Jurnal Karya,  Menulis

Hari Blogger Nasional, Refleksi Perjalananku

Tahun 2008, pertama kalinya aku kenal blog. Di sekelilingku ada beberapa teman sekelas SMA  yang juga ngeblog. Parahnya blogku eksis di sekuplekan itu aja. Eh, lumayan ada peningkatan di tahun berikutnya. Karena aku ikut lomba blog se-Madiun. Ya meskipun kalah nggak apa.

Makin semangat ngeblog, waktu anak osis bisa undang Raditya Dika ke sekolah. Waktu itu, lagi boomingnya kambing jantan. Sayang fotonya dicari nggak ada. Dari acara itu, aku dapet inspirasi kalau ternyata, bikin buku itu gampang dan bisa dimulai dari blog.

Tapi akhirnya ujian nasional dan tes snmptn mampu membuyarkan dunia perbloggeran zaman SMA. Ngeblog disebut-sebut menghambat kelulusan. Wkwkwkw.

Setelah berhasil mengalahkan ujian hidup yang paling berat zaman sekolah, ujian hidupku jadi berubah. Semasa kuliah galaunya mau lanjutin nulis-nulis lagi di blog atau fokus belajar hukum. Tahun 2012 tulisanku udah menang di kompasiana. Itu jadi kaya semacam pembuktian kalau aku sebenernya bisa ada di jalur perbloggeran ini. Itu emang kerjadiannya sebelum skripsi menyerang dan membuyarkan fokusku. Alhamdulillah waktu kuliah aku punya teman-teman yang bikin otak hukumku tetap kerja. Dan aku masih bisa isi majalah online dan blog kampus sebelah.

Beda aku beda Raditya Dika. Kebiasaanku menulis bukan berujung pada terbit buku tapi aku seneng bisa jadi kontributornya Tempo di tahun 2015 sampai 2016. Dan aku masih galau juga. Tetap lanjut tulis menulis atau jadi pengacara aja.

Galaunya baru berakhir di 2020. Setelah berulangkali diyakinkan sama suami kalau aku bisa lakuin dua-duanya. Yaiya, kenapa galau juga yak. Nulis di blog tentang hukum kan bisa. Malah bisa jadi personal branding.

Pinternya baru setelah nemu jodoh. Dan akhirnya, 2020 ini aku masuk lagi dunia blog, tanpa pikir panjang langsung bikin domain tld https://jurnaljihan.com. Ternyata dunia perbloggeran sekarang tambah keren. Komunitasnya banyak. Potensi cuannya juga makin oke. Dan yang penting, semoga makin bisa memberi manfaat seluas-luasnya.

Untuk menguji lagi kemantapanku di blog, aku nyoba peruntungan buat lolos ODOP akhir tahun ini. Semoga bisa lolos dan bisa lebih berkembang juga di dunia blogger. Aku mulai nggak ambil pusing mau fokus dimana. Nyatanya, sampai hari ini aku butuj blog untuk menebar cerita. Senoga bisa bermanfaat.

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *