Love

Penting Mencintai Diri Sendiri Sebelum Mencintai Orang Lain

“Jangan menikah dulu sebelum kamu tahu bagaimana cara membahagiakan dirimu,” begitu biasanya pesanku sama teman, adik atau orang yang sedang curhat soal kegalauannya menjelang pernikahan. Ya menikah bukan untuk membahagiakan diri, kan. Namun ketika kita menikah untuk membahagiakan pasangan, itu membuat  bahagia kita jadi berlipat-lipat. Lah, untuk bisa membahagiakan orang lain maka harus mampu membahagiakan dirinya sendiri.

 

Mencintai Diri Sendiri Salah Satu Bentuk Membahagiakan Diri Sendiri

Pujangga bilang, bahagia itu asalnya dari cinta. Cinta itu bentuk energi yang nggak bisa kita uraikan wujudnya. Tapi hanya bisa kita rasakan. Bagaimana merasakannya? Susah bahasannya ya. Kita harus berulang kali menguji diri kita. Apakah kita nyaman dengan posisi kita yang sekarang. Apakah kita akan menikmati prosesnya? Itulah yang sering aku tanyakan pada diriku sendiri untuk menemukan titik bahagiaku dalam hatiku sendiri. Setiap orang tentu beda dong titik bahagianya tergantung juga ruang cintanya. Bagaimana menemukan ruang cinta dalam diri sehingga bisa lebih mencintai diri sendiri?

 

Banyak-banyak bersyukur

Beryukur itu ada tiga. Besyukur lewat ucapan, bersyukur dari hati, dan bersyukur lewat tindakan. Semoga aku bisa melakukan syukur nggak hanya lewat ucapan, tapi bisa kau rasakan dalam hati sehingga nikmat melakukan suatu kegiatan atau proses yang harus dijalani. Caraku menemukan titik syukur ini dengan cara lebih melakukan refleksi dalam terhadap diri. Misalnya, beryukur diberi tubuh sehat. Maka aku memilih untuk menjaga pola makan dan olahraga sebagai bentuk rasa syukurku kepada Allah. Nyatanya, kalau kita mampu merasakan nikmat Allah juga akan menambah nikmatnya.

 

Melakukan sesuatu penuh kesadaran

“Aku sadar hari ini, aku harus pergi ke pasar jalan kaki.” Nulis kaya gitu sebenernya sadar nggak sih kalau ke pasar jalan kaki itu bikin pegel. Nah, kesadaran ini sebenarnya tumbuh dari pengalaman dan ilmu pengetahuan. Sehingga sebelum melakukan sesuatu sudah pasti paham bagaimana resiko dan dampanya. Baik atau buruk untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi kita paham betul, bahwa apa yang kita lakukan itu memang benar porsi kita.

 

Nyaman dengan proses yang dikerjakan

Tidak membuang waktu untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai menurutku juga termasuk bagian dari diri sendiri. Sekalipun memilih untuk menjadi Ibu bekerja, meskipun terlihat ribet kalau menikmati dan bahagia dengan prosesnya, netijen mau ngomong apa?

 

Kenapa Harus Mencintai Diri Sendiri Dulu?

Kita ini, hidup ibarat teko. Kalau ingin orang sekitar kita bahagia, ya kita harus mengisi gelas-gelas di sekitar kita. Tapi kalau isi air dalam teko itu habis? Teko mengisi airnya dari mana lagi? Kalau teko tahu tempat menemukan air itu, dia nggak akan kebingungan. Sama dengan kita ketika kita butuh untuk mengisi cawan hati kita. Kalau kita sudah tahu bagaimana cara mengisinya, mungkin sudah waktunya juga mengisi cawan hati orang lain. Jadi kalau dilipatkandakan rasanya bahagianya ya berlipat-lipat.

Aku ingin bercerita tentang hukum yang bisa kita rasakan di sekitar kita dan hal-hal yang membuat hidup kita jadi lebih bermakna dan berwarna

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *