Bisnis

Urus Legalitas Untuk Tingkatkan Modal dan Nilai Bisnis!

Iya, aku tahu urus legalitas usaha itu emang mahal banget. Ya tapi emang gitu kenyataannya kalau mau hemat waktu dan tenaga. Urus sendiri tanpa bantuan biro jasa sebenernya bisa. Tapi kalau udah diurusin biro jasa kan enak, kita tinggal mikir bisnis aja.

Kenapa sih urus legalitas. Bisnis kan ya bisnis aja yang penting cuan. Lah, cuan emang penting tapi karena kita juga mahkluk bernegara ya harus tunduk sama sistem negara ini dong. Legalitas bagian dari sistem yang negara bikin. Biar gampang kalau ngembangin bisnisnya, selain butuh laporan terkait permodalan juga butuh dong namanya legalitas. Trus kapan baiknya enterpreneur segera urus legalitas? Oke, aku jabarin dulu ya tahapan enterpreneur dari yang tanpa modal sampai modal besar.

 

1. Dropshiper

Kita bisa memulai bisnis dari sini nggak perlu stok barang. Cuma butuh quota dan kenalan suplier. Upload gambar aja di medsos atau market place, nanti yang kirim barang suplier yang kerja sama dengan kita. Pastikan bertemu suplier yang terpercaya ya.

2. Reseller

Setelah ungnya udah kekumpul untuk bisa ambil barang banyak, saatnya jadi reseller. Kita mulai stok barang. Dikit-dikit aja dulu terus untungnya diputer lagi.

3. Agen

Untungnya udah banyak dan semakin dipercaya konsumen, selanjutnya stok barang lebih banyak dan mulai bikin sistem. Ada juga yang udah mulai bimbing para reseller di jenjang ini.

4. Brand Owner

Nggak mau lagi pakai nama suplier biar makin dikenal sebagai produk yang beda. Ya bikin nama sendiri. Pastikan kualitas produk punya value unik dan sistem penjualan yang sudah teruji.

5. Bussines Owner

Udah mulai bikin sistem dari hulu sampai hilir yang udah jalan sendiri tanpa harus kita yang terjun langsung. Dan biasanya, udah mulai ternak brand dengan sistem yang teruji.

 

Urus Legalitas Untuk Peningkatan Nilai Bisnis

Memang ada kasus omsetnya reseller lebih besar dari agen. Atau omsetnya dropshipper lebih besar dari reseller. Yang jelas, izin dan NPWP harus tetap diurus dari awal. Kalau kalian sebagai brand owner, segera urus merk dagangnya.

Kenapa izin dan NPWP aku sarankan harus diurus sedari awal saat membuka usaha? Karena dua hal itu penting untuk syarat menambah modal dalam rangka mengembangkan usaha. Menjadi penguasaha, pastinya paham dong memperhitungkan laba rugi. Sehingga bisa memperhitungkan modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

Pada tahapapan level pengusaha yang aku urutkan di atas, tentu saja dalam setiap jenjang, kalau mau scale up butuh namanya  laporan perubahan modal. Tidak hanya kalau mau scale up, sih tapi juga untuk mengetahui apakah usaha ini rugi atau untung. Apa, sih sebenarnya laporan perubahan modal? Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang menyajikan data perubahan modal keuangan perusahaan dalam periode tertentu.

Cara membuatnya mudah. Awali dengan membuat laporan laba rugi. Setelah laporan laba rugi itu jadi, kita bisa susun dengan membuat laporan pemodalan. Dalam laporan pemodalan itu, perlu diperhatikan komponen yang harus ada berikut ini :

  1. Modal Awal Usaha. Berisi berapa jumlah saldo awal pada periode laporan keuangan sebelumnya. Jumlah modal ini bisa dilihat dari neraca saldo
  2. Tambahan investasi pada perusahaan jika ada, bisa dilihat dari jurnal penyesuaian.
  3. Laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan yang dilihat dari neraca lajur pada kolom laba rugi.
  4. Perubahan kebijakan yang terjadi pada akuntansi perusahaan
  5. Pengaruh adanya koreksi pada laporan keuangan periode sebelumnya dimana datanya harus disajikan secara terpisah.
  6. Dividen, dimana pembayaran dividen yang telah dikeluarkan pada periode tersebut haruslah dikurangi dari ekuitas para pemegang saham.
  7. Perubahan pada revaluasi
  8. Data prive yaitu pengambilan untuk pribadi, datanya diambil dari lajur pada neraca di sebelah kolom debit.
  9. Rugi yang dialami perusahaan, diambil dari hasil laporan perhitungan laba rugi perusahaan.
  10. Saldo akhir

 

Sumber :

  • Pemahaman Penulis
  • Website Daya.id

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *