Bisnis,  Jurnal Inspirasi

Ngomongin Bisnis Sama Omesh? Nggak Salah?

Omesh yang selama ini aku tahu sebagai presenter, pembawa acara, artis dan komedian rasanya kok aneh kalau ngomongin bisnis. Itu ekspektasi awalku ketika melihat flyer yang dikirim temanku ini. Nah, ternyata setelah aku kepo IG-nya @HomeCreditId, barulah aku tahu kalau Homecredit lagi ngadain kampanye #AyoSuksesBersama dengan menghadirkan narasumber pilihan yang bisa membakar semangat kita untuk lebih optimis di tengah kondisi pandemi saat ini. Sebelum Omesh, ada rupanya narasumber lain yang udah-udah tuh, Dipa Andika seorang financial planner, Laura Aurelia atlet Nasional, dan masih banyak lagi. Nah, dari banyak narasumber yang dihadirkan kita tinggal pilih dong yang temanya sesuai sama bidang yang kita geluti. Makannya, biar tahu infonya yuk cus ke IG-nya HomeCreditId.

Aku termasuk yang beruntung, nih karena nggak ketinggalan sharing session sama Omesh. Dia kan bahas bagaimana Pertahankan Bisnis di Saat Krisis. Sebelum ikutan IG live, aku coba cek di google tentang bisnisnya Omesh. Rupanya emang Omesh ngalamin sendiri bagaimana susahnya mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi sekarang ini. Penasaran dong sama ceritanya. Apalagi, aku kan juga berniat bikin bisnis jadi ya harus banyak belajar. Dan ternyata….

 

Homecredit Bener Banget Ngajak Omesh Ngobrol Bisnis

Pas ada yang tanya ke Omesh mendingan nyesel beli atau nyesel nggak beli, aku jadi tersadar kalau jiwa bisnisku masih harus diasah. Aku dalam hati kan milih nyesel nggak beli. Ya, dari pada beli terus nggak suka atau nggak kepakai. Apalagi kalau beli online takut barang nggak sesuai yang dikirim gitu. Dan ternyata, jawaban Omesh beda. Kata dia, “Lebih baik nyesel beli. Karena kalau nggak beli, barang itu kan bisa habis dan stoknya udah nggak ada. Tapi kalau nyesel beli, kalau barang nggak cocok bisa dijual lagi.” Kalau pas ada barang limited edition mau beli nggak ada uang, Omesh bilang bisa minta bantuan Homecredit. Kan gampang. Buat bayar cicilan, barangnya dijual lagi. “Iya juga ya,” kataku dalam hati.

Obrolan makin seru ketika Omesh cerita tentang bisnisnya yang mungkin banyak orang umum nggak tahu ya, karena memang yang melekat pada pribadinya itu seorang komedian. Ternyata di balik panggung megahnya Omesh, dia sudah belajar bisnis dari SMA dan sekarang memiliki banyak sekali macam bisnis. Salah satunya Tigrehood yaitu penyedia apparel dan riding gear. Satu lagi yang aku nggak asing adalah Bandung Kunafe.

Lah bagaimana mau laku coba, di tengah pandemi yang bikin sebagian orang sulit makan ini ya milih beli kebutuhan pokoklah dan sisanya disimpen kalau-kalau susah banget cari duit. Atau yang memang kelebihan duit ya milih beli tanaman, ikan cupang atau dekor rumah biar nggak stres selama di rumah aja. Bagaimana dengan bisnis Omesh? Ya ambruk dong. Bahkan ternyata, Trigerhood mengalami penurunan pendapatan hingga 75% sedangkan Bandung Kunafe hingga 60%. Maka dari sini aku belajar, dalam bisnis kita nggak selalu mulus. Pasti ada krikil-krikilnya. Nah, bagaimana menghadapi krikiklnya. Omesh udah jelasin di IG Live kemarin.

 

Hadapi Masalah dengan Ilmu

Menurutku, Omesh ini selain lucu tapi juga cerdas. Dia nggak serta merta menyalahkan kondisi pandemi yang menjadi biang keladi meskipun memang menjadi salah satu faktornya. Justru dari masalah ini, dia malah ingin belajar lagi ilmu bisnis. “Aku justru mau ambil S2 bisnis,” katanya. Bagi Omesh, ilmu terkait dengan bisnis itu luas banget. Mulai dari marketing, pembukuan, perencanaan, strategi, dan lain sebagainya. Semua hanya bisa didapat dengan belajar formal.

 

Passion Meledak itu Bahaya

Kata Omesh, passion itu bahan bakar. Kalau bahan bakarnya sedikit apinya juga nyalanya dikit. Tapi kalau bahan bakarnya kebanyakan, maka bisa meledak. Nah. biar nggak meledak kita perlu namanya ilmu. Ilmu digunakan untuk dasar dan tolak ukur dalam menentukan langkah pada bisnis yang dijalankan. Aku setuju banget akhirnya bisnis itu sebenarnya nggak ilmu ngawang-ngawang tapi ada teorinya yang harus kita olah dan kembangkan.

Aku jadi mengevaluasi lagi ketika mencoba bikin bisnis. Mungkin sih, aku kurang passion di bidang bisnisnya. Waktu itu, aku coba bisnis kuliner. Donat. Yah, aku kan nggak passion bikin-bikin makanan. Hancur deh. Ketika mau nyoba bisnis bidang literasi atau hukum, aku malah maju mundur. Padahal dua bidang itu sudah menempel di aku. Ternyata, setelah aku telsisik maju mundurnya itu karena aku kurang ilmu. Jadi semakin tersadar buat lebih giat belajar.

 

Sekecil Apapun Bisnismu, Berpikirlah Besar

Menurutku, seseorang bisa berpikir besar itu karena ilmu yang didapat juga. Selain pengalaman. Tapi untuk membuat sebuah pengalaman, menurutku dibutuhkan keberanian dan keyakinan. Dan yang bikin yakin serta berani itu ya ilmu. Nggak heran kalau Omesh semangat belajar bisnisnya. Karena rupanya, Omesh juga berpikir besar soal bisnisnya. Berpikir besarnya seperti apa?

Misalnya nih, mulai dari karyawan. Ketika Omesh menganggap karyawan asset untuk menjadi besar, ya dia merawatnya dengan cara bepikir ala perusahaan besar dong. Dia mikirin bonus, tunjangan, asuransi kesehatan, uang lembur, dan lain sebagainya. Recruitmen pun, Omesh menggunakan jasa HRD. Jadi Omesh benar-benar seleksi yang membantu dia membangun bisnis ini memang orang-orang pilihan.

Asah Insting dengan Ilmu

Menurut Omesh, penting banget dalam menjalankan bisnis itu menggunakan insting. Aku pribadi nyebutnya kepekaan dengan lingkungan sekitar. Setuju banget sama Omesh dengan insting kita bisa melihat peluang lebih besar. Misalnya nih, dia mencontohkan keripik singkong yang sudah ada sejak zaman dulu banget. Pertanyaannya kenapa sampai sekarang laku banget dijual?

Disitulah insting yang bermain. Produk udah jelas ada dari dulu. Gimana agar masih bisa laku? Inovasi. Peluang bisa enggaknya produk tersebut diinovasi? Ya jawabnya ada di insting. Bagaimana inovasinya? Apakah inovasi ini bisa diterima sama konsumen? Jawabannya adalah ilmu. Binis bukan pekerjaan yang dimulai lalu selesai. Omesh jelasin, kalau bisnis itu harus dikelola dan dikembangkan agar tetap bertahan. Aku menyebutnya dengan ikhtiar. Dan agar ikhtiar berjalan dengan baik harus diimbangi dengan ilmu. “Kalau tanpa keduanya namanya keajaiban Tuhan,” kata Omesh.

 

Manfaatkan Quota

“Manfaatkan Quota,” kata Omesh. Kunci dari mempertahankan bisnis di tengah pandemi sebenarnya ada disini, ini. Belajar digial marketing akhirnya jadi penting. Orang sekarang udah banyak melakukan aktiftas lewat online. Kalau mau bisnis harus bisa memanfaatkan peluang. Aku pribadi juga terbantu dengan adanya dunia online seperti sekarang ini, meskipun tinggal di kota kecil bisa merasakan rejeki kota besar. Seperti mendapatkan project menulis dari Jakarta. Alhamdulillah.

 

Persiapkan Semua

Ini sebenarnya yang paling ngena buatku. Bisnis itu, nggak bisa tiba-tiba mulai. Harus direncanakan. Rupanya, Omesh ini sudah menjadi konseptor pada bisnisnya sejak lama. Dari SMA, ketika dia bermimpi punya bisnis besar dia mulai tulis dan susun rencanya. Mulai dari seperti apa logonya, seperti apa kantornya, dan lain sebagainya. “Kalau belum punya uang untuk jalankan bisnis nggak masalah. Dikit-dikit dulu aja, lama-lama pasti ada caranya juga,” kata Omesh. Ya, aku pengen juga sih bikin bisnis. Dan kesalahanku rupanya, rencanaku hanya ada di angan. Belum aku tulis, dan belum aku rancang seperti apa. Bayanganku ya, mungkin dimulai dari sini. Nggak tahu nanti. Ternyata sampai yang nanti pun juga harus dipikirkan. Tentu saja butuh ilmu.

 

#AyoMajuBersama @HomeCreditId

Seru banget dong, IG livenya bareng Omesh 9 September 2020 lau. Emang nggak salah nih, Homecredit milih narasumber. Alhamdulillah, ilmu baru pengalaman baru semoga bisa aku terapkan kelak kalau bikin bisnis baru. Oh ya, IG Live nya ini juga ada hadiahnya loh. Jadi dapet ilmu bonus plus plus. Seru pastinya!

 

#OneDayOnePost

 122 total views,  2 views today

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

41 Comments

  • Sani

    Mas pendemi emang berat pake bgt, apalagi yg kerjanya wirausaha. Asli sepi. Tapi kita tetep berjuang biar survive. Termasuk belajar n sharing spt dengan omesh, tu sangat membantu yaa
    Pencerahan heheπŸ˜ŠπŸ™

  • Lintang

    Bener banget kalo bisnis butuh insting. Perlu menajamkan rasa dan peka sama sekitar. Ternyata omesh selain lucu juga cerdas πŸ˜†

  • Rozi

    Gak salah juga sih omesh berpikir layaknya kucing tapi insting sperti singa haha walaupun bisnisnya kecil namun harus berpikir besar dan menurut saya bisnis harus ada dalam kehidupan agar tidak menghamburkan pengeluaran dengan sia”

    • Simbok li

      Thankiss mbak ji sudah merangkum ini. Omesh bersliweran di story’ Ig, lalu akhirnya kesampaian baca rangkumannya deh. Bermanfaat sekali ni mbak ilmunya. Menarik tentang perawatan SDM ni, bahasa saya aja ya mbak. Karyawan harus benarΒ² dijaga benar

      • Sarieffe

        Setuju banget mba, bisnis itu butuh ilmu juga insting untuk melihat peluang. Selama ini sebenarnya aku juga pengen Bisnisku berkembang tapi karena kurang ilmu, aku jadi maju mundur juga untuk berinovasi

    • Erin

      Sharing bisnis yang sangat menarik, mba. Memang betul penghambat kita susah mulai bisnis karena ilmunya kurang. Seperti Omesh kita harus membuat konsep dan plannernya terlebih dahulu dengan begitu kita bisa memulainya dengan perlahan.

  • Dian Restu Agustina

    Sekecil apapun bisnismu, berpikirlah besar!! Seperti di awal artikel, ga ngira Omesh yang presenter keren pengalaman bisnisnya pun ketje. Bagus nih kampanye #AyoSuksesBersama dengan menghadirkan narasumber pilihan yang bisa membakar semangat kita untuk lebih optimis di tengah kondisi pandemi saat ini!

  • andri

    haduh, saya udah telat lihat ig live nya omesh, apakah saya masih bisa melihat prospek bisnis yang di jalankan omesh ini ? Saya sempat tergiur oleh artikel yang ditulis kak jihan diatas, mungkin untuk penilaian lanjut saya harus pantau ig kak omesh nih untuk bisnis yg sedang dikelola

  • Reyne Raea

    Paling suka dengan ‘Sekecil apapun bisnismu, berpikirlah besar”
    Ini semacam memiliki mental pebisnis yang besar, yang nggak hanya berpikir jualan laku, tapi hal-hal lain yang bikin bisnis lebih berkembang.

    Keren juga ya si Omesh πŸ™‚

  • Melina Sekarsari

    Aku pun tercengang-cengang dengan cara pandang Omesh terhadap bisnisnya. Lucu tapi jauh di atas itu, dia juga cerdas. Paling suka dengan gaya dia untuk memilih introspeksi diri dan meniatkan diri untuk menggali ilmu lebih dalam lagi lewat bangku kuliah.

    Setuju! Home Credit nggak salah pilih narasumber. Rabu besok, nonton lagi, yuk.

  • Kata Nieke

    Semangat, Jihan. Jalani saja langkah demi langkah, sambil banyak belajar. Kalau tanpa perjuangan bukan meraih mimpi namanya, Saya yakin kamu pasti bisa kok. πŸ™‚ Mimpimu juga pasti tercapai.

  • Nadella

    “Dikit-dikit dulu aja, lama-lama pasti ada caranya juga”

    Setuju nih. Kalau dipikir-pikir, ga cuma soal bisnis saja. Apapun itu, dikit-dikit aja dulu, lama-lama pasti ada caranya juga. Tapi kadang kita kelamaan mikir ya kak? Coba aja waktu mikir-mikirnya dipakai buat nyari ilmu dari teori atau praktik (pengalaman), kan labih berguna ya? Hehe, ngomong ama diri sendiri juga ni aku nya.

  • Arif R (ardintoro.com)

    Bener Sob berbisnis itu harus tangguh dan ulet meskipun sekarang masih kecil, kita harus optimis suatu saat pasti bisa besar tentunya dengan kerja keras.

    Aku pun juga berbisnis meskipun masih kecil-kecilan tetap semangat semoga suatu saat bisa besar.

  • Meykke santoso

    Mba Jihan, masa pandemi gini emang yang palingbener harus nimba ilmu banyak banyak terutama gimana caranya bisa menghasilkan uang ya mba, kayak gini nih. Fun talk yang berdaging banget bareng sama Omesh.

    • Damar Aisyah

      Betul banget statement Omesh. Bisnis itu memang gak sekali jadi. Dibangun trus jalan sendiri, bukan banget. Ngurus bisnis emang kayak ngurus bayi. Harus sabar, telaten, banyak perintilannya, harus nambah ilmu juga biar yg dirawat sehat dan tumbuh terus. Sekarang saya juga mulai berbisnis lagi. Masih naik turun tapi sudah diniatkan maju terus. Amiin

  • Asih Mufisya

    Serasa diingatkan lagi sama kalimat Omesh “manfaatkan quota”. Saat pandemi ini memang kita dipacu untuk terus beraktivitas meski dengan online, termasuk juga untuk menjalin usaha. Semoga quota yang kita miliki benar-benar bisa dimanfaat sebaik mungkin ya.

  • Mei Daema

    senangnya ya dapat sharing ilmu dari Ka Omesh, betul sekali pandemi seperti ini kita harus kreatif dan menghadapinya dengan ilmu. dan untungnya kondisi ini terjadi saat teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat sehingga kita dapat memanfaatkannya

  • Diah Alsa

    daging banget ya Mbak sharing dengan Omesh ini, berguna banget buat semua apalagi bagi yang bermimpi punya bisnis. saya pun juga gini.
    harus semangat belajar agar dapat ilmunya juga nih πŸ™‚

  • Fenni Bungsu

    Tema yang diangkat oleh Home Credit setiap minggunya melalui Fun Talk sangat bermanfaat buat kita sebagai penyemangat dan reminder kelola keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *