Hukum Keluarga

Mau Nikah Sama Bule? Pahami dulu ini, yuk!

Yakin nih, mau nikah sama bule? Coba dipikir-pikir dulu. Cinta itu kan bukan sekedar perasaan yang meluap-luap di dada gitu ya…. Kalau aku definisikan cinta itu serangkain informasi, pemahaman yang dicerna oleh logika kemudian membuat kita berpikir sampai hormon-hormon terkedik melewati syaraf-syaraf yang menimbulkan reaksi kimia pada tubuh kita sehingga memunculkan perasaan itu sendiri. Wah, panjang banget ya perjalanan perasaan ini.

Bener, nih udah niat banget nikah sama bule? Udah cinta banget gitu kah? Coba simak penjelasnku ini, ya…

 

Nikah Sama Bule =Perkawinan Campuran

Di Indonesia sendiri pernikahan beda kewarganegaraan (nikah sama bule) disebut dengan perkawinan campuran. Dimana, perkawinan campuran ini diatur Pasal 57 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tersebut menyatakan : “Yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-Undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia”. Selain diatur dalam UU Perkawinan, pernikahan beda kewarganegaraan ini juga diatur dalam UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, dan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

 

Konsekuensi Nikah Sama Bule

Nikah sama bule itu, ada konsekuensinya loh. Jadi nggak semata-mata enaknya aja. Kalau menurut peraturan, akibat hukum dari nikah sama bule (perkawinan campuran itu antara lain :

  1. Indonesia tidak mengenal istilah kewarganegaraan ganda. Jadi jika WNI dan WNA menikah, keduanya dapat memperoleh kewarganegaraan dari pasangannya atau kehilangan kewarganegaraannya sesuai UU 12/2006 (Pasal 58 UU Perkawinan jo. UU 12/2006). Ada ketentuan penjabaran lebih lanjut terkait hal ini.
  2. Perkawinan campuran, tidak serta merta mendapatkan izin tinggal bahkan sampai kewarganegaraan berubah. Setelah 2 tahun menikah dengan WNI, WNA harus memiliki Izin Tinggal Tetap. (Pasal 54 ayat (1) huruf b dan c UU 6/2011 jo. PP 31/2013)
  3. Apabila menganut sistem harta bersama, maka hak WNI untuk memiliki tanah di Indonesia hilang. Jika ingin dimunculkan lagi, harus ada perjanjian pisah harta.

 

Apakah Pengurusan Dokumennya Rumit?

Bisa dibilang memang pengurusan perkawinan campuran di Indonesia itu rumit. Mulai dari jenjang birokrasinya sampai urusan dokumen administrasi. Seorang WNA, yang ingin menikah dengan WNI harus memiliki surat izin menikah atau status dari warga negara bersangkutan yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Untuk WNA perempuan tentunya harus disiapkan wali nikah yang siap hadir dan disahkan oleh lembaga berwenang. Belum lagi soal kepengurusan izin tinggal. Bule atau WNA hanya akan bisa mendapatkan Izin Tinggal Tetap di Indonesia setelah dua tahun menikah dengan WNI. Dan disitu, WNA harus tanda tangan surat integritas kemudian pihak imigrasi juga melakukan surve kelayakan tempat tinggal.

 

Kenapa Harus Begitu, Sih?

Kita ambil positifnya saja. Ketentuan ini bisa jadi dibuat untuk melindungi aset tanah agar tidak dengan mudah dikuasai asing. Kemudian positifnya juga untuk melindungi WNI terutama WNI perempuan agar tetap bisa mempertahankan hak-hak miliknya di negaranya sendiri jika ke depan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Jadi, apapun kerumitannya kita ambil positifnya aja ya…

Gimana masih mau nikah sama bule?

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

12 Comments

  • Erly Damayanti

    Wah ternyata ada banyak aturannya, memang pasti negara sudah memikirkan segalanya itu sebabnya disahkan aturan seperti itu. Dulu pas muda pengen sih nikah sama bule, tapi makin dewasa makin enggan karena perbedaan budaya dan sebagainya.

    • Jamilatul Istiqomah

      Dulu waktu SD SD pernah kebayang pingin nikah dgn bule. Lihat di TV kalau bapaknya bule, anaknya pasti cantik dan ganteng hihihi tapi segampang itu ya bayanganku waktu itu gak sampe kalau ada urusan negara jg plus urusan ortu setuju atau tdk, karena ortu ku masih memegang pedoman kalau memilih mantu salah satunya dilihat keturunannyq bibit, bebet, bobot. Sebelum menikah harus diselidiki dulu rumahnya lalu nanya2 tetangga2nya tentang sifat2nya sll hihi bayangin kalau bule mau nanya tetangganya siapa ya heheh

  • Beaufo

    Tahun ini fokus ke pendidikan dahalu, belum mikir nikah sama siapa pun. kalau nikah sama bule, saya lebih memilih teman saya yang di japan. namanya Niki chan, dia baik. sangat baik.

  • Yuni BS

    Yah, kalau jodohnya memang harus bule ya kenapa nggak? Hehehe..

    Sesulit apa pun kalau sudah jodoh ya semoga dimudahkan.

    Lho emang sudah ada calon bulenya?

    Ya belum. Kan saya bilang kalau. Hehehe…

    Anyway, terima kasih atas informasinya. Kadang ada orang yang suka abai sama urusan dokumen.

  • Icha Marina Elliza

    Tetanggaku ada yang nikah sama bule Jerman kak. Pantesan aja setiap dia beli tanah selalu minta adiknya yang bikin surat atas nama adiknya.
    Pulang ke Indonesia juga gak bisa bolak-balik lagi semenjak Corona. Kabarnya di sana mengalami beberapa kali lock down.

  • Bang Doel

    Untung udah laku sama orang ‘lokal’ #eh Jadi gak mengalami kerumitan kalo harus nikah sama bule. Tapi pernah liat beberapa kali ada teman yang deket sama bule, tapi pas mau nikah mereka terbentur aturan begini. Dua-duanya gak mau ribet, ya udah batal nikah.

  • wahyuindah

    hahahaha… saya lebih suka produk lokal mbak. jadi nikahnya sama orang sini aja. kalau bule gak deh. banyak pertimbangan. salah satunya ya kerumitannya tadi. hehe

  • Ari Santosa Pamungkas

    Bener banget, rumit, Aku inget pas masih d Thailand, ketika ada farang (foreigner, maksudnya) ingin menikahi warga Thai, bule tsb harus mempunyai income yang gede banget plus musti bisa menyanyikan lagu kebangsaan Thai lho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *