Bisnis,  Hukum Bisnis

Wanprestasi dalam Perjanjian. Maksudnya Apa, sih?

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan, kalau yang mampir pernah belajar hukum pasti udah nggak asing dengan istilah wanprestasi. Bagi sahabat Jihan yang belum pernah mendengar istilah tersebut, mungkin kedengaran asing gitu ya.

Wanprestatie itu, gampangannya ingkar janji. Kenapa disebut dengan wanprestatie? Nah, jadi hukum Indonesia itu kan adaptasi dari hukum Belanda. Makannya, masih banyak istilah-itilah Belanda yang digunakan. Salah satunya ya wanprestasi ini yang merupakan kata serapan dari wanprestatie.

Kalau dijabarkan menurut penjabaran ahli hukum, wanprestasi ini sebenarnya tidak sekedar ingkar janji. Karena janji yang dilanggar ini merupakan perjanjian yang sesuai menurut hukum.


Pengertian Wanprestasi Menurut Hukum

Menurut Prof Subekti, SH wanprestatie adalah tidak dipenuhinya prestasi atau kewajiban yang telah ditetapkan terhadap pihakpihak tertentu di dalam suatu perikatan, baik perikatan yang
dilahirkan dari suatu perjanjian ataupun perikatan yang timbul karena undangundang. 

Jangan grogi baca pengertian tersebut, ya. Bahasa ringkesnya wanprestasi itu manakala seseorang atau badan hukum tidak memenuhi kewajiban kepada pihak lain untuk melakukan hal-hal yang sudah ditulis dalam suatu perjanjian.

Kewajiban dalam suatu perjanjian itu menurut Pasal 1234 BW yang termasuk prestasi atau janji adalah memberikan sesuatu, berbuat sesuatu, dan/atau tidak berbuat sesuatu. Kalau prestasi tersebut tidak terpenuhi, ya namanya wanprestatie.

 

Bentuk-bentuk Wanprestatie

Menurut Prof Subekti, wanprestatie itu merupakan kelalaian atau kealpaan yang dapat berupa 4 macam. Diantaranya :

  1. Tidak melakukan apa yang telah disanggupi atau dilakukannya.
  2. Melaksanakan apa yang telah diperjanjikannya, tetapi tidak sebagaimana yang diperjanjikan.
  3. Melakukan apa yang diperjanjikan tetapi terlambat.
  4. Melakukan suatu perbuatan yang menurut perjanjian tidak dapat dilakukan.

Kalau Sahabat Jihan disini ya, sedang melakukan transaksi ada perikatan dan kontraknya misal. Terus di tengah perjalanan, sahabat Jihan menemukan ada yang janggal. Coba dicek dulu, dari dasar perjanjian yang ada, apakah ada salah satu atau lebih yang sudah mengarah ke bentuk-bentuk wanprestasi itu tadi?

 

Jika Terjadi Wanprestasi

Satu-satunya cara, agar masalah ingkar janji atau wanprestasi ini kelar ya melakukan mediasi dengan pihak yang bersangkutan. Atau kalau mediasi tidak menemukan pencerahan, maka bisa langsung ajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri setempat.

Iya, wanprestasi ini ranahnya perdata bukan pidana. Teknisnya, bisa dijabarkan apa-apa saja yang membuat orang tersebut ingkar janji. Pastikan bukti-buktinya kuat dan ingat, mengatakan wanprestasi atau ingkar janji itu harus ada dasar perjanjiannya.

 

Baca Juga :
Penipuan Bisa Enggak Gugat Perdata?

 

Putusan Hakimnya Kira-kira Gimana, ya?

Jawabannya, tergantung pada hakimnya. Hehehe, beranca. Ya memang tergantung sama hakimnya. Tapi hakim juga nggak sembarangan bikin putusan dong. Jadi, kalau ternyata setelah diperiksa memang terbukti ada wanprestasi ya si pihak yang berprestasi dimintai pertanggung jawabannya.

Apa saja kira-kira hukuman yang bisa dijatuhkan ? Kurang lebih begini :

  • Debitur diwajibkan membayar ganti kerugian yang telah diderita oleh kreditur/pihak yang dirugikan (Pasal 1234 BW)
  • Apabila perikatan itu timbale balik, kreditur dapat menuntut pembatalan/dapat dibatalkan perikatannya dengan megajukan pembatalan melaui pengadilan (Pasal 1266 BW)
  • Dalam perikatan untuk memberikan sesuatu, resiko beralih kepada debitur sejak terjadi wanprestasi (Pasal 1237 ayat 2 BW)
  • Debitur diwajibkan memenuhi perikatan jika masih dapat dilakukan atau pembatalan disertai pembayaran ganti kerugian (Pasal 1267 BW)
  • Debitur wajib membayar biaya perkara jika diperkarakan di muka Pengadilan dan debitur dinyatakan bersalah

 

Jadi, Wanprestasi Itu ya….

Istilah hukum, yang menggambarkan adanya pelanggaran dari suatu perikatan atau prestasi. Ada beberapa bentuknya. Kalau terbukti memang ada unsur-unsur yang mengarah pada wanprestasi, bisa dilakukan gugatan di Pengadilan Negeri setempat.

Bagi pihak yang melakukan wanpreststie, tentu ada hukumannya, dong. Atas hukuman itu sebagai pihak yang dirugikan, bisa mengajukan ganti rugi dan eksekusi ganti rugi. Dengan catatan, alat bukti jelas dan kuat, ya. Makannya kalau melakukan transaksi apapun dan belum kelar, simpan bukti-buktinya.

Wanprestatie ini juga bisa diselesaikan secara mediasi atau kekeluargaan. Tapi saranku, setelah mediasi dimintakan penetapan hasil mediasi di Pengadilan biar punya kekuatan hukum yang tetap.

 

 

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

3 Comments

  • Fanny_dcatqueen

    Sering denger kata2 Wanprestasi ini ,tapi ga terlalu mudeng tadinya. Setelah baca penjelasan mba, jadi jelas :). Penjelasannya ga rumit, mudah dimengerti Ama org non hukum.

    Selalu salut Ama orang2 hukum, Krn aku tahu kuliahnya penuh dengan pasal2 dan pengertian hukum. Papa mama mertuaku lulusan hukum juga soalnya. Kalo mereka udah membahas suatu kasus, ya ampuuun aku langsung puyeng denger debatnya hahahah

  • Bondan Murdani Soleh

    Masalah perdata ini saya pernah mendengar dr ahli hukum, cara paling baik adalah dengan kekeluargaan, kalau masuk pengadilan ya mentok sampai mediasi.
    mungkin yang menjadi alasannya adalah saling pengertian satu sama lain.
    tapi entah lah hehehhe
    (karena tidak memiliki referensi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *