Life

KKN di Pulau Pengasingan Kusta. Inilah Potret Kusta di Indonesia

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan, tujuh tahun yang lalu aku mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Pulau Pengasingan Kusta di Indonesia saat zaman Belanda. Tepatnya di Pulau mandangin Kecamatan Sampanng Madura. Apa tidak takut tertular?Sekitar awal tahun 2014. Aku beserta tiga orang temanku, melakukan pantau lokasi KKN di Pulau Mandangin. Dari Surabaya, kami mengendari mobil melewati Jembatan Suramadu kemudian berhanti di Pelabuhan Tanlok, Sampang, Madura. Dari pelabuhan itu, kami naik perahu kecil menuju pulau kecil di Selat Madura bernama Pulau Mandangin. Kabarnya, pulau ini dulu menjadi tempat pengasingan penyakit lepra dan kusta di zaman Belanda.

Sebelumnya, dosen kami sempat melakukan penelitian tentang kehidupan di Pulau yang memiliki luas kurang lebih sekitar 1,65 meter dengan jumlah penduduk sekitar 3000 orang. Sebutan bahwa Pulau Mandangin merupakan pengasingan Kusta itu ternyata sudah dahulu kala. Sekarang kusta disana sudah bersih dan tidak ada sama sekali. Seorang mantri di Pulau Mandangin yang aku lupa siapa namanya mengatakan kasus Kusta di mandangin terbilang sudah aman. Bahkan cerita itu sudah menjadi bagian dari masa lalu Mandangin yang berangsur sudah mulai dilupakan. Maka dari itu, tidak ada rasa ketakutan bagiku dan teman-temanku untuk KKN disana.

 

Potret Kusta di Indonesia

Beberapa hari yang lalu, aku mengikuti talk show yang diselenggarakan oleh NLR Indonesia berkolaborasi dengan KBR. Acara yang bertajuk “Melihat Potret Kusta di Indonesia”  diselenggarakan dengan mengangkat isu kusta di masyarakat agar tidak terjadi  salah presepsi tentang penyakit kusta itu sendiri. Kusta ini memang penyakit sudah lama sekali. Bahkan hampir di setiap kitab umat bergama menyebutkan tentang penyakit kusta ini.  Sebelumnya, NLR di ruang acara KBR juga meluncurkan program “Suara Untuk Kusta (SUKA)” yang bertujuan untuk menghilangkan stigma kusta di masyarakat.

Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat ke-3 penderita kusta tertinggi di dunia. Tentu saja pemerintah tidak tinggal diam mengatasi permasalahan ini. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, menargetkan Indonesia bebas kusta di tahun 2020. Rupanya memang masih ada kendala dalam melakukaan pemberantasan ini. Data terakhir menunjukkan  masih ada kurang lebih 17.000 kasus kusta yang tersebar di Indonesia.

Mengeal Lebih Dekat Tentang Kusta

Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium  leprae. Penularan penyakit kusta ini, biasanya melalui saluran pernapasan atau hidung. Meskipun tergolong menular, bakteri kusta tidak bisa serta merta langsung menular begitu saja. Ada masa inkubasi bakteri yang berkisar antara dua tahun sampai lima tahun. Bahkan ada yang 10 tahun. Hal itu, dipengaruhi oleh frekuensi interaksi, pengobatan yang dilakukan, sanitasi, hingga daya tahan tubuh. “Dari 100 orang bisa saja yang tertular hanya 5 orang. Dan dari 5 orang tersebut, bisa saja hanya 2 orang yang sakit. Jadi potensi menularnya memang sangat kecil,” tegas dr. Udeng Daman, selaku Technical Advisor Program Pengendalian Kusta NLR Indonesia.

Gejala Awal Kusta

Pengobatan lebih dini, sangat dianjurkan untuk menghindari kusta yang lebih parah. Oleh karenanya, mengenali gejala awal sangat penting. Kita bisa mengenali penyakit kusta dari adanya bercak kulit berwarna kemerah-merahan atau keputih-putihan yang tidak gatal, tidak berasa, dan tidak berkeringat atau berambut. Gejala yang menunjukkan kelainan pada kulit tersebut pelu diwaspadai agar tidak berlanjut.

Berikutnya adalah gejala pada syaraf dengan ciri-cicinya yaitu merasakan kesemutan dan nyeri pada anggota badan atau muka, kemudian telapak tangan dan telapak kaki mulai mati rasa, otot pada tangan dan kaki mulai melemah, luka pada telapak tangan dan kaki yang tidak kun jung sembuh, dan yang paling parah adalah kelopak mata tidak bisa menutup dengan sempurna.

 

Tipe-tipe Kusta

Ada dua tipe kusta yaitu tipe yaitu pausibasiler (PB) dan multibasiler (MB). Tipe PB disebut juga dengan kusta kering karena membuat kulit penderita yang menunjukkan gejala kusta kering dan bersisik, akibat tidak berkeringat. Pada jenis kusta ini, jumlah bakteri Mycobacterium leprae pada kulit juga sangat sedikit atau bahkan tidak ditemukan sehingga dianggap tidak menular. Sebaliknya, tipe MB merupakan kusta basah, karena bentuk kelainan kulit tampak merah mengkilat seperti basah. Pada jenis ini, terdapat banyak bakteri Mycobacterium leprae pada kulit sehingga sangat mudah menular. Berikut perbedaan dua tipe kusta yang ada :

 

Bahaya Kusta Jika Tidak Kunjung Diobati

Kusta menjadi masalah serius. Apabila tidak kunjung diobati, kusta bisa menyebabkan cacat tubuh. Bahkan tidak hanya masalah fisik saja yang diderita pengidap kusta. Masalah sosial juga perlu diperhatikan. Karena penderita kusta sering kali dihadapkan dengan masalah sosial sebagai berikut :

  • Merasa tidak ada harapan dan mencoba bunuh diri
  • Bercerai, setelah didiagnosa Kusta
  • Lebih suka menikah dengan sesama penderita kusta
  • Diasingkan bahkan sampai dikeluarkan dari sekolah
  • Tidak akan kembali lagi ke keluarganya
  • Lebih suka tinggal di tempat penampungan

 

Kusta Bukan Kutukan. Kusta Bisa Diobati

Konon katanya, penyakit kusta itu sulit disembuhkan. Bahkan orang yang berpenyakit kusta sering kali dikucilkan bahkan diasingkan. Bahkan di zaman Nabi Isa pun, kusta sudah ada. Dan Allah memberikan izin kepada Nabi Isa untuk bisa menyembuhkan kusta.

Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta (QS. Ali ‘Imran: 49).

Kusta sudah diteliti oleh para ahli dari waktu ke waktu sehingga sudah ditemukan obat dan cara pengobatannya. Kata dr. Udeng, pengobatan kusta yang terbagi menjadi dua macam sesuai jenis kustanya itu sendiri. dr. Udenng menyebutkan, untuk tipe kering lama pengobatannya kurang lebih sampai 6 bulan dengan 2 macam obat. Sedangkan tipe basah, lama pengobatannya kurang lebih 12 bulan dengan 12 dosis secara terus menerus tanpa jeda. “Pengobatan harus lengkap tidak boleh berhenti,” tambah dr. Udeng. Penjelasan dr. Udeng tersebut, sesuai dengan keterangan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Sumber : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Pulau Itu Kini Sudah Bebas Kusta

Waktu aku KKN di Pulau Mandangin, penyakit kusta sudah jarang ditemukan. Bahkan sama sekali tidak ada. Pendudukpun sudah melupakan tentang pengasingan kusta di pulau mereka dahulu kala. Penting, bagi kita semua untuk memperhatikan bahwa penyakit kusta ini memang bahaya. Tapi, bukan berarti penderita kusta harus dikucilkan. Mereka harus kita bantu untuk pemulihan dengan obat yang sudah ada.

Oleh karenanya, pemahaman tentang kusta begitu penting. Agar tidak terjadi salah paham di masyarakat. Untuk mengetahui lebih lengkap infoemasi tentang kusta, bisa disimak Talkshow di YouTube berita KBR atau follow akun-akun media sosial KBR untuk mengikuti isu-isu sosial lainnya. Baca juga artikel kesehatan dan event lainnya di jurnaljihan.com.

 

 

 

Aku ingin bercerita tentang hukum yang bisa kita rasakan di sekitar kita dan hal-hal yang membuat hidup kita jadi lebih bermakna dan berwarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *