Jurnal Pengacara,  Wajib Tahu

Usahamu Tergolong Jenis Usaha yang Mana?

Berdasarkan data dari Kadadata 36 % perempuan Indonesia memilih menjadi pengusaha. Menurut data tersebut, kebanyakan perempuan lebih suka membuka usaha mikro, kecil, dan menengah dalam sektor informal lantaran kesulitan menembus sektor formal. Global Entrepreneurship Monitor tahun 2014 menyebutkan bahwa populasi 85 juta jiwa perempuan usia produktif di Indonesia, 26 persen di antaranya merupakan pengusaha aktif. Wow, tentunya ini jumlah yang tidak sedikit.

Menurut pendapatku pribadi, perempuan masa kini terutama Ibu milenial cenderung lebih ingin aktif dan berdaya tanpa meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai Ibu dan isteri. Akhirnya, profesi pengusaha menjadi pilihan. Apalagi kalau yang didamba-dambakan itu waktu yang fleksibel antara pekerjaan dan mengurus anak. Apakah kenyataannya memang demikian? Hehehe…..

Jelas, disini aku nggak akan bahas masalah bisnis seputar manejemennya ya. Mungkin lain kali aku bakal undang guest writer buat bahas itu. Tapi yang selalu aku tekankan pada Mompreneur adalah, coba deh lebih peka sama aspek legal dalam bisnis. Bisnismu ini tergolong jenis usaha yang mana? Mikro, kecil, menengah, atau besar? Kenapa harus paham penggolongan ini? Tentu ini berkaitan dengan izin usaha, permodalan, dan tanggung jawabmu sebagai wirausaha. Semua udah ada aturannya loh, dalam undang-undang.

Jadi, bagi Moms yang sering ngaku kalau dia itu UMKM, aku tanya ya udah paham belum definisi UMKM? Ada batasannya loh mana Usaha Mikro, mana kecil, mana besar, dan mana menengah. Penggolongan ini, memudahkan pemerintah untuk mengkatagorikan suatu usaha dalam pengenaan pajak. Selain itu juga dalam memberikan bantuan insentif juga perlu data terkait penggolongan usaha ini. Jadi kira-kira usahamu termasuk golongan usah apa?

 

Mengenal UMKM

Kalau masih bingung usahamu ini masuk golongan mana, coba cek Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah. Begini penjelasannya :

 

Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangandan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro yaitu :

  • memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

 

Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar. Kriteria UsahaKecil yaitu :

  • memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

 

Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar. Kriterianya yaitu :

  • memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

 

Usaha Besar

Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersihatau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

Kenapa harus ada penggolongan tersebut?

Pemerintah itu pengennya di negera kita Indonesia Raya Pusaka Tercinta ini, ada suatu iklim usaha yang kondusif. Nggak serta merta semua usaha dikaitkan sama kapitalis. Ya pengennya pemerintah sih, ada sinergitas atau kerja sama antara usaha skala besar dengan yang mikro, kecil, dan menengah ini. Pemerintah pun juga turun tangan dengan memberikan insentif bantuan agar UMKM ini semakin berkembang. Kan nggak menutup kemungkinan juga bisa jadi besar.

Oleh karenanya, baik Pemerintah maupun Pemerintah daerah juga menetapkan aturan-aturan yang mendukung UMKM dari segala aspek antara lain :

Aspek Pendanaan

Intinya, aspek ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan bantuan modal atau kemudahan pinjaman di lembaga pembiayaan.

 

Aspek Sarana dan Prasarana

Berkaitan dengan sarana dan prasarana yang mendukung UMKM itu sendiri. Misalnya, tempat usaha, telekomunikasi, dan lain sebgainya.

 

Aspek Informasi Usaha

Memberikan jaminan transparansi dan akses yang sama bagi semua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atas segala informasi usaha berkaitan dengan pemanfaatan bank data, jaringan informasi bisnis, informasi mengenai pasar, sumber pembiayaan, komoditas, penjaminan, desain dan teknologi, dan mutu.

 

Aspek Kemitraan

Mendorong terjadinya hubungan yang sinergis antara wirausaha. Baik lintas golongan atau sesama.

 

Aspek perizinan usaha

Seperti menyederhanakan tata cara dan jenis perizinan usaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu. Sekarang sudah lebih mudah karena sistemnya oss. Selain itu juga membebaskan biaya perizinan bagi Usaha Mikro dan memberikan keringanan biaya perizinan bagi Usaha Kecil.

 

Aspek kesempatan berusaha

Misalnya dengan mengutamakan penggunaan produk yang dihasilkan oleh Usaha Mikro dan Kecil melalui pengadaan secara langsung.

 

Aspek promosi dagang

Misalnya dengan mengadakan pameran atau kegiatan yang menunjang perdagangan UMKM.

 

Aspek dukungan kelembagaa

Aspek ini ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan fungsi inkubator, lembaga layanan pengembangan usaha, konsultan keuangan mitra bank, dan lembaga profesi sejenis lainnya sebagai lembaga pendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

 

Mendorong UMKM Mandiri

Dengan adanya undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah, harapannya sih UMKM bisa lebih mandiri dan meningkatkan produktifitas mereka. Sehingga, bisa lebih eksis baik di pasar Nasional maupun Internasional. Kenapa aku bisa bilang gitu? Jadi, kalau baca Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah bagian Sanksi Administratif yaitu pasal 39 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah rupanya ada sanksinya kalau usaha Menengah dan Besar berusaha mengusai usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ketika menjalin kerja sama kemitraan.

Makannya, meskipun usaha mikro, kecil, menengah itu nggak perlu takut sama yang menengah dan besar. Pemerintah mendorong adanya kerja sama saling menguntungkan untuk keduanya. Usaha Menengah dan Besar juga harus memberikan ruang usaha kecil, mikro dan menengah untuk berkembang tanpa melakukan sabotase yang berlebihan. Sanksinya, bisa dicabut izin usahanya bahkan sampa dikenai denda paling besar 10 miliyar rupiah.

 

Kesimpulan

Tetap semangat Ya Buibu, dalam menjalankan usahanya. Semoga selalu berkah dan cuan melimpah. Amiiinnn…. kalau ada masalah saya terbuka buat dengerin curhatnya buibu sekalian. Jangan khawatir…..

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

17 Comments

  • Diani Sekaring

    Aku baru tahu batasan penggolongan UMKM ternyata seperti itu ya, dan banyak sekali aspek regulasi yang diatur oleh pemerintah. Semoga UMKM di Indonesia semakin jaya dan tidak kalah dengan produk-produk asing.

    • Okti Li

      Sepertinya apa saya saja ya yg gak punya bisnis atau jadi pelaku UMKM?
      Pengen punya kegiatan, tapi apa daya tidak ada dukungan. Mood keluarga muncul tenggelam, jadi daripada masalah di tengah jalan, saya tidak ambil sama sekali. Mungkin kalau keluarga mendukung lebih enak ya

  • Larasatinesa

    Aku sampai saat ini belum punya usaha mbak. Tapi cukup tertarik buat buka dan udah ada rencana nih mau buka usaha makanan. Btw, aku sekarang lebih sering belanja di UMKM dong.

  • atiqoh

    wah baru tahu ya ternyata ada pengggolongannya gini, jd memudahkan kita jg untuk menentukan target, bagus nih kak, makasih sharingnya 🙂

    • Chairina

      Bener banget ya mba jihan.wajib melek hukum kalau kita udah terjun di dunia bisnis. Mau kecil atau besar bisnisnya semua memang sudah ada aturan yang di tetapkan.

    • Renayku

      Usahaku termasuk usaha kecil sih soalnya cuma jualan online hehe.. asalkan dikelola dengan tekun dan pantang menyerah insya Alloh bisa berhasil.. Semangat para pengusaha Indonesia

  • Diah Alsa

    banyak aspek ya dalam aturan-aturan usaha ini, saya kayaknya belum masuk dalam kategori 3 jenis usaha ini, secara jumlah asetnya kayaknya masih kurang apalagi soal pendapatannya, hehehh 🙂

  • Fenni Bungsu

    Manfaat dengan klasifikasi usaha tersebut, ternyata bisa berdampak positif juga ya kalau ingin dimajukan lagi usahanya melalui bantuan pemerintah. Jadi tetap semangat menjalankan bisnis.

  • Annisa

    Aku baru ngerti ada penggolongan atau pengelompokan UMKM kayak gini. Ternyata emang manfaatnya banyak ya. Selain itu kalau mengajukan modal usaha juga bisa kelihatan, mau scale up sampai mana dan kondisinya sekarnag gimana sesuai pengelompokan tersebut. Semoga UMKM Indonesia semakin maju ya!

  • Leyla Imtichanah

    Bisnisku masih tulis menulis aja. Belum berani buka usaha karena gak ada passion ke sana nih. Semoga UMKM makin berkembang dengan dukungan pemerintah dan kita semua ya.

  • Visya

    Di era digital kayak gini kayaknya Makin nbanyak wanita berbisnis ya entah menjadi reseller ataue membangun UMKM. Salut untuk mereka semua. Semoga akupun bisa istiqomah me jadi business woman hehe