Life

Waspada Bahaya Anemia Defisiensi Zat Besi Saat Hamil

Bahaya Anemia Defisiensi Besi tidak bisa disepelekan. Untung saja, waktu hamil aku segera mendapat pendampingan dari puskesmas sekitar tempat tinggalku. Aku melakukan serangkaian tes kesehatan sampai akhirnya menunjukkan bahwa hemoglobinku belum mencapai titik normal Ibu hamil.  Akhirnya aku diberi semacam treatment untuk menaikkan kadar hemoglobin ini demi mendukung pertumbuhan janin dan membantu meminimalkan resiko kelahiran.

Sebenarnya, asupan suplemen yang baik mampu mengurangi potensi anemia defisiensi zat besi pada Ibu hamil. Zat besi pada Ibu hamil dapat mengurangi resiko saat persalinan termasuk resiko pendarahan. Selain itu kadar zat besi pada Ibu hamil juga berperan penting dalam penyerapan nutrisi untuk calon bayi sehingga membuat si calon bayi tumbuh lebih baik. Aku beruntung mendapatkan edukasi ini di awal kehamilanku sehingga aku bisa melakukan atisipasi sedini mungkin.

Untuk Ibu hamil sendiri, dalam tubuhnya membutuhkan kadar zat besi normalnya di angka 11 g/l. Pertanyaannya adalah, kenapa seseorang tidak bisa memenuhi angka normal kebutuhan zat besi dalam tubunya tersebut? Lanjut baca ya…

 

Nyaris Anemia Defisiensi Zat Besi Saat Hamil

Pada trisemester pertama kehamilanku dulu, aku langsung cek kondisi tubuhku di laboratorium Puskesmas terdekat. Pada waktu itu akhirnya ditemukan angka 10,00 g/dl untuk kondisi hemoglobin. Ternytata selisih 1 g/l dari angka normal ini saja, rupanya akan menjadi masalah jangka panjang untuk calon bayi apabila tidak segera diatasi. Mengetahui itu, aku segera ambil tindakan untuk memenuhi kadar zat besi dalam tubuhku. Makanan dengan nutrisi yang seimbang aku perhatikan untuk menunjang asupan dan penyerapan zat besi agar optimal.

Aku begitu mengapresiasi usaha Puskesmas utamanya di daerah tempat tinggalku untuk memenuhi nutrisi zat besi Ibu Hamil demi kesehatan lintas generasi. Setelah cek laboratorium dan ternyata aku ada potensi anemia defisiensi besi, Puskesmas pun memberikan tablet penambah darah dan biskuit bernutrisi satu box. Semuanya aku dapatkan secara GRATIS, dong! Bahkan kalau habis diperbolehkan untuk minta lagi. Ini merupakan salah satu usaha pemerintah juga untuk mengurangi Anemia Defisiensi Besi untuk Kesehatan Lintas Generasi.

Selain mendapatkan tablet dan biskuit dari Puskesmas, di rumah pun aku juga berusaha mengkonsumsi sayur dan lauk pauk yang tinggi zat besi didampingi makanan yang kandungannya mampu membantu penyerapan zat besi agar lebih optimal. Tidak lupa susu pertumbuhan untuk Ibu hamil juga rutin aku konsumsi. Intinya, aku mengusahakan yang terbaik untuk calon bayiku nanti sejak dalam kandungan.

 

Baca Juga :
Memulai Jadi Ibu dengan Operasi Caesar

 

Dampak Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil

Aku sadar betul, anemia defisiensi besi ini memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka pendeknya tentu berpengaruh dalam proses kelahiran. Sedangkan jangka panjangnya, adanya potensi stunting pada calon bayi. Tentu aku ingin itu terjadi pada anakku. Menurutku, pemahaman tentang dampak anemia defisiensi besi ini harus dikampanyekan agar setiap dari kita waspada dan bisa melakukan tindakan perbaikan sedini mungkin.

Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGk dokter spesialis Gizi klinik pada Indonesian Nutrition Association pada saat perayaan Hari Gizi Nasional bersama Danone Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association yang ditayangkan dalam chanel youtube Nutrisi Bangsa, menyebutkan dampak anemia defisiensi besi Ibu Hamil itu sangat serius. Mulai dari pre eklamsia, prematur, gangguan pertumbuhan janin, gangguan fungsi jantung, peredaran pasca melahirkan, sampai infeksi. Berikut penjabaran dari dampak kekurangan zat besi pada Ibu Hamil :

Pre eklamsia

Pre eklamsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang disertai adanya protein dalam urine. Biasanya terjadi dengan gejala seperti sakit kepala berat, sesak napas, tekanan darah tinggi, sampai gangguan penglihatan. Gejala ini muncul biasanya memasuki kehamilan usia 20 minggu.

Prematur

Prematur merupakan kelahiran sebelum minggu ke 37 atau sebelum tanggal lahir ditetapkan. Bayi yang lahir prematur biasanya ada bagian-bagian tubuh yang belum sempurna sehingga butuh tindakan medis lebih lanjut.

Gangguan Pertumbuhan Janin

Gangguan pertumbuhan janin, hanya bisa dideteksi lewat USG. Biasanya ciri-cirinya adalah berat badan bayi dalam janin kurang, air ketuban sedikit, dan pergerakan janin lemah.

Gangguan Fusngsi Jantung

Perubahan fisiologis pada kehamilan, sering kali memicu keluhan yang mirip dengan penyakit jantung. Tentu saja, ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi makan makanan yang bergizi.

Pendarahan pasca Melahirkan

Saat melahirkan, terlebih melahirkan normal pasti mengeluarkan darah. Tapi apakah darah yang keluar wajar atau tidak? Apabila darah keluar secara berlebihan tentu Ibu membutuhkan darah dari pendonor. Kalau ini bisa diantisipasi dengan mencukupi kadar zat besi dalam tubuh, tentu masalah pendarahan ini bisa dihindari.

Infeksi

Zat besi memiliki peran penting dalam menjga imunitas tubuh. Zat besi juga penyokong pembentukan sel darah putih yang akan memerangi infeksi. Kurang zat besi, membuat tubuh menjadi lesu dan mudah terserang infeksi.

 

Memperhatikan Asupan Mencegah Anemia Defisiensi Zat Besi Saat Hamil

Memang ada banyak faktor terjadinya anemia defisiensi besi ini. Termasuk faktor sosial, demografi, dan juga faktor penyakit kronis dalam tubuh. Namun, yang paling penting harus diperhatikan adalah faktor asupan. Asupan memiliki peran penting dalam mengatur kadar hemoglobin dalam tubuh kita. Asupanlah yang akan bekerja untuk mempengaruhi kadar zat besi dalam tubuh kita. Asupan yang bernutrisi mampu menyetabilkan zat besi dan menambah daya tahan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGk dokter spesialis Gizi klinik pada Indonesian Nutrition Association pada saat perayaan Hari Gizi Nasional bersama Danone Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association yang ditayangkan dalam chanel youtube Nutrisi Bangsa menjelaskan bahwa makanan yang mengandung zat besi itu terbagi menjadi dua macam yaitu heme dan non heme. Apa bedanya?

Zat besi heme, yang terkadung dalam protein hewani ini penyerabannya lebih mudah dibandingkan dengan zat besi non heme yang terkadung dalam protein nabati. Zat besi heme bisa saja langsung diserap dalam tubuh. Sedangkan Zat besi non heme, harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu agar mudah diserap dalam tubuh. Asupan zat besi non heme ini, penyerapannya  akan ditingkatkan oleh Vitamin C yang kita konsumsi. Itu mengapa, vitamin C memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh kita. Sedangkan, folifenol, fitat, dan tanin akan menghambat peningkatan kadar zat besi dalam tubuh kita sehingga makanan yang mengandung zat tersebut harus dihindari.

Karena dampaknya sangat mengkhawatirkan, maka penting bagi Ibu Hamil untuk memperhatikan asupan dan penyerapan zat besi pada makanannya. Aku sendiri juga melakukan itu. Alhamdulillah usahaku untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuhku saat hamil 2018-2019 lalu, tidak sia-sia. Pada trisemester ketiga kehamilanku, aku kembali melakukan cek laboratorium. Hasilnya membuat senyum pada bibisku merkah. Tertulis angka 11 g/l dalam laporannya. Meskipun di angka minimal, aku tetap bersyukur karena mampu mengupayakan kecukupan zat besi untuk calon bayiku saat lahir nanti. Sayangnya, laporan hasil cek laboratorium terakhir itu hilang sehingga aku tidak bisa menunjukkan gambarnya disini.

Jadi, solusi yang bisa kita ambil selain menambah jumlah konsumsi makanan yang mengandung zat besi juga makan makanan yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi dan mengurangi makan makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi.

 

Danone Indonesia Turut Serta Mengatasi Masalah Gizi di Indonesia

Arif Mujahidin (Corporate Communications Director Danone-Indonesia) pada saat perayaan Hari Gizi Nasional bersama Danone Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association yang ditayangkan dalam chanel youtube Nutrisi Bangsa, memaparkan bahwa Grup Danone merupakan perusahaan multinternasional yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman. Perjalanan Danone di Indonesia cukup panjang. Bermula di tahun 1954, Indonesia dan PBB mendirikan NV Saridele yang berubah nama menjadi PT Sarihusada. Pada tahun 1987 Nutricia Indonesia Sejahtera didirikan untuk fokus menyediakan produk-produk berbasis riset untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Bergabungnya PT Sarihusada dan Nutricia Indonesia Sejahtera di tahun 2018, menjadi cikal bakal Danone Indonesia dengan nama Danone Specialized Nutrition.

Sedangkan di bidang air minum kemasan berawal dari PT Golden Misisipi yang menjadi pionir air minum kemasan Aqua pada tahun 1973. Kemudian, pada tahun 1998 Danone Group dan Aqua Group menjalin kerja sama strategis. Hingga saat ini, Indonesian Danone Group terus berkembang sebagai pionir Industri makanan di Indonesia dengan 20 pabrik dan lebih dari 15.000 pegawai yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Berbagai merk dagang di bawah naungan Grup Danone Indonesia dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bernutrisi di Indoensia.

Program Kesehatan Danone Untuk Indonesia

Danone Indonesia, turut serta mengatasi masalah gizi Indonesia. Arif Mujahidin (Corporate Communications Director Danone-Indonesia) pada saat perayaan Hari Gizi Nasional bersama Danone Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association yang ditayangkan dalam chanel youtube Nutrisi Bangsa mengatakan bahwa masalah gizi di Indonesia bukan hanya soal kurangnya kemampuan ekonomi. Tapi didominasi oleh kurangnya edukasi atau pemahaman terkait gizi.

Danone Indonesia mengambil peran terkait edukasi gizi ini. Kegiatan Danone Indonesia begitu luas tersebar di berbagai belahan Indonesia dan menyasar semua golongan. Mulai dari anak-anak hingga masyarakat dewasa. Antara lain yang sudah dilakukan yaitu:

Aksi Cegah Stunting

Danone Indonesia bersama FK UI dan Kementrian Desa, bergotong royong dengan Desa setempat dalam menurunkan stanting. Hasilnya, bisa menurunkan stunting hingga 4,3% dalam 6 bulan. Fokus Danone Indonesia yaitu perbaikan sistem rujukan bagi anak-anak gizi buruk, penguatan peran fasilitas kesehatan, hingga memprioritaskan intervensi gizi kusus bagi mereka yang beresiko tinggi mengalami stunting.

Kampanye Isi Piringku

Kampanye ini mempromosikan konsumsi gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk anak usia 4-6 tahun melalui guru dan orang tua. Sekarang sudah melibatkan 4.000 guru & 4.0000 siswa PAUD di 8 provinsi dan 44.000 Ibu.

Ayo Minum Air (Amir)

Program ini merupakan program untuk meningkatkan kebiasaan minum air 7-8 gelas sehari. Program ini sudah melibatkan lebih dari 700.000 siswa PAUD tersebar di 5 provinsi di Indonesia.

Warung Anak Sehat

Merupakan program edukasi untuk Ibu-ibu pengelola kantin sekolah agar menyediakan jajanan untuk anak sekolah yang sehat dan higienis. Program ini melibatkan penjual di kantin, guru, dan juga orang tua. Hingga saat ini sudah terbentuk 235 agen Warung Anak Sehat (WAS) yang aktif mengelola kantin sehat di sekolah.

Generasi Sehat Indonesia (Gesid)

Program Gesid ditujukan kepada kalangan remaja agar lebih sadar tentang kesehatan dan gizi remaja. Program ini telah menjangkau 2.000 siswa di 5 SMP dan 5 SMA.

Taman Pintar

Danone Indonesia selama bertahun-tahun telah mendungkung 4 fasilitas opendidikan yang fokus pada kesehatan dan gizi di Taman Pintar Yogyakarta yang selalu dikunjungi lebih dari 1 juta pengunjung per tahunnya.

Duta 1000 Pelangi

Memberikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang masalah gizi dan kesehatan dalam 1000 hari pertama kehidupan. Danone membekali karyawan berupa pelatihan dan pengetahuan tentang gizi seimbang  serta materi lainnya berkaitan dengan nutrisi 1000 hari pertama kemudian menjadikan mereka sebagai duta.

 

Mengawal Tumbuh Kembang Anakku Bersama Danone

Sejak hamil, aku selalu mengupayakan untuk menjaga asupan dan penyerapan nutrisi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anakku. Akhir April 2019, bayi mungilku lahir dengan selamat tanpa ada gangguan dan masalah sedikitpun. Pada kesempatan ini, aku mengucapkan terimakasih pada Danone atas produk unggulannya untuk Ibu Hamil yaitu Lactamil yang menemani perjalanan kehamilanku. Bahkan sampai menyusui pun aku masih mengkonsumsi Lactamil yang kini disempurnakan dengan formula ACTIDuobio+ yang dikembangkan dengan riset berpengalaman lebih dari 40 tahun. Dengan rasa yang enak, produk ini kaya akan nutrisi yang menunjang asupan dan penyerapan zat besi untuk Ibu sejak masa kehamilan hingga menyusui.

Tahun 2021 ini, anakku menginjak usia 2 tahun. Persiapan sapih sudah aku mulai sejak usianya 18 bulan lalu. Akhir-akhir ini aku mulai mengenalkannya dengan susu pertumbuhan. Kembali aku pilih produk Danone Specialized Nutrition dengan merk dagang Nutrilon Royal karena memiliki kandungan Kombinasi Emas ActiDuoBio+ untuk bantu perkuat ketahanan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil.

Sekian ceritaku tentang bagaimana ikhtiarku mengatasi bahaya Anemia Defisiensi Besi pada masa kehamilanku dan hasil belajar bersama Danone Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association yang ditayangkan dalam chanel youtube Nutrisi Bangsa untuk acara Hari Gizi Indoneia.

Alhamdulillah menjalang dua tahun usia anakku, kini dia tumbuh aktif, ceria, dan sehat. Ikhtiarku belum tuntas, perjalananku menemani tumbuh kembang anakku masih panjang. Terimakasih untuk Danone Indonesia yang menemani perjalanku ini dalam memenuhu nutrisi untuk kebaikan anakku nanti dan kontribusnya dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan masyarakat Indonesia.

Sumber :

Tayangan Youtube Nutrisi Bangsa

Pengalaman Pribadi

Website Nutricia

Aku ingin bercerita tentang hukum yang bisa kita rasakan di sekitar kita dan hal-hal yang membuat hidup kita jadi lebih bermakna dan berwarna

7 Comments

  • astin

    Menjadi ibu hamil adalah hal yang menyenangkans ekali ya. Tubuh menjadi lebih patuh dan lebih terkontrol asupan dan nutrisnya juga diperhatikan sekali.

    Jadi zat besi itu sebetulnya bisa diperoleh dari protein hewan dan nabati juga ya? dan lebih bagus diambil dari protein hewani.

  • Evhy

    Banyak juga ya resiko kekurangan zat besi pada ibu hamil. Memang kalau hamil harus banget memperhatikan gizi dan nutrisi ibu supaya nutrisi caban bayi bisa terpenuhi

  • Risalah Husna

    Penting banget buat tau soal anemia. Karena kalau sampai ibu hamil kena anemia, bisa bahaya banget ke janin. Efek jangka panjangnya juga bisa kena ke bayi yang nanti dilahirkan. Asupan nutrisi yang baik, adalah kunci.

  • Julia

    Ternyata zat besi sangat dibutuhkan tubuh ya. saya sendiri tidak pernah fokus mememuhi nutrisi yg mengandung zat besi. tapi sudah komplit sih isi piringku 50% sayur buah, 25% protein 25% karbo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *