pisang juga sangat membantu.

  • Rini Novita Sari

    wah ada undang2nya ya mbak,,, moga segera ada revisi klo hak cuti pasca melahirkan bisa lebih dri 3 bulan ya mbak, suka salut juga liat ibu2 dikantor yang dgn kuatnya nyempetin waktu buat pumping disela2 kesibukan kerjanya,, kerenn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *