Aset

Sertifikat Tanah Ini Wajib Diketahui Sebelum Beli Tanah!

Kapan lalu aku udah posting Tips Membeli Tanah salah satu poinnya adalah pahami sertifikat tanah yang tertera dalam surat tanah tersebut. Nah, kali bagi yang sedang memilih hunian entah itu rumah, apartemen, atau bangunan untuk kantor misalanya. Kalian perlu banget paham jenis-jenis sertifikat yang besar kemungkinannya menempel pada hunian tersebut. Apa saja :

 

Sertifikat Tanah Hak Milik

Sertifikat Hak Milik (SHM) meruapakan sertifikat hak milik tanah atau bangunan yang di dalamnya tercantum nama pemilik merupakan perorangan. SHM menunjukkan kepemilikan hak atas lahan atau tanah bersifat penuh. Sehingga SHM ini menjadi bukti kepemilikan atas lahan atau tanah yang paling kuat. Jika suatu tanah atau lahan sudah memiliki sertifikat SHM, kecil kemungkinan kepemilikannya bisa diakui pihak lain di luar nama yang tertera dalam sertifikat tersebut.

Kalau begitu apakah tanah dengan sertifikat SHM sudah tidak mungkin ada sengketa lagi? Sengketa yang menyertainya memang bisa bervariasi. Misalnya ada sangkutannya dengan gobo-gini atau waris. Namun kembali lagi siapa yang berhak atas tanah tersebut yang namanya tertuang dalam tanah tersebut. Kecuali tanah gono gini ada hal-hal lain juga yang perlu diperhatikan.

Keuntungan memiliki sertifikat ini selain kekuatan pada pembuktiannya, sertifikat ini juga bisa dijadikan anggunan kredit. Sertifikat ini secara psikologis juga melegakan. Karena jika tanah kita sudah mendapat sertifikat SHM, artimya tanah itu sah milik kita. Tidak ada orang lain yang bisa memiliki bahkan menjual.

 

Sertifikat Hak Guna Bangunan

Sertifikat Hak Guna Bangunana atau SHGB merupakan sertifikat yang hak kepemilikannya dipegang oleh negara. Lah terus bagaimana kita sebagai perorangan bisa memanfaatkannya? SHGB ini biasanya dimiliki oleh perorangan atau perusahaan badan hukum (PT) untuk mendirikan bangunan atau lainnya. Bangunan tersebut biasanya digunakan untuk kantor, apartemen,  atau keperluan komersial lainnya.

Pemegang sertifikat ini, sifat kepemilikannya terbatas. Karena kepemilikan mutlak atau penuh ada pada negara. Sertifikat Hak Guna Bangunan diatur dalam Pasal 35-40 Undang-Undang Pokok Agraria. Jika kita memiliki sertifikat ini, waktunya dibatasi 20 sampai 30 tahun. Untuk selanjutnya dapat diperpanjang setelah melewati batas waktu tersebut.

Perlu diketahui, untuk PT yang memiliki bangunan atau kantor sendiri sertifikatnya tidak bisa Hak Milik atas nama PT tersebut. Tapi harus diubah dengan Hak Guna Bangunan. Tentu batas waktu kepemilikannya juga bersifat terbatas.

 

Strata Title

Starta title mrupakan hak milik atas satuan rumah susun.  Strata Title juga bisa dikatakan sebagai hak kepemilikan bersama atas kompleks bangunan yang terdiri dari hak eksklusif atas ruang pribadi sekaligus hak bersama atas ruang publik. Namun demikian, kepemilikan yang tercantum dalam sertifikatnya bukan nama bersama atau orang-orang yang tinggal dalam apartemen tersebut. Satu kertas sertifikat strata title tertulis pemilik nama satu pemilik unit dari apartemen tersebut.

Sertifikat Tanah Aman Tidak Dalam Sengketa

Sertifikat tanah aman tidak dalam sengketa juga perlu diperhatikan. Teman-teman, bisa cek status tanah di Badan Pertanahan Republik Indonesia atau di Kantor Cabang daerah setempat. Kalau kesusahan, bisa minta bantuan notaris.

 

 

#OneDayOnePost

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *