Keluarga

Bangun Pagi Itu Fitrahnya Anak

“Adna bangun jam barapa setiap hari?” tanya seseorang. “Jam 5 pagi,” jawabku dengan perasaan senang. Aku bangga, loh anakku bisa bangun pagi setiap hari. Dan aku berdoa semoga ini akan menjadi kebiasaannya hingga dia tumbuh dewasa nanti. Aku termasuk yang rewel banget sama jam tidur anak. Jam tidur anak itu harus paripurna. Karena pertumbuhan yang optimal salah satunya ditandai dengan kualitas tidur yang cukup. Oke, aku lanjut cerita.

 

Alhamdulillah Aku Dikasih Petunjuk

Waktu hamil, nggak sengaja aku tuh dengerin ceramah. Aku sampai lupa ustadnya siapa dan dengerinnya dimana. Tapi isinya nancep banget di aku sampai sekarang. Intinya, bangun pagi itu sebenarnya fitrah. Fitrah artinya adalah karunia Allah yang tidak perlu diajarin. Jadi bangun pagi itu sebenarnya peristiwa natural manusia sejak bayi loh. Terus ustadnya bilang, “Padahal bangun pagi itu fitrah, sayangnya orang tuanya malas bangun akhirnya anaknya diajak tidur lagi. Keterusan sampai 12 tahun dan seterusnya.”

Dari situlah, aku mendalami lagi pentingnya bangun pagi. Paling sederhananya, bangun pagi bikin nggak ketinggalan sholat subuh. Ya wes, kalau solatnya masih bolong-bolong. Tapi nggak ingin, kan anaknya shalat bolong-bolong juga? Maka, orang tua harus punya kebiasaan sholatnya nggak bolong dan tepat waktu. Termasuk saat subuh. Salah satu cara untuk mendisiplinkan ya bangun pagi. Keuntungan yang lain adalah, bisa beraktifitas lebih pagi. Masak, bersih-bersih mandi, sarapan, tidak ada yang tertinggal meski tanpa ART. Dari bangun pagi banyak hal bisa dikerjain sebelum mulai kerja.

 

Membangun Niat

Kelahiran anak adalah kelahiran orang tua menjadi pribadi yang baru. Harapan agar anak menjadi anak yang solehah, lebih baik. dan lain-lain tidak hanya sekedar harapan saja. Tapi juga motivasi bagi orang tua untuk terus berbenah. Menurutku begitu. Prinsip dasar parentingku, nggak akan minta anak macam-macam kalau aku sendiri tidak mampu melakukannya. Aku bilang anakku harus rajin sholat. Ya akunya dulu dong yang rajin. Iya, anak peniru yang ulung. Dari situlah awal niatku ingin berubah aku lakukan.

 

Struggle di Awal

Kalian, yang sudah punya bayi pasti pernah merasakan nikmatnya begadang di malam hari. Dari situlah aku paham bagaimana cara manusia beradaptasi. Adna, yang di dalam perut nggak tahu sidang dan malam kini dia harus paham konsep itu. Aku sering katakan padanya sejak pulang dari RS, “Adna, ini malam. Malam itu gelap. Waktunya tidur. Sedangkan siang itu terang, waktunya bermain.” Tentu tidak seketika itu paham. Sejak bayi aku udah menggunakan konsep tidur mati lampu. Selain bagus untuk perkembangan otaknya, juga memudahkanku untuk mengenalkan terang gelap atau pagi malam. Masa adaptasi inilah aku ajarkan dia mengenal waktu tidur.

 

Aku Berusaha Tidak Tidur Lagi

Ternyata memang benar. Pagi, Adna selalu bangun. Awal-awal hampir setiap jam 3 selalu bangun. Apa mungkin ini pertanda ada kesempatan sholat tahajud. Tapi ternyata, dia lebih rewel saat bangun jam 3. Akhirnya, perjalanan panjang terus sampai sekarang Adna terbiasa bangun jam 05.00. Aku usahakan bangun sebelum itu agar biasa menyiapkan diri. Ayahnya pun juga.

 

Tidur Tidak Laurt Malam

Catatan penting agar anak bisa nyaman bangun pagi adalah, tidur malamnya tidak terlalu larut. Anakku 19.30 udah pules. Cepet banget. Iya, Adna minim gadget. Bukan berarti tanpa. Gadgetnya dia kurang lebih seminggu sekali aja. Dan nggak lebih dari 30 menit. Itu pun jarang. Paling sering 15 menitan. Aku biarkan dia bermain dan bereksplorasi sebelum tidur. Aku ajarkan dia tanda-tanda capek dan lelah. Akhirnya, kebiasaan biologisnya terbentuk. Kuncinya adalah semuanya dilakukan secara tertaur dan konsisten

 

Semoga Bermanfaat

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

One Comment

  • Niki Yuntari

    Wah, kebiasaan tidur nggak larut juga dipraktikan orang tua ke saya 😀
    Akibatnya saya nggak bisa begadang, soalnya sejak kecil dibiasakan jam delapan malam sudah tidur. Terbentuk deh jam biologisnya. Kalau ada tugas, saya selalu selesaikan cepat-cepat di sore hari, biar nggak mengganggu waktu tidur 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *