Film

Drakor Law School : Bikin Kamu Paham Kenapa Harus Belajar Hukum

 

"Sebagai profesor yang mengajar hukum kriminal, aku tak pernah mengatakan pada muridku bahwa hukum itu adil. Yang membuat hukum itu adil adalah, keputusan hakim yang didasari pada asumsi tidak bersalah dan pembuktian pada hukum. Itu yang kukatakan pada muridku! Aku harap pengadilan, menunjukkan pada calon penegak hukum masa depan tentang arti sesungguhnya membuat keputusan yang adil. Tolong tunjukkan dengan contoh!" -------- Profesor Yang di drakor Law School.

Kalau baca review-review yang beredar tentang drakor Law School ini, kebanyakan bilang ini sebuah drama korea tentang teka-teki kematian seorang profesor di sebuah kampus fakultas hukum di Korea. Kalau aku menafsirkan, ini drama bukan sekedar pengungkapan teka-teki pembunuhan aja tapi tentang bagaimana menjadi seorang penegak hukum yang memiliki integritas. Tidak mudah tentunya. Aku menyadari itu. Drakor ini menyajikan hal yang sangat realistis terjadi di lingkungan kampus hukum yang aku alami sendiri.

Berangkat dari karakter-karakter mahasiswa hukum yang dimunculkan dalam drama tersebut. Hampir semua tipe mahasiswanya ada. Masuk fakultas hukum karena dari keluarga berlatar belakang hukum, pernah mengalami peristiwa hukum, ambisi mengejar nilai agar diterima di kantor hukum tenama, atau sekedar masuk aja tanpa tujuan dan akhirnya menemukan teman-teman yang ngasih semangat untuk bisa bertahan belajar hukum.

Memutuskan belajar hukum dan masuk fakultas hukum itu, sebenarnya bukan suatu proses yang mudah. Untuk menjadi orang yang sukses di bidang ini, tidak hanya diperlukan pemahaman menyeluruh tentang peraturan perundang-undangan tapi juga integritas yang menjadi prinsip penting seperti yang ditunjukkan oleh Prof Yang dalam drakor Law School. Bagiku, drakor ini mengajarkan tentang bagaimana karakter calon penegak hukum dibentuk saat dihadapkan pada kasus yang begitu nyata yang terjadi di kampusnya.

 

Baca Juga :
Menelaah Karya Film Pendek Cream dan Tilik dari sisi Hukum

 

Kematian Prof Seo drakor Law School, Hanyalah Penggerak dari Tiap Karakter dalam Menyelami Hukum itu Sendiri

Episode pertama langsung dikejutkan dengan kematian salah satu profesor yang menjadi sebuah pertanyaan apakah ini pembunuhan ataukah bunuh diri. Jika ini pembunuhan, siapakah pembunuhnya? Begitulah kira-kira teka-teki yang disuguhkan di awal. Inilah yang memantik pembelajaran hukum di Universitas Hankuk terutama untuk kelompok belajar Kang Sol jadi makin seru. Saat Profesor mereka yang begitu galak tapi sangat idealis ditetapkan sebagai tersangka, salah satu dari mereka terpantik untuk membuktikan bahwa Prof. Yang tidak bersalah.

Di kala pengungkapan kasus kematian Prof Seo ini, muncul kasus-kasus lain yang saling berkaitan satu sama lain. Teman-teman kelompok belajar Kang Sol yang awalnya menyimak kasus hanya sekedarnya, menjadi ikut terlibat dan makin tergerak untuk menyuguhkan bukti-bukti akurat dari kasus ini.

Sepanjang cerita, kita dibuat penasaran. Karena bisa saja kita mengikuti opini satu tokoh atau tokoh lain yang membuat kita menebak-nebak siapa pelakunya. Tapi bagaimanapun juga titik beratnya adalah apa bukti-bukti yang bisa disuguhkan. Terlebih ketika jaksa banyak melewatkan bukti-bukti penting dalam menetapkan Prof. Yang sebagai terdakwa. Apalagi, ada tendensi dari penegak hukumnya sendiri. Sehingga beberapa bukti pun ditutupi.

Apakah hukum bisa adil? Pernyataan Prof Yang pada sidang terakhir teka-teki kematian Prof Seo (yang aku ketik di awal artikel ini) bikin merinding sampai bercucur air mata. Iya, kadang hukum itu berkesan nggak adil. Hukum selalu punya celah untuk dipermaikan bagi yang punya kepentingan. Tapi hukum sebenarnya adil dengan asas praduga tak bersalah dan juga hukum pembuktian. Dan yang harus ditekankan adalah nurani atau karakter penegak hukum itu sendiri.

 

Prof Yang Sebagai Sosok Penegak Hukum Ideal

Bisa dibilang karakter Prof Yang ini karakter paling sempurna dalam menegakkan hukum di sepanjang cerita drama Law School. Dia menjadi orang yang paling konsisten dari episode 1 sampai 16 meskipun perannya sebagai penegak hukum berubah-ubah. Maksudku berubah-ubah adalah, pertama Prof Yang digambarkan pernah menjadi jaksa. Ada sedikit kilas balik digambarkan dalam drama tersebut, Prof Yang berani tidak menuntut terdakwanya karena memang pembuktian menunjukan terdakwa tersebut tidak bersalah.

Kedua, setelah jadi jaksa dia menjadi dosen yang sangat tegas dengan mahasiswanya. Ketiga, dia menjadi terdakwa yang meskipun didampingi pengacara, rupanya dia punya cara sendiri dalam membela dirinya sendiri. Prof Yang tidak serta merta menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah karena dia paham, hanya pembuktian materi pada persidanganlah yang membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Keempat, saat Jeon Ye-seul dituduh melakukan kekerasan pada pacaranya, Prof Yang menjadi pengacaranya. Disini aku semakin paham, yang diperlukan dalam menjadi penegak hukum adalah sepaket mental dan pemahaman hukum itu sendiri. Ya, ketika argumen Prof Yang begitu kuat dalam membela Jeon Ye-seul sedangkan Ye-seul sendiri masih kalut dengan perasaannya, Prof Yang membangkitkan Jeon Ye-seul dengan cara menujukkan bagaimana caranya membela dirinya sendiri dalam persidangan dengan pemahaman hukum yang diberikan saat kuliah.

Kelima, yang nggak kalah menarik adalah saat Prof Yang berperan menjadi korban. Ini paling gokil, nggak usah aku spoiler. Lima peran yang dijalankan Prof Yang dalam drakor itu dikemas dengan karakter yang sangat konsisten dari episode 1 sampai 16. Integritasnya begitu tinggi. Bahkan nggak tahu lagi, di dunia nyata ada enggak ya. Karena emang sempurna banget gitu. Antara integritas dan pemahaman hukum itu benar-benar sepaket lengkap dikemas pada karakter Prof Yang dan itu membuat dia selalu teguh dengan sikapnya. Sedangkan tokoh lain banyak yang karakternya berubah. Terutama si mahasiswanya ini.

 

Bertumbuh Sebagai Mahasiswa Hukum Sebelum Menjadi Penegak Hukum

Aturan bisa aja berubah. Tapi nurani nggak pernah salah. Itu yang aku yakini selama belajar hukum. Dapatnya dari profesorku waktu kuliah dulu. Belajar hukum, selain membentuk pemahaman hukum juga membentuk karakter. Dan karakter itu, nggak bisa didapat dari hanya baca pasal-pasal dalam aturan aja. Karakter itu dilatih dan dalam drakor Law School ini, karakter mahasiswanya dilatih dengan adanaya kasus-kasus yang nyata terjadi di lingkungan kampus mereka dan melibatkan mereka sendiri serta orang-orang terdekatnya.

Setiap mereka punya motif kenapa mengambil jurusan hukum. Seperti yang aku katakan tadi masuk fakultas hukum karena dari keluarga berlatar belakang hukum, pernah mengalami peristiwa hukum, ambisi mengejar nilai agar diterima di kantor hukum tenama, atau sekedar masuk aja tanpa tujuan dan akhirnya menemukan teman-teman yang ngasih semangat untuk bisa bertahan belajar hukum. Kemudian alur cerita dan pergolakan setiap tokoh dalam Law School ini, membuat mahasiswanya jadi lebih menemukan tujuan mengapa sekolah hukum. Sampai akhirnya ada yang merasa tak pantas berada di bidang ini karena telah melakukan kesalahan fatal sebagai calon penagak hukum.

 

Kenapa Kamu harus Belajar Hukum?

Ketika pertanyaan itu muncul saat awal aku masuk fakultas hukum, alasanku kenapa belajar hukum adalah karena permintaan orang tua. Aku berangkat dari latar belakang keluarga yang membuatku terus bertanya sepanjang menjadi mahasiswa tentang apa makna hukum sebenarnya. Bagiku pribadi, tanpa memahami makna aku tidak akan memahami tujuan. Dari masuk fakultas hukum karena desakan orang tua, berubah menjadi karena nggak mungkin lagi harus ganti jurusan.

Sederhananya, kalau nggak mau ganti jurusan ya mau nggak mau harus kerja keras. Kalau ingin sukses di bidang ini ya harus rajin belajar dan dapat nilai yang baik. Itu aku lakukan saat menjadi mahasiswa dulu. Dan karakternya dalam Law School ini juga ada. Belajar hukum dengan tujuan dapat nilai baik supaya mudah mendapat pekerjaan di bidang ini rupanya tidak cukup kuat untuk bisa bertahan. Ada tujuan yang lebih dalam lagi adalah mengamban tanggung jawab sebagai penegak hukum.

Tujuan menjadi penegak hukum seperti jaksa, pengacara, wartawan hukum sekalipun, ataupun hakim tiba-tiba muncul dibenakku dalam perjalananku menjadi mahasiswa. Itu membuatku bilang, nilai aja nggak cukup. Bisakah aku menjadi penagak hukum yang berintegritas? Akhirya aku berlatih dengan hal-hal yang aku hadapi baik dalam berorganisasi saat di kampus ataupun saat magang. ya, aku dulu memilih magang di LBH kampus. Cukup membantu untuku memahami hukum yang lebih nyata.

Begitu aku jadi wartawan dan dihadapkan banyak kasus hukum secara nyata, akupun makin paham bahwa mengambil peran dalam bidang ini memang diperlukan sepaket keilmuan hukum yang mumpuni serta integritas dan keteguhan hati yang tinggi. Dan itu hanya bisa didapatkan ketika menghadapi masalah hukum secara nyata. Inilah yang bikin Law School jadi unik. Ceritanya mampu membawa tokoh-tokohnya untuk menemukan esensi dari belajar hukum itu sendiri. Dari kasus-kasus yang dihadapi mereka belajar bagaimana membentuk karakter yang teguh dan memiliki prinsip dalam menegakkan hukum yang adil.

 

Drakor Law School : Karena Hukum Nggak Akan Pernah Adil

Buatan manusia itu tidak akan pernah sempurna. Begitu pula hukum. Ingat, yang bikin hukum juga manusia biasa. Hukum pasti punya celah untuk diputar balikkan sehingga menjadi rancu mana sesungguhnya fakta manan yang rekayasa. Sehingga untuk menjadi kuat diperlukan fakta yang benar-benar bisa dibuktikan secara nyata dan nurani untuk mengatakan yang sejujur-jujurnya. Itulah hukum yang sempurna. Yaa… aku berterimakasih sama drakor Law School sudah mengajarkan dua hal penting ini yang bisa aku bawa untuk menjalankan profesi yaitu pertama fakta yang bisa dibuktikan secara logis serta nyata dan yang kedua nurani yang sejujur-jujurnya.  Dua hal penting yang harus digaris bawahi sebagai penegak hukum yang ditetaknkan pada drakor tersebut. Sebenarnya, masih ada yang lain-lain. tapi, ini dulu aja ya…. sampai jumpa.

 

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

13 Comments

  • Imawati Annisa Wardhani

    Hai Mbak Jihan, masih ingat saya nggak? Wkwk..
    Inspiring banget ya drakor ini sepertinya untuk para sarjana hukum yang pernah merasakan gimana sekolah hukum dan gimana setelah terjun ke dunia kerja.

    Nonton acara live Mbak Jihan bareng Drakor Class kemarin saya ikut angguk-angguk, kayak yang ngerti aja. Haha. Tapi memang sebuah drama bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Menarik ya..

  • Mugniar

    Untuk menjadi kuat diperlukan fakta yang benar-benar bisa dibuktikan secara nyata dan nurani untuk mengatakan yang sejujur-jujurnya. Itulah hukum yang sempurna.

    Saya lagi mencerna kata-kata ini, Mbak Jihan. Sungguh luar biasa orang-orang Hukum yang mampu mengedepankan nuraninya ya. Pertarungannya dengan mereka yang hanya mementingkan logika dan mencari celah semata.

  • Okti Li

    Saya kira ini tulisan review drama Korea…
    Saya cari bolak balik mana pemerannya, mana sinopsisnya, hehehe…
    Bagi saya yg bukan seseorang mempelajari ilmu hukum, memang awam dengan bahasan ini

  • Cempaka Noviwijayanti

    Wah… Daebak! Kayaknya ini salah satu drakor yang ceritanya berbobot ya Mbak. Saya belum sempat nonton, tapi dari beberapa review yang saya baca, drama ini termasuk yang disambut positif, ya. Jadi penasaran,hehe.

  • Dian

    Annyeong mbak Jihan
    makasih ya sudah mau join ig live drakor class buat bahas drama Korea Law School ini
    Dan suka banget dengan ulasan mbak Jihan tentang drama ini
    Emang beda klo yg mengulas praktisi hukum, hehe
    Yes, drama Law School mengajak penonton bekajar hukum ya mbak

  • Wiwin | pratiwanggini.net

    Penegak hukum yang ditekankan dalam drakor adalah penegak hukum yang sempurna secara otak dan hati nurani. Betul ya, kak? Berharap penegak hukum di Indonesia memiliki itu semua.

  • lendyagasshi

    Manjiw, kak Jihan!
    Aku suka pembahasannya dari sisi kak Jihan sebagai profesional di bidang hukum.
    Ini review drama yang aku harapkan, dalam sampai ke akar masalahnya.
    Sejujurnya, aku hanya nonton 1 eps Law School, karena basically bukan orang hukum, jadi merasa can’t relate.
    Setelah baca ulasan kak Jihan, aku jadi berbinar, merasa ini drama memang extra-ordinary. Menyajikan kisah yang dalam untuk memaknai sebuah “Hukum” itu sendiri.

  • Marita Ningtyas

    Seru sih memang drakor satu ini. Aku sempat mengikuti.. tapi terus lama2 puyeng dan mandheg di episode ke 8 apa ya. Tapi baca ulasan mbak Jihan jadi pengen lanjut nih.

    Serunya nonton drakor ya gini . Nggak cuma dapat hiburan tapi juga jadi nambah wawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *