Jurnal Pengacara,  Wajib Tahu

Tips Membeli Tanah dari Sudut Pandang Hukum

Kata mertuaku ya, tanah merupakan aset yang memiliki nilai invertasi tak terbatas. Tapi butuh modal besar untum mampu membelinya. Disamping butuh modal, juga butuh pengetahuan agar nggak terjebak sama masalah baru. Sering kali, orang curhat ke aku beli tanah nggak malah untung tapi buntung. Eh, tanahnya ternyata masih ada sengketa waris atau gono-gini. Eh, ternyata tanahnya lagi disita bank dan mau proses lelang. Waduh-waduh, terus bagaimana? Nggak perlu khawatir. Buibu dan Pakbapak hanya perlu perhatikan tips ini :

 

1. Cek Sertifikat Tanah

Menurut pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA, pendaftaran tanah diakhiri dengan pemberian tanda bukti surat-surat sebagai tanda hak yang memiliki kekuatan pembuktian di mata hukum. Diperjelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 20 “Sertifikat adalah surat tanda bukti hak sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan.”

Penting banget sebelum kita membeli tanah, kita cek dulu sertifikat tanahnya. Apakah sudah terdaftar di Badan Pertanahan setempat atau belum. Cek juga kepemilikan dan jenis hak yang terdaftar dalam badan pertanahan setempat. Hak Atas Tanah itu ada banyak loh. Seperti Hak Milik, Hak Guna Usaha, dan lain-lain.

 

2. Cek Surat Kuasa

Sering kali, kita menemui penjual tanah tidak langsung dari pemiliknya. Ada orang ketiga yang terlibat sebagai perantara. Biasanya seperti developer atau makelar. Pastikan ada surat kuasa bahwa dia memang dikuakan pemilik tanah untuk menjual tanah tersebut. Jadi, kalau penjualnya bukan pemilik asli ya mesti hati-hati ya.

 

3. Bukan Obyek Sengketa

Nah, ini juga penting banget. Kalau tanah jadi obyek sengketa harus hati-hati. Misalnya, sengketa waris atau gono-gini. Jangan sampai kita malah dirugikan karena tanah yang kita beli masih sengket. Atau misalnya sengketa kredit macet di bank. Terus tanahnya mau dilelang. Kalaupun kita mau beli tanah lelang, pastikan segala permasalahan yang melekat pada tanah itu tuntas.

 

4. Cek Data Fisik Tanah

Ini juga peting ya. Luas ukuran dan batas tanah harus sesuai dengan data. Baik data yang terdaftar pada badan pertanahan, kelurahan, mapun sertifikatnya.

 

5. Cek IMB

IMB merupakan, izin mendirikan bangunan. Perlu diketahui, setiap bangunan harus ada izinnya. Apakah bangunan yang disertakan dalam jual beli tanah udah sesuai sama IMB-nya? Kalau belum mesti waspada.

 

Sekian….

Semoga kesampaian ya, beli rumahnya.

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *