Parenting

Tips Membersihkan Gigi Toddler

“Gi, gi, gi,” kata Adna sambil menunjuk tempat sikat giginya disimpan. Alhamdulillah, Adna sudah terbiasa dengan sikat gigi. Aku rasa dia paham kalau sikat gigi itu penting. Ya, meskipun untuk sampai tahap Adna mau sikat gigi tanpa aku minta ya prosesnya jelas drama. Yang jelas, orang tua musti sabar dan tlaten. Kebersihan Gigi Toddler, sangat penting. Meskipun masih gigi susu, orang tua sebaiknya tidak abai. Karena bagaimanapun juga, tempat yang sekarang tumbuh gigi susu akan menjadi tempat gigi permanen. Kalau gigi susunya sudah nggak bagus, nggak bisa bayangkan gigi permanennya kaya gimana.

Waktu kecil, gigiku itu jelek. Gigis. Ompong. Aku juga jarang sikat gigi. Sikat gigi sebelum tidur, hampir nggak pernah. Akibatnya, aku rasain sendiri setelah gigi permanen muncul. Aku harus bolak-balik ke dokter gigi karena ada beberapa gigi yang terpaksa dicabut agar tidak tumpuk atau biar gigi permanennya tumbuh dengan baik. Lah, kenapa nggak nunggu lepas sendiri? Kata dokternya, kalau aku nggak salah ingat ada bagian gigi permanen yang ingin muncul di sela-sela gigi yang gigis. Makannya gigi yang gigis itu harus segera dilepas biar gigi permenenya leluasa tumbuh.

Pengalaman masa kecilku itu membawaku sangat serius dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut Adna. Sejak bayi sebenarnya sudah aku biasakan membersihkan area mulut. Waktu masih bayi, aku membersihkannya menggunakan kasa yang aku balutkan pada jari. Setelah muncul gigi pertama yang sangat kecil, aku menggunakan sikat gigi jari yang terbuat dari silicon. Sejak gigi atas bawahnya mulai lengkap, aku udah ganti sikatnya dengan sikat gigi 360 derajat. Karena sikat gigi tersebut, menurutku praktis. Sekali putar atas bawah langsung kena.

 

Mengenalkan Adna Pada Sikat Gigi

Awal-awal, sikat gigi dimata Adna menarik. Apalagi setelah menggunakan odol dia tampak senang. Ya, karena bisa nyesep rasa odol yang aromanya jeruk-jeruk gitu. Tapi ya ada kalanya dia rewel pas sikat gigi. Ogah-ogah banget. Kalau kaya gitu udah aku nggak berani maksa. Takutnya malah dia trauma sikat gigi. Ya, lain kali dicoba lagi. Oh ya, aku punya beberapa cara nih agar anak usia toddler mau sikat gigi dan dengan suka rela meminta sikat gigi. Caranya yaitu :

Dicontohkan Cara Menyikat yang Benar

Anak toddler itu nggak bisa menangkap perintah yang abstrak. Otaknya hanya bisa menangkap sesuatu yang kongkret. Maka penting untuk orang tua mencontohkan dengan jelas cara menyikat gigi yang benar.

 

Sikat Gigi di Depan Cermin

Cermin bisa mendorong anak untuk fokus sikat gigi. Dari cermin, dia juga bisa melihat bagaimana dia sikat gigi. apakah gerakannya sudah betul bisa dia koreksi lewat pantulan bayangannya di cermin.

 

Kasih Vidio Sikat Gigi

Aku sering liatin Adna vidio anak sikat gigi kalau dia lagi mogok sikat gigi. Untuk Adna ini ampuh. “Lihat tuh, kakaknya sikat gigi. Adna juga, ya….,” akhirnya dia mausikat gigi.

 

Sikat Gigi Bersama Ayah Ibu

Sikat gigi bersama juga mendorong Adna semangat membersihkan gigi. Dia juga jadi paham, kalau tidak hanya dirinya yang melakukan gosok gigi tapi orang tuanya juga. Sehingga Adna jadi lebih yakin kalau kegiatan yang dia lakukan ini adalah keharusan.

 

Membaca Cerita Tentang Gigi

Bisa buibu cari buku cerita tentang merawat gigi. Biasanya anak jadi lebih suka kalau dibacakan cerita gitu.

Baca Juga :
Mengenali Emosi Anak Satu Tahun

Semangat, Buibu….

Oh ya, nggak kalah penting dan nggak boleh ketinggalan. Hindari makan makanan manis seperti coklat, es krim, dan permen. Merawat gigi toddler aja perjuangan. Jangan sampai perjuangan kita sia-sia gara-gara makanan yang serba manis. Note : jajan yang dipegang Adna nggak dimakan kok itu. Cuma digigit bungkusnya.

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *