Profesional

Imajinasi Jadi Mbak-Mbak SCBD yang Ramai di Tiktok Sama Twitter

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan. Akhirnya aku ikut ramein juga vidio ala-ala Mbak-mbak SCBD. Aku bikin vidio di tiktok, bedanya ya aku pengacara daerah yang bikin kantor sendiri di rumah. Jadi, kalau nggak ada sidang ya tetep meeting atau kerjain berkas di rumah.

 

@jurnaljihan

#lanyard #scbd #independent independen versiku

♬ miss independent – 𝑳𝒚𝒓𝒊𝒄𝒐 𝒗𝒊𝒃𝒆𝒔. 𝑷𝑯

Mbak-Mbak SCBD

Meskipun tinggal di daerah yang agak #ndeso, Alhamdulillah aku masih ngerti Sudirman Central Business District (SCBD). Kebetulan waktu kuliah pernah main di kawasan situ untuk ikut kelas karir. Banyak juga law firm ternama yang ada di kawasan Soedirman.

Sempat bermimpi bekerja di kawasan Sudirman atau Kuningan. Tapi apa daya, akhirnya aku bekerja sebagai mbak-mbak rumahan. Mbak-mbak SCBD digambarkan gaul dan trandy. Jalan pakai sepatu tory burch dan bawa starbucks ke kantor.

Paling bikin tren, mereka punya lanyard coach untuk naik lift gedung menuju lantai tempat kantor mereka berada. Gajinya, bisa dibilang dua digit, lah ya. Anak baru lulus kampus kota, siapa sih yang nggak pengen kerja disana.

 

Bangga dengan Diri Sendiri

Karena vidio mbak-mbak SCBD ini tren banget, ada bebera orang meresponnya dengan ikut-ikutan gaya Mbak SCBD versi mereka. Ada pula yang insecure. Tapi nggak sedikit yang mendukung Mbak-Mbak SCBD versi pramuniaga di indomart, mbak-mbak jualan warung, mbak-mbak ojol, dan lain sebagainya.

 

Miss Independent nggak kalah sama Mbak-Mbak SCBD

Dengan backsound yang mendukung, Mbak-mbak SCBD digambarkan sebagai mbak-mbak yang kuat dan mandiri. Keren dan bangga banget sama dirinya sendiri. Peluang untuk jadi insecure setelah nonton vidio-vido Mbak SCBD semakin tinggi. Saat seorang perempuan merasa, apalah aku ini.

Perempuan independen itu bukan berarti nggak butuh dicinta ataupun disayang juga. Butuhlah, namanya juga manusia. Bedanya perempuan independen itu nggak mau menggantungkan hidupnya sama siapapun. Terutama laki-laki yang jadi pasangannya. Dia bisa menghidupi kehidupannya sendiri. Pasangan baginya adalah pelengkap yang akan menemani senang dan letihnya.

 

Ini Mbak-mbak SCBD Versiku

Menjadi miss independen versiku, membuatku jadi lebih bangga dan menghargai diri sendiri. Kalau aku boleh cerita, bukan suatu hal yang mudah loh untuk berani percaya diri memperkenalkan diri sebagai pengacara daerah.

Sebagai lulusan kampus perkotaan yang katanya kampus negeri terbaik di bagian Timur Indonesia kususnya Jawa Timur, pernah ada rasa malu dan insecure kalau cuma bekerja jadi pengacara di daerah. Kasusnya apa? Paling ya waris, cerai, dan perdata umum yang biasa-biasa aja.

Semakin aku tekuni, sudah 3 tahun lebih ini, terasa banget progresnya. Ketika orang mulai tahu aku, mencariku, dan mempercaiku dalam menyelesaikan masalah. Ada tantangan yang harus aku lewati. Ada kesulitan, yang membuatku harus diskusi dengan teman-teman sealumni.

Kalau ada yang bilang, tahun pertama adalah tahunnya gaya bikin usaha sendiri, tahun kedua tahu tiba-tiba modal habis, di tahun ketiga sudah bingung tutup modal, dan sampai di tahun ke 4 mulai cari kerja di tempat lain.

Aku mantap di jalan ini. Tahun pertama, sempat ragu, tahun kedua makin ragu, tahun ketiga mencoba tarik nafas panjang dan memberanikan diri menghadapi tantangan. Alhamdulillah tahun keempat ini makin lancar. Tatap diberi amanah untuk menyelesaikan masalah orang. Alhamdulillah mereka senang.

Vidio Miss Independent ini, aku persembahkan untuk diriku sendiri. “Kamu udah berani melangkah. meskipun di daerah nggak papa. Teruslah belajar, jangan berhenti bikin konten. Siap konsisten,” Kataku kepada diri sendiri sambil menarik nafas panjang setelah menonton vidio tiktok yang aku buat sendiri.

Aku nggak cuma independen karena tidak bergantung sama pasangan aja. Bahkan hidupku juga nggak bergantung sama atasan atau bos besar. Bos Besarku ya Allah aja yang sewaktu-waktu bisa datangin klien yang membutuhkan bantuanku. Disitulah, aku harus amanah untuk menyelesaikan tugasku. Bukan hal yang main-main lagi. Aku bersyukur sekali Allah anugrahkan pekerjaan ini.

 

Baca Juga :

Bikin Kantor Hukum untuk pengacara Muda

Bersyukur dengan Apa yang Diberikan Allah

Jadi miss independent versiku, membuatku mampu menghargai diriku sendiri dan bangga akan profesiku. Ya, kalau dibilang mana ada orang yang nggak bangga jadi pengacara. Sejujurnya, aku pernah se-insecure itu karena menjadi pengacara di daerah.

Itu dulu. Sekarang aku bersyukur banget. Banyak banget benefit yang aku dapatkan lebih mahal yang belum bisa aku sebutkan saat menjadi pengacara daerah. Ketika aku berjanji akan lebih menghargai apapun yang Allah sudah berikan padaku, rasanya begitu lega.

Apapun pekerjaan, pasti ada enak nggak enaknya. Tapi ketika kita bisa mensyukuri enak nggak enaknya ya semua jadi sederhana. Enak nggak enak emang sepaket. Nggak bisa dipisahkan. Bersyukur adalah kunci untuk membuat paketan itu nikmat.

 

 

 

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *