Jurnal

Litarasi Kunci Produktifitas di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Sebelum aku bahas panjang lebar kenapa literasi ini aku sebut sebagai kunci produktifitas di Era Ner Normal, seperti biasa aku memulai tulisan dengan definisi. Definisi ini penting menurutku sebagai dasar kita berpikir dan kalian baca artikelku ini kita berangkat dari pikiran yang sama. Meskipun, aku sendiri nggak bisa mengontrol presepsi pembaca atas tulisan yang aku buat juga, sih.

Oke, definisi dari literasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menunjukkan kemampuan menulis dan membaca atau definisi lainnya kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan kecakapan hidup. Nah, sering kali kita menemukan literasi dikaitkan dengan istilah lain, kan. Seperti  literasi digital, literasi keuangan, dan lain sebagainya. Nah, kalau literasi yang itu artinya kemampuan dalam mengolah informasi dan pengetahun itu sudah menunjung bidang tertentu. Sampai disini jelas kan soal literasi?

 

Tantangan Adaptasi Kebiasaan Baru

Menurut situs yang dikelola Kementrian Kesehatan,  Adaptasi Kebiasaan Baru (ADB) itu merupakan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Intinya, bagaimana kita tetap produktif tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Nggak mungkin dong, kita selamanya harus jaga jarak tanpa ada aktifitas sama sekali. Mau makan apa kita nanti.

Nah, tantangannya sendiri adalah bagaimana meminimalisir pesebaran Covid 19, sementara virus ini masih betebaran dan belum ditemukan vaksinnya. Dan manusianya, harus tetap produktif agar perekonomian tidak mati. Nah, literasi bisa jadi solusi. Kok bisa? Begini penjelasannya :

Literasi Jadi Solusi

Pada Adaptasi Kebiasaan Baru ini, orang berbondong-bondong mencari pekerjaan yang lebih aman. Misalnya jualan online di rumah. Atau bisa juga bikin konten sampai jadi influencer. Apalagi kan, PHK marak terjadi. Orang-orang kini semakin sibuk mencari peluang bukan sekedar untuk adaptasi tapi untuk terus hidup dan menjalani hari-hari.

Menurutku, peluang yang paling besar di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini berkaitan dengan industri digital. Ya itu tadi, seperti jualan online, jadi blogger, bikin konten, dan lain sebagainya. Apakah itu nggak butuh keahlian berliterasi?

Literasi Mengantar Kita Pada Suatu Peluang

Aku mengutip salah satu sumber yang aku baca dari Tempo Online jadi disitu dikatakan bahwa literasi menjadi jawaban agar seseorang mampu membaca situasi dengan baik, mengeksplorasi pengetahuan lebih jauh, bisa mentransformasikan menjadi pengetahuan dan produk atau jasa untuk meningkatkan kualitas hidup.

Benar sekali, nih. Jujur bertahun-tahun aku terbuka dengan literasi membuat Adaptasi Kebiasaan Baruku itu jadi lebih mudah. Justru, dengan adanya pandemi ini aku makin banyak menemukan peluang baik di dunia blogger, influencer, maupun lawyer. Dan itu, justru membuatku semakin sibuk. Jadi nggak ada kata nggak bisa produktif di pandemi lalu. Justru aku sangat produktif. dan lebih mudah beradaptasi dengan keadaan yang baru ini.

 

Literasi Bisa Jadi Wadah Untuk Saling Membantu

Kalau kamu bukan crazy rich, yang bisa sumbang ini itu ke orang lain, kamu bisa membantu orang lain dengan pengetahuan dan informasi yang kamu punya. Sekecil memberi tahu ada peluang baru untuk bisnis atau kerjaan ke orang yang membutuhkan sudah menjadi kebaikan yang dicatat oleh Tuhan. Lebih dalam lagi misalnya dengan memberi pelatihan agar orang-orang yang tidak tahu jadi tahu. Nah, pelatihan itu mediumnya ya literasi. Literasi sebagai jembatam dimana produktifitas di Adaptasi Kebiasaan Baru ini bukan sekedar impian tapi bisa diwujudkan. Kuncinya adalah, kita harus banyak-banyak baca dan selektif informasi. Jangan sampai terpancing dengan hoks yang bikin kita malah nggak produktif.

 

 

 

 

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *