Bisnis,  Jurnal Karya

Sedikit Tentang Hak Kekayaan Intelektual Penghargaan Sebuah Karya

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HKI merupakan bagian dari benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil).

Pada prinsipnya, HKI merupakan pengharagaan atas karya seseorang atau sekolompok orang yang berhari-hari mereka mempelajari sesuatu hingga menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehdipan. Dasar pemikiran HKI sendiri, diawali dengan perkembangan budaya Eropa pasca-zaman kegelapan (Dark Age) yang didominasi oleh kewenangan gereja sebagai pusat kegiatan budaya dan proses pengambilan keputusan strategis. Secara historis, hak kekayaan intelektual pertama kali muncul di Venezia, Italia pada tahun 1470 di mana persoalan paten menjadi perdebatan sengit. Tercatat pada saat itu terdapat penemuan yang luar biasa seperti yang dilakukan oleh Galileo, Caxton, Archimedes, dan beberapa ilmuwan serta seniman besar lainnya. Pada prinsipnya, penemuan yang ciptakan pada masa itu mulai diatur dan diberikan hak monopoli atas penemuan mereka.[1] Hak monopoli disini maksdunya adalah hak eksklusif yang diberikan pencipta agar tidak ada yang penjiplakan ide, atau mengambil keuntungan dari karya orang lain.

 

Seberapa Penting HKI?

Tentu saja penting. Bisa dikatakan bahwa HKI disini melindungi pencipta atau produsen agar orang lain tidak sewenang-wenang dalam mengexplorasi karyanya. Hal ini menimbang bahwa dalam hal menciptakan suatu karya cipta yaitu buku, lagu, foto, program komputer, dan lain-lain yang sejenisnya membutuhkan waktu yang tidak singkat dan pengerbonan berupa pikiran, waktu dan tenaga sangatlah disayangkan jika pada akhirnya diplagiat atau ada yang mengambil keuntungan secara tidak manusiawi. Oleh karenanya, setelah dicetuskan oleh Italia, Inggris mengikuti kemudian disusul oleh Amerika Serikat dan berbagai negara yang lain.

Dalam perkembangannya di Indonesia, HKI sendiri dibagi dalam dua macam yaitu Hak Cipta dan Hak Industri. Sesuai dengan UU No. 19 tahun 2002 Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi Hak Paten, Hak Merk, Hak Rahasia Dagang, Desain Industrial, Desain Tata Letak dan Sirkuit Terpadu, yang kesemuanya diatur dalam Undang-Undang yang berbeda.

HKI pada dasarnya sangat penting bagi perkembangan suatu negara. Sistem pasar yang diiringi dengan HKI akan dapat dikontrol perluasannya. Di satu sisi HKI melindungi pencipta, di sisi lain mendorong kreatifitas masyarakat untuk terus berinovasi. Pentingnya inovasi dan kreatifitas inilah nantinya akan menciptakan produk-produk unggulan yang mampu membawa Indonesia ke dalam dimensi cemerlang dalam sistem perdagangan dunia.

Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual sama saja dengan mencuri hak orang lain. Misalnya, yang marak terjadi adalah pembajakan buku. Seharusnya dari pencipta mendapat keuntungan lebih dari bukunya tersebut, justru teryata yang lebih banyak mendapatkan keuntungan adalah pihak yang melakuakn plagiat.

 

HKI Stimulus Berkarya

HKI sendiri, juga bisa dikatakan sebagai suatu stimulus untuk mendorong masyarakat Indonesia ini berkarya. Lahirnya HKI adalah untuk melindungi karya dan memacu untuk berkarya. Bukan untuk kesombongan semata yang memposisikan ilmu pengetahuan sebagai hasil karya yang eksklusif dan tidak setiap orang bisa menikmati. Memang akan terjadi dilematis antara hasil karya yang dilindungi sehingga orang lain tidak bisa menikmati dan ilmu serasa jadi sesuatu yang sulit untuk dicari serta perlindungan atas aktualisasi diri yang dilakukan dengan penuh pengorbanan dari seorang yang gemar berkarya dan meneliti. Untuk hal ini, pemerintah seharusnya bisa mengatur lebih baik lagi. Bagaimana Kekayaan Intelektual bisa dilindungi tanpa menghalangi orang lain untuk sulit mempelajari.

Pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual sangatlah penting. Penekanannya, siapa lagi yang nantinya yang menghargai karya anak bangsa ini kalau bukan karena adanya pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual? Dan bayangkan jika anda yang membuat karya tersebut, masihkah merasa adil saat orang lain mengambil keuntungan dari karya anda? Itulah PR kita untuk merenungkannya agar kita bisa menghargai hak sesama. Terutama dalam hal ini adalah Hak Aatas Kekayaan Intelektual.

[1] Sejarah Dan Perkembangan HKI Indonesia, http://www.greasy.com/.Agus Sardjono, Accessed:

11/10/2010 08:10

Ibu satu anak yang lahir tahun 90'an. Menulis tentang keseharian sebagai Ibu dan berbagi sudut pandang sebagai praktisi hukum. Tertarik dengan isu dan gaya hidup perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *