Bisnis

Tips Bikin Kantor Hukum Untuk Pengacara Muda

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan. Postingan kali ini aku pengen cerita seputar profesi aku yang lain selain blogger. Yes, lawyer atau disebut pengacara. Ada juga yang menyebut Advokat. Profesi ini, dari tahun ke tahun makin digandrungi. Terbukti dengan pengacara muda makin banyak yang bermunculan menunjukkan eksistensinya.

Pengacara muda yang baru selesai sumpah nih, biasanya kendalanya belum punya banyak jam terbang sehingga harus ikut senior. Tapi kalau ikut senior, ya gitu nggak digaji pun harus terima. Sabar, yaa…..

Apalagi, pengacara yang ada di daerah. Ikut senior pun kadang ada yang kita nggak dibolehin pegang berkas. Terus kalau dapat uang enggak dan dapat ilmu juga enggak, mau apa? Akhirnya, banyak pengacara muda yang berupaya untuk bikin kantor sendiri.

Kedengerannya terlalu sederhana kalau cuma pasang papan nama di depan rumah, tunggu klien datang, baru cuan. Kadang malah nggak cuan malah ngalahin orang kelaparan. Mengenaskan.

Kalau pengen hidup glamour ya ikut kantor pengacara keren di kota besar. Tapi banyak temanku yang bilang, kantor hukum keren di kota itu, jam kerjanya ngalahin kerja rodi. Kadang nggak ada istirahatnya sama sekali. Uang banyak, tapi nggak bisa dinikmati.

Banyak cerita, yang ujung-ujungnya mati muda karena selalu bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Pada intinya, nggak ada hidup yang ideal kalau kamu cari yang paling ideal. Bikin kantor sendiri bukan berarti akan dapet cuan yang lebih berarti.

Justru, bikin kantor sendiri itu malah bikin ling lung karena nggak ada teman diskusi. Ya, Alhamdulillah kalau masih ada sahabat-sahabat masa kuliah yang bisa saling mengisi. Kalau enggak, ya jatuh juga.

Bikin kantor pengacara sendiri itu, harus nguasai start to end. Mulai dari gimana cara menemukan klien, memberikan pelayanan terbaik sampai gimana agar klien merekomendasikan temannya atau dia mau menggunakan kita lagi nantinya. Jadi gimana tipsnya untuk bikin kantor pengacara sendiri?

 

Bikin Sendiri Kantor Pengacaramu!

Mungkin nggak sih, kita bisa praktik bikin kantor pengacara sendiri sebelum usia 30? Mungkin banget! Teman-temanku banyak yang buka kantor sebelum usia 30 tahun. Tapi ya memang harus ekstra berjuang. Karena nggak semudah itu dapat klien sekalipun dulunya kamu anak pengacara. Hihihi.

Aku juga masih belajar dalam menata kantor. Tapi  aku pernah belajar di salah satu kantor hukum ternama di Jakarta, kita perlu konsisten dan nggak gampang nyerah kalau memang ingin bikin kantor hukum sendiri. Kemampuan penting yang harus dimiliki antara lain:

 

Kemampuan Komunikadi dan Networking

Kemampuan komunikasi dan networking ini menjadi paling penting menurutku. Karena kemampuan ini yang membuat kita bisa dipertemukan dengan klien. Kalau ikut orang, kan nggak mikir gimana dapat klien. Tapi kalau udah mulai bikin kantor sendiri, ya pasti mikirlah gimana caranya dapetin klien.

Paham Landasan dan Logika Hukum dengan baik

Yaiyalah, kalau nggak paham mau argumen apa. Sayangnya, nggak semua orang paham itu bisa menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Apalagi hukum kan sulit dipahami oleh orang awam.

Mental Menghadapi Klien dan Lawannya

Mental ini sebenarnya tentang jam terbang. Semakin jam terbangnya tinggi, makin bagus mentalnya. Makannya sebelum dilakukan sumpah advokat itu harus magang dulu dua tahun. Sambil latih mental agar lebih terasah.

Manfaatkan Media Sosial Untuk Edukasi Hukum

Nah, bangun portfolio media sosial ini juga penting untuk memperluas jaringan. Sekarang eranya media sosial. Nggak papa dimanfaatkan. Niatnya harus lurus untuk melakukan edukasi, jangan ngiklan. Karena kode etik kan melarang pengacara buat ngiklan.

 

Perlengkapan Kantor yang Mumpuni

Perlengkapan kantor ini penting banget untuk menunjang kinerja. Mulai dari alat tulis, kertas-kertas, laptop, printer, sampai scanner. Penting dong ya, scanner. Satu paket sama printer dan laptopnya.

Apalagi, kantor hukum itu perlu banget pengarsipan yang baik dan tersistem. Karena udah pasti berkutat sama dokumen yang banyak banget.. Jadi, scanner yang mampu menunjang kinerja agar lebih efektif dan efisien untuk pengarsipan dokumen sangat dibutuhkan.

Masalahnya, apa dong scanner yang cocok? Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diperhatikan tentang tolak ukur scanner yang efisien itu seperti apa?

 

 

Kualitas Sempurna Scanner Enterprise Unggulan HP

Scanner HP makin canggih karena kelas enterprise yang diluncurkan untuk menjawab kebutuhan bisnis masa kini. Salah satunya adalah Scanner HP ScanJet Pro 2000 s2 Sheet-feed. Kualitasnya setara dengan kecepatan scan bolak-balik hingga 35 kertas per menit dengan ketajaman 300 dpi, hitam-putih maupun warna.

Teknologi HP Instant-on Scanning secara responsif memindai halaman dari Sheet-feed (pengumpan) dokumen yang bekerja secara otomatis untuk proses scan dalam jumlah besar membuat scanner ini memiliki kecepatan lebih ordinary dari scanner biasa.

Fitur Optical Character Recognition (OCR) membuat scanner ini jadi lebih menarik karena mampu menghasilkan dokumen digital berformat ODF yang dapat disalin di komputer maupun gadget lain seperti ponsel.

Apalagi Scanner HP Jet Pro 2000 s2 Sheet-feed  memiliki kualitas scan dengan ketajaman hingga 1.200 dpi sehingga membuat dokumen jadi lebih jelas. Sehingga proses pengarsipan jadi sesuatu yang lebih efektif dan efisien dengan kualitas yang tetap juara.

 

 

 

 

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *