Jati Diri,  Jurnal Karya,  Menulis,  Personal

Kesempatan Bertemu Diri Bersama ODOP

“Gila, sehari postingan satu artikel?” kataku dalam hati waktu Mbak Maria yang ternyata panitia seleksi Odop menawariku untuk gabung. Sempat gregetan juga kok nawarin emak-emak yang masih baru punya anak dan sok sibuk pula buat posting sehari satu tulisan. Sebenarnya tawaran itu masih terus ada dalam pikiran. Sambil mengingat masa lalu yang sehari nulis 13 angle aja bisa masak sekarang enggak. Bahkan masa laluku di mana aja bisa menulis bermodalkan ponsel masak sekarang enggak bisa. Mikir lagi profesiku satunya juga masih belum terlalu sibuk. Oke aku gabung….

 

Rencana Awal, Praktiknya Nggak Mulus

Waktu minggu pertama ikutan seleksi ODOP, diberi tugas untuk menulis strategi lolos odop. Disitu aku menulis akan konsisten menulis di malam hari untuk di kumpulkan kesokan harinya. Ternyata malah nulis malam itu juga dan dikumpulin malam itu juga. Iya, banyakan gitu. Beberapa postingan aja yang sesuai rencana. Tetap disyukuri aku bisa sampai sini.

Hikmahnya adalah, aku jadi lebih semangat menata rutinitas anakku dan aku sendiri agar lebih disiplin. Kebetulan anakku 18 bulan. Dia lagi ngalamin masa transisi kebiasaan. Salah satunya jam tidurnya berubah. Otomatis biar kami bisa klob ya harus saling menyesuaikan jadwal. Intinya gini, jangan sampai aku berhenti kerja pas anakku tidur. Dia kan juga punya kebutuhan buat main denganku. Maka kita temukan namanya rutinitas.

Menemukan Diri Sendiri

Menulis setiap hari selama dua bulan, tentu ada jenuhnya juga. Ada rasa ingin istirahat aja. Kadang sampai tulisan itu rasanya kering karena diketik seadanya yang penting bisa kumpulin aja. Sebenarnya kalau tulisan kering, menurut mentorku di tempat kerja lama disuru banyak-banyak baca sastra, lihat film, dan meditasi. Aku memilih lihat film biasanya. Tapi film pendek agar tidak memakan waktu.

Dari latihan setiap hari konsisten menulis inilah, akhirnya aku mulai bisa menggali tentang kekurangan dan kelebihanku dalam menulis. Aku juga jadi tahu tulisan tentang apa yang paling nyaman aku tulis. Aku juga semakin yakin dengan kemampuan menulisku. Aku merasakan ada energi yang kuat di bidang literasi dalam ODOP ini. Ya, dengan mereka-mereka bulum pernah saling tatap, tapi energinya terasa. Energi untuk menulis, berbagai manfaat untuk kehidupan yang lebih baik.

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *