Hukum Keluarga

Berpikir Untuk Adopsi Anak? Begini Caranya!

Wina (nama samaran) bersama pasangannya, ingin melakukan adopsi anak setelah 11  tahun menikah tidak kunjung dikaruniai seorang anak. Wina baru paham, ternyata persyaratannya nggak mudah. Dia harus mendapat rekomendasi dari dinas sosial terlebih dahulu. Selain itu, dinas sosial rupanya juga punya syarat kusus bagi pasangan yang ingin melakukan adopsi anak.

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan! Emang iya, ya adopsi anak itu susah? Kalau dibilang susah, ya gimana ya pemerintah kan juga ingin melindungi anak Indonesia dari bahaya perdagangan anak, niatan yang tidak baik, dan lain sebagainya. Jadi kalau memang ingin melakukan adopsi anak, sahabat Jihan bisa simak pemaparan ini dulu, ya.

Sebelum adopsi anak, perlu diketahui ketentuan mengenai adopsi anak diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak (PP No. 54 Tahun 2007). Berdasarkan  Pasal 1 angka 2 PP No. 54 Tahun 2007 tersebut, menyebutkan adopsi atau pengangkatan anak merupakan perbuatan hukum mengalihkan anak dari orang tua dan/atau wali yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. Pada dasarnya proses adopsi dilakukan untuk kepentingan anak, agar anak mendapatkan perlindungan dan bisa hidup sejahtera. Lalu bagaimana caranya?

 

Baca Juga :
Status Anak di Luar Perkawinan Sah

 

 Prosedur Melakukan Adopsi Anak

Adopsi anak, bisa dilakukan dengan cara adat maupun sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jika dilakukan secara adat istiadat, biasanya ada semacam upacara atau prosesi adat sesuai dengan adat setempat. Sedangkan, adopsi menurut peraturan perundang-undangan dibagi menjadi dua yaitu adopsi secara langsung dan adopsi melalui lembaga pengasuhan anak. Berikut prosedurnya :

Adopsi secara langsung

Calon orang tua yang sudah memenuhi kriteria kusus atau dianggap layak untuk melakukan adopsi, bisa langsung mengajukan permohonan izin pengasuhan kepada kepala Instansi Sosial Propinsi dalam kertas bermaterai dengan melampirkan persyaratan administratif yaitu:

Syarat administrative calon anak

  • Copy KTP orang tua kandung/wali yang sah/kerabat calon anak
  • Copy kartu keluarga orang tua calon anak
  • Kutipan akta kelahiran calon anak

Syarat administrative calon orang tua

  • Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Pemerintah
  • Surat keterangan Kesehatan Jiwa dari Dokter Sepsialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintah
  • Copy akte kelahiran calon orang tua angkat
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian setempat
  • Copy surat nikah/akta perkawinan calon orang tua
  • Kartu keluarga dan KTP calon orang tua
  • Copy akte kelahiran calon anak
  • Keterangan penghasilan dari tempat kerja calon ornag tua
  • Surat izin dari orang tua kandung/wali yang sah/kerabat di atas kertas bermaterai
  • Surat pernyataan tertulis di atas kertas bermaterai yang menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak
  • Surat penyataan jaminan calon ornag tua secara tertulis di atsa kertas bermaterai yang menyatakan bahwa seluruh dokumen yang dilakukan adalah sah dan sesuai fakta yang sebenarnya
  • Surat pernyataan secara tertulis di atras kertas bermaterai yang menjelaskan bahwa calon orang tua akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak
  • Surat pernyataan tertulis dia tas kertas bermaterai yang menjelaskan bahwa calon orang tua akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan mempehatikan kesiapan anak
  • Surat rekomendasi daie kepala Instansi Sosial Kabupaten/Kota
  • Surat Keputusan Izin Pengangkatan Anak yagn dikeluarkan oleh Kepala Instansi Sosial Propinsi

Persyaratan asministratif tersebut diatas yang berupa copy harus dilegalisir oleh lembaga yang menerbitkan dokumen atau lembaga yang berwenang sesuai dnegan peraturan perundang-undangan. Setelah mengajukan persyaratan di atas, pihak dinas sosial akan melakukan hal-hal di bawah ini :

  1. Kepala Instansi Sosisal Propinsi/Kabupaten /Kota menugaskan Pekerja Sosial Propinsi/Kabupaten/Kota untuk melakukan penilaian kelayakan calon orang tua
  2. Permohonan diajukan kepada kepala Instansi Sosial Propinsi melalui Instansi Sosial Kabupaten/Kota
  3. Kepala Instansi Sosial Kabupaten/Kota mengeluarkan rekomendais untuk dapat diproses lebih lanjut ke propinsi
  4. Kepala Instansi Sosial Propinsi mengeluarkan Surat Keputusan tentang izin Pengangkatan Anak untuk dapat diproses lebih lanjut di pengadilan. Pengajuan ini dilakukan oleh calon orang tua atau kuasanya dengan mendaftarkan permohonan pengangkatan anak ke pangadilan.
  5. Setelah penetapan pengadilan keluar dan proses pengangkatan anak selesai maka orang tua asuh melapor dan menyampaikan salinan ke Instansi Sosial dan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabuaten/kota
  6. Selanjutnya Instansi Sosial mencatat dan mendokumentasikan serta melaporkan pengakatan anak tersebut ke Departeman Sosial RI

Jadi, prosesnya memang panjang ya. Dengan aturan ini, pada dasarnya pemerintah juga sedang melindungi anak dari ancaman-ancaman perdagangan, dan segala bentuk niat jahat kepada anak. Ya memang Wina harus melalui proses ini untuk bisa melakukan adopsi anak. Kemudian adopsi anak juga bisa dilakukan melalui lembaga pengasuhan. Prosedurnya aku jabarkan di bawah ya.

 

Adopsi melalui lembaga pengasuhan anak

Proses adopsi dilakukan terhadap anak yang berada dalam Lembaga Pengasuhan Anak. Proses adopsi, diawali dengan pengajuan calon orang tuadengan mengajukan permohonan izin pengasuhan anak kepada Kepala Instansi Sosial Propinsi diatas kertas bermaterai dengan melampirkan semua persyaratan administrative calon anak dan calon orang tua sebagai berikut:

Syarat administratif calon anak

  • Copy KTP orang tua kandung/wali yang sah/kerabat calon anak
  • Copy kartu keluarga orang tua calon anak
  • Kutipan akta kelahiran calon anak

Syarat administrative calon orang tua

  • Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Pemerintah
  • Surat keterangan Kesehatan Jiwa dari Dokter Spesialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintah
  • Copy akte kelahiran calon orang tua
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisisn setempat
  • Copy surat nikah/akta perkawinan calon orang tua
  • Kartu keluarga dan KTP calon orang tua
  • Copy akta kelahiran calon anak angkat
  • Keterangan penghasilan dari tempat bekerja calon orang tua
  • Surat pernyataan persetujuan calon anak dia atas kertas bermaterai bagi anak yang telah mampu menyampaikan pendapatnya dan/atau hasil laporan Pekerja Sosial
  • Surat izin dari orang tua kandung/wali yang sah/kerabat di atas kertas bermaterai
  • Surat pernyataan di kertas bermaterai yang menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbauk bagi anak dan perlindungan anak
  • Surat pernyataan akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminatif sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak di atas kertas bermaterai
  • Surat pernyataan dan jaminan calon orang tua di atas kertas bermaterai yang menyatakan bahwa seluruh dokumen yang diajukan adlah sah dan sesuai dengan fakta yang sebenarnya
  • Surat pernyataan bahwa calon orang tua akan memberitahukan kepada anak angkat mengenai asal usulnya dan ornag tua kandungnya dengan mempertimbangkan kesiapan anak
  • laporan sosial mengnai anak dibuat oleh Pekerja sOsial Kembaga Pengasuh Anak atau surat keterangan dari calon orang tua mengenai kronologis anak hingga berada dalam asuhan mereka
  • surat penyerahan anak dari ornag tua/wali yang sah/kerabat kepada rumah sakit/kepolisian / masyarakat yang dilanjutkan dengan penyerahan anak kepada Instansi Sosial
  • surat penyerahan anak dari Instansi Sosial kepada Lembaga Pengasuhan Anak
  • surat kepurtusan kuasa asuh anak dari Pengadilan nkepada Lembaga Pengasuhan Anak
  • laporan sosial mengenak calon orang tua dibuat oleh Pekerja Sosial Instansi sosial propinsi dan Lembaga Pengasuhan Anak
  • surat keputusan izin asuh dari Kepala Instansi Sosial
  • laporan sosial perkembangan anak dibuat oleh Pekerja Sosial Instansi Sosial dan Lembaga Pengasuhan Anak
  • surat rekomendasi dari Kepal Instansi Sosial Kabupaten/Kota
  • Surat Rekomendasi pertimbangan perizinan pengangkatan anak dari Tim PIPA daerah dan
  • Surat Keputusan Izin untuk pengngkatan anak yang dikeluarkan oleh Kepala Instansi Sosial Propinsi untuk ditetapkan di pengadilan

Setelah semua syarat di atas siap, lengkap, dan sempurna barulah Instansi sosial melakukan pemeriksaan sebagai berikut :

  1. Kepala Instansi Sosial Propinsi menugaskan Pekerja Sosial Propinsi dan Pekerja Sosial Lembaga Pengasuhan Anak untuk melakukan penilaian kelayakan calon orang tua dengan melakukan kunjungan rumah kepada keluarga calon orang tua
  2. Kepala Instansi Sosial Propinsi mengeluarkan Surat Izin Pengasuhan Semantara
  3. Pekerja Sosial melakukan bimbingan dan pengawasan selama pengasuhan sementara
  4. Calon orang tua mengajukan permoonan izin pengangkatan anak kepada Kepala Instansi Sosial Propinsi di atas kertas bermaterai
  5. Pekerja Sosial dari Instansi Sosial Propinsi dan Pekerja Sosial Lembaga Pengasuahan Anak melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui perkembangan calon anak selama diasuh oleh calon orang tua
  6. Kepala Instansi Sosial Propinsi membahas hasil penilaian kelayakan calon orang tua dan memeriksa serta meneliti berkas/dokumen permohonan pengangkatan anak dalam forum Tim Pertimbangan Pengangkatan Anak di Propinsi
  7. Kepala Instansi Sosial mengeluarkan surat unutk izin pengangkatan anak agar dapat diproses lebih lanjut di pengadilan, pengajuan dilakukan oleh calon orang tua atau kuasanya dengan mendaftarkan permohonan pengangkatan anak ke pengadilan
  8. Apabila permohonan pengangkatan anak ditolak, maka anak anak dikembalikan keada Lembaga Pengasuhan Anak
  9. Setelah terbitnya penetapan pengadilan dan selesai proses pengangkatan anak, calon orang tua melapor dan menyampaikan salinan tersebut ke Instansi Sosial dan ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil kabupaten/kota
  10. Kepala Instansi Sosial mencatat dan mendokuentasikan serta melaporkan pengangkatan anak tersebut ke Departemen Sosial RI.

 

 

Kriteria Kusus Calon Orang Tua yang Melakukan Adopsi

Tadi sempat aku singgung ya, tentang syarat yang harus dipenuhi calon orang tua untuk melakukan adopsi anak. Apa saja sih syaratnya? Berdasarkan ketentuan Pasal 13 PP No. 54 Tahun 2007, syarat yang harus dipenuhi sebagai calon orang tua yaitu:

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Berumur minimal 30 (tiga puluh) tahun dan maksimal 55 (lima puluh lima) tahun
  3. Memiliki agama yang sama dengan calon anak yang akan diadopsi
  4. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan
  5. Berstatus menikah minimal 5 (lima) tahun
  6. Tidak merupakan pasangan sejenis
  7. Tidak atau belum memiliki anak atay hanya memiliki satu orang anak
  8. Dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial
  9. Memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orang tua atau wali anak
  10. Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak
  11. Adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat
  12. Telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 (enam) bulan, sejak izin pengasuhan diberikan, dan
  13. Memperoleh izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial

Oh ya, syarat di atas merupakan syarat calon orang tua Indonesia yang ingin mengadopsi anak Indonesia. Kalau ada calon orang tua WNA ingin mengadopsi anak Indonesia ataupun sebaliknya calon orang tua WNI ingin mengadopsi anak WNA ada syarat kususnya. Nanti ya aku jelaskan di postingan berbeda.

 

 

Kriteria Khusus Calon Anak yang Akan Diadopsi

Anak yang akan diadopsi juga harus memenuhi kriteria kusus sesuai dengan Pasal 12 PP No. 54 Tahun 2007 diantaranya:

  1. Anak belum berusia 18 (delapan belas) tahun
  2. Merupakan anak terlantar atau ditelantarkan
  3. Berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga bpengasuhan anak
  4. Memerlukan perlindungan khusus

Terkait dengan usia, secara umum anak dengan usia dibawah 6 (enam) tahun merupakan prioritas utama untuk diadopsi.  Selain itu anak dengan usia 6 (enam) tahun sampai usia dibawah 12 (dua belas) tahun yang memiliki alasan mendesak untuk dilakukan adopsi. Selanjutnya anak berusia 12 (dua belas) tahun sampai dengan berusia dibawah 18 (delapan belas) tahun selama anak tersebut memerlukan perlindungan khusus.

 

Berniat Melakuan Adopsi Anak?

Semoga informasi yang aku kutip dari Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 110/HUK/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak ini bisa bermanfaat untuk Sahabat Jihan yang ingin melakukan adopsi anak ya.

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

9 Comments

  • yuntango

    Wah ternyata banyak juga ya syarat dan prosedurnya. Nanti kalau ada teman/kerabat saya yang mau adopsi anak, saya coba rekomendasikan artikel ini ke mereka. Thank you, Mbak infonya.

  • Mechta

    Terima kasih sharing infonya. Satang sepertinya masih banyak yg blm faham hal ini dan masih melakukan adopsi anak hanya berdasarkan kekeluargaan saja ya.. Semoga makin banyak yg faham san menerapkannya hingga meminimalisir munculnya masalah di kemudian hari ya..

    • Hidayah Sulistyowati

      Aku nyaris adopsi anak karena ingin nambah anak lagi dan kebetulan ada anak pekerja suami, dia merasa bebannya makin berat. Tapi sebelum proses hukum, ada kerabat nya yang keberatan, jadi gagal deh. Memang prosedur nya panjang dan banyak banget yang harus dipenuhi agar bisa mulus jalan adopsi seorang anak

  • Raja Lubis

    Aturan-aturan dan persyaratan adopsi anak ini sekilas seperti ribet, tapi kalau dibaca dengan seksama sebetulnya untuk kemaslahatan kedua belah pihak baik itu si orangtua atau pun anak yang diadopsi. Karena ya adopsi anak ini nggak bisa sembarangan.

    Terima kasih atas sharing dan informasinya.

  • Rhoshandhayani

    ooh begitu ya
    aku baru tahu kalau syarat-syaratnya cukup banyak
    ya gimana nggak banyak, lahwong tanggungjawabnya juga gede
    menjaga dan membesarkan anak yang bukan anak kandung
    membesarkannya sepertii anak sendiri
    pengorbanannya harus lebih luar biasa

  • Andina

    Wah sangat detil penjelasannya, mba. Memang harus dipikirkan matang bagi calon orangtua kalo mau adopsi anak ya.

    Ternyata terpampang jelas pasangan yang bisa adopsi anak bukan pasangan sejenis sampai ada poinnya sendiri

  • Momtraveler

    Cukup banyak ya persyaratannya mbak tapi memang harus gini sih karena adopsi anak bukan perkara enteng. Tanggung jawab dunia akhirat. Saudaraku juga ada yg sudah melalui semua tahapan di atas. Anak adopsinya skr udah kuliah udah kaya anak sendiri aja alhamdhulilaj bahagia selalu. Thabks sharingnya mbak

  • Yuni BS

    Ternyata emang nggak mudah adopsi anak ya. Teman kantor yuni ada yang sudah lama menikah, tapi sampai sekarang belum dikaruniai anak. Jadi, yuni sempat menyarankan untuk adopsi anak saja.

    Eh, dia bilang bahwa mengadopsi anak itu banyak sekali syarat-syaratnya. Kalau pun mau adopsi anak dia lebih memilih merawat anak saudaranya gitu.

    Kali ini, yuni memahami mengapa dia mengatakan itu rumit.

  • Ira Hamid

    Ternyata adopsi anak secara legal itu gak mudah yaa, Mba, banyak syarat yang mesti dipenuhi oleh calon orang tua. tapi saya setuju dengan hal ini agar mereka yang mengadopsi adalah yang benar-benar serius ingin mengurus dan merawat si anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *