Jurnal Keluarga,  Pengasuhan Anak

Parenting Sederhana yang Mudah Dipahami dan Dipraktikan

Menjadi orang tua itu tidak gampang. Bersyukurnya aku segera respek dan menerima tanpa drama. Jauh hari sebelum menikah, kalau ngeliat orang tua ke anaknya kaya ngasuhnya nggak becus gitu aku suka gemes. Nggak komentar sih. Cuma dalam hati bilang, “Harusnya kan gini. Aduh, cuma bisa buktiin kalau aku udah punya anak.”

Jadi, punya anak mau ngebuktiin kalau parentingmu keren? Hhhhmmm… setelah punya anak dan banyak-banyak ngikuti kelas parenting dan baca buku parenting. Ternyata praktiknya itu nggak mudah. Sekarang, kalau ada sesame Ibu lagi susah banget sama anaknya, aku berusaha untuk empati.

Saking banyaknya teori yang aku temui dan susah banget dipraktikkan. Aku nyoba pegang lima prinsip ini dulu agar tetap waras dan paham bisa lebih memilih gaya parenting mana yang bisa diterapkan. Lima prinsip tersebut antara lain :

Menyadari Tentang Diri Kita Sebagai Individu dan Orang Tua

Banyak teori yang kita pelajari, manfaatnya ada tapi mungkin kurang bisa diterapkan kalau kita tidak menyadari tentang diri kita sebagai individu dan orang tua. Menyadari diri kita sebagai individu artinya paham kebutuhan diri kita dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi emosi kita. Sehingga kita bisa lebih mengontrol diri kita sebagai orang tua. Karena susahnya jadi orang tua itu, harus lebih bisa mendengarkan meskipun kita sebagai individu juga butuh didengar.

 

Menyadari dan Menerima Setiap Kekurangan dan Kelebihan Kita dan Pasangan

Nggak ada pasangan yang sempurna. Kalau kita menuntut kesempurnaan maka sulit bagi kita untuk beryukur. Kalau sulit bersyukur bawaannya kurang. Perasaan pengennya marah terus. Akhirnya, pikiran kita jadi nggak bisa jalan saat harus mencari solusi dari permasalahan pengasuhan. Dengan menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, kita juga lebih mudah menjalin komunikasi. Sehingga setiap hal terkait pengasuhan bisa dibicarakan dengan kepala dingin.

 

Menyusun Tujuan Pengasuhan Bersama

Bapaknya bebasin pegang ponsel. Ibunya batesin. Terus anak bingung dong mau ikut yang mana. Pengasuhan itu kesepaktan bersama didasarkan pada tujuan bersama. Kalau tujuan jelas dan sepaham, maka proses menuju tujuan tersebut lebih bisa dibicarakan. Apalagi kalau ada masalah lebih bisa dicari jalan keluar.

 

Belajar Tahapan Tumbuh Kembang

Menghadapi anak usia dua tahun beda dengan menghadapi anak usia remaja. Oleh karenanya, belajar tentang tumbuh kembang anak itu penting. Agar kita paham di setiap periode pertumbuhannya kita harus bersikap seperti apa. Dan untuk menunjang perkembangan selanjutnya kita juga tahu apa yang harus di stimulasi untuk anak kita.

 

Orang Tua Harus Jadi Contoh

Terakhir dan penting. Parenting kalau dibiang sulit ya memang sulit. Pastinya, selalu ada cara, sih. Paling gampang, sadari kalau anak itu peniru yang ulung. Kalau kita ingin anak kita menjadi orang yang lebih baik dari kita maka kita juga harus senantiasa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari bersama pasangan. Ya, awali dengan memberikan contoh yang baik. Mudah, kan? Yuk, kita lakukan!

 

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

14 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *