Love

Ketika Setengah Hati Dalam Menulis

Minggu-minggu ini keimananku dalam hal menulis mulai menurun. Salah satu penyebabnya memang karena anakku lagi agak demam. Selain itu, aku dan suami berencana melakukan eksekusi rencana besar. Rasanya energi habis karena perhatian udah dicurahkan pada dua hal yang aku sebutkan itu tadi. Padahal, perjalanan Odop masih panjang. Semangat buat lulus Odop sebenarnya masih tinggi. Tapi mulai bingung apa yang ditulis lagi? Bahkan rencana untuk menulis tentang hari ini pada seri OneDayOnePost kali ini terasa gagal. Ya, kalau energinya udah keserap sama  yang lain, kesadaran menurun, dan akhirnya nggak bisa menangkap kejadian yang menarik hari ini.

 

Bagaimana Jika Keimanan Menulis Ini Turun?

Dulu, sebelum ikutan Odop, kalau lagi males nulis ya udah. Aku tutup laptop dan melakukan kegiatan lain. Tapi kali ini nggak bisa. Aku harus tetap menulis dan mengupayakan bisa membuat tulisan terbaik. Nyatanya, beberapa tulisan aku merasa gagal. Gagal ukuranku adalah, tidak menulis dengan sepenuh hati. Alias menulis dengan setengah hati. Terus bagaimana caranya biar bisa menulis sepenuh hati saat keimanan menurun?

Jujur, aku sendiri belum tahu jawaban pastinya. Tapi saat aku menuliskan tulisan ini “Ketika Sentengah Hati Dalam Menulis”, yang awalnya nggak mood. Di tengah-tengah tulisan ini mulai mood lagi. Mungkin memang harus memaksakan dulu kali ya. Kalau memang tulisan yang perlu di garap ada standar kususnya, ya mungkin nulis bebas duluuntuk sekedar mengeluarkan isi kepala baru menulis seri serius. Namanya masnuia ya, segemar-gemarnya menulis tetap akan menurun juga semangatnya.

 

Meditasi Untuk Membangkitkan Semangat Menulis Lagi

Aku pernah melakukan ini saat berhari-hari buntu dengan menulis. Padahal, ini tulisan pesanan loh. Akhirnya yang aku lakukan adalah ambil wudhu, sholat dulu minta petunjuk sama Allah. Diam dan bengong bentar sambil merasakan nafas. Habis itu minum air putih dan benar-benar merasakan kesegarannya. Baca potongan ayat Al-Quran atau buku favorit, habis itu nulis lagi. Insya Allah bisa mulai lagi menulis dengan baik lagi.

Aku ingin bercerita tentang hukum yang bisa kita rasakan di sekitar kita dan hal-hal yang membuat hidup kita jadi lebih bermakna dan berwarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *