Bisnis

Tanpa Izin Edar Frozen Food. Penjual Kena Denda 4 M, Kok Bisa?

Assalamu Alaikum Sahabat Jihan. Entah rasanya kalau yang viral-viral itu aku kok tahunya belakangan ya. Tapi Alhamdulillah untuk kali ini, ada yang chat langsung ke aku tentang berita yang lagi viral ini. Jualan frozen ditangkap polisi sampai didenda 4 M. Kok bisa? Bagaimana izin edar frozen food nya?

Ahirnya aku coba cari beritanya. Ternyata, kasus ini diawali dengan thread yang viral di twitter. Curhat salah satu akun tentang temannya yang diciduk polisi karena frozen food dagangannya tidak memiliki izin edar BPOM.

Si terciduk ini tuh sebenarnya resto yang mencoba melakukan inovasi di masa PPKM. Bagaimana agar makanannya yang biasa dihidangkan di restonya itu bisa tetap dinikmati pelanggan dari rumah. Jadi nggak yang dijual masal dengan jumlah produksi yang banyak sampai dijual di supermarket. Enggak. Mereka ini hanya jualan di aplikasi transportasi online untuk delivery order makanan.

Ternyata memang yang keciduk nggak hanya dia aja. Sampai di kantor polisi, banyak pedagang yang ditangkap karena diduga melanggar izin edar. Masak iya terus langsung didenda 4 M? Perlu dipahami ya, sesungguhnya seseorang itu dinyatakan tidak bersalah sebelum ada putusan dari pengadilan.

Lah, ini kok bisa muncul denda padahal putusan pengadilan belum ada. Hhhmm… mungkin ancaman hukumannya kali ya. Memang ancaman hukuman bagi pelaku usaha pangan olahan yang tidak memiliki izin edar itu didenda 4 M atau penjara paling lama 2 tahun menurut UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Oke, kita bedah satu-satu ya pasal 142 UU Pangan tersebut.

 

Pangan Olahan Itu Apa?

Dirimu, adalah apa yang kamu makan – kata pepatah

Pada pasal 1 ayat (19) UU Pangan dijelakan pengertian pangan olahan yaitu, makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Sampai sini sepakat kan ya, kalau frozen food itu masuk dalam pengan olahan menurut definisi yang tercantum dalam pasal tersebut.

Selanjutnya, kita cermati pasal 91 ayat (1) UU Pangan. Disitu tertulis, bahwa setiap pangan olahan harus memiliki izin edar. Tujuannya agar pemerintah bisa mengawasi keamanan, mutu, dan kandungan gizi bahan baku yang digunakan.

Makannya, bagi pelaku usaha yang nggak patuh sama Pasal 91 UU Pangan, ya dapat sanksi yang tertulis di Pasal 142 UU Pangan. Sanksinya emang gila. Denda 4 M. Nggak main-main, loh ya.

Sebenarnya, ini tuh juga niat baik pemerintah untuk melindungi konsumen atau masyarakat supaya mendapatkan jaminan pangan yang aman dikonsumsi. Pada akhirnya, memang pemerintah berharap adanya peran aktif dari pelaku usaha pangan untuk menjaga komitmen ini demi kebaikan bersama juga.

Kalau berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ketentuan izin edar ini disebut sebagai Perizinan Berusaha. ya, memang ini harus ada dalam suatu produk makanan olahan.

Pertanyaan selanjutnya adalah izin edarnya berupa apa, nih? BPOM atau PIRT? Ada yang tahukah bedanya? Kira-kira frozen food masuk dalam yang mana, ya?

 

Bedanya BPOM dan PIRT

Bisa disimak dari slide yang aku kutip dari paparan BPOM ini, ya. Jadi perbedaan PIRT dan BPOM yang sangat mencolok adalah tempat produksinya dan jenis pangan olahan yang diproduksi. Jadi, pangan olahan izinnya bisa BPOM ataupun PIRT. La terus…..

 

Izin Edar Frozen Food itu BPOM atau PIRT?

Sek sek sek, diliat dulu ya… ini pangan olahan jenis apa. Menurutmu abon pangan olahan juga apa bukan? Iya, dong tapi abon pangan olahan kering bukan beku. Oh, jadi beku sama kering pengelompoannya beda. Yuk, kita baca pelan-pelan peraturanya.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga yang bisa masuk dalam izin PIRT antara lain :

  1. Hasil olahan daging kering
  2. Hasil olahan ikan kering
  3. Hasil olahan unggas kering
  4. Hasul olahan sayur
  5. Hasil olahan kelapa
  6. Tepung dan hasil olahannya
  7. Minyak dan lemak
  8. Selai, jeli, dan sejenisnya
  9. Gula, kembang gula, dan madu murni (tidak ada campuran)
  10. Kopi dan teh kering
  11. Bumbu
  12. Rempah-rempah
  13. Minuman serbuk
  14. Hasil olahan buah
  15. Hasil olahan biji-bijian, dan kacang-kacangan

Pangan olahan beku atau frozen food ternyata nggak ada dalam list di atas. Harus izin edar BPOM dong, kalau begitu? Tapi kalau usahanya dilakukan di rumahan gimana?

Sebenarnya pengertian pisah dari rumah tangga itu bisa pisah dapurnya aja. Misalnya, dapur rumah memang hanya untuk memasak pangan keluarga aja. Terus ada ruang semacam garasi yang tidak terpakai misalnya, itu dirombak untuk produksi. Seperti itu termasuk pisah dari rumah tangga.

Izin Edar Frozen Food atau Makanan Beku

Menurut penjelasan BPOM RI tentang izin pangan olahan beku, atau frozen food ini merupakan pangan olahan yang diproduksi dengan menggunakan proses pembekuan dan dipertahankan tetap beku pada suhu -18°C sepanjang rantai distribusi dan penyimpanannya.

Jadi, nggak hanya produsennya saja yang harus bertanggung jawab dalam menjaga keamanan produk. Distributornya juga. Oleh karenanya, dalam rangka mempertahankan rantai dingin, baik jenis pangan olahan beku maupun pangan olahan siap saji harus memenuhi Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).

Ya wes, gitu. Pokoknya bisa nggak bisa frozen food itu harus BPOM. Distributornya atau biasanya disebut reseller-nya juga harus memenuhi sertifikasi CPerBOP itu tadi. Karena memang makanan beku ini membutuhkan mekanisme kusus agar tetap tahan lama.

Tapi jangan khawatir sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pemerintah termasuk BPOM memberikan dukungan penuh bagi pengusaha mikro dan kecil dalam mendukung kemudahan berusaha. Termasuk dalam hal mendapatkan perizinan ini.

Sahabat Jihan bisa klik website BPOM untuk memahami langkah-langkah mendapatkan izin edar. Ya, ini memang harus dipatuhi untuk kebaikan bersama. Meskipun sahabat Jihan disini, produksi dan distribusinya udah bener ya. Tapi kan tetap namanya hidup bermasyarakat butuh tolok ukur dan bukti yang disebut legalitas itu tadi.

Dari kasus ini jadi paham kan, dimana pentingnya letak izin usaha? Oh ya ada tambahan, nih!

Baca juga : 
Aturan tentan Perpajakan

 

Frozen Food Bisa Aja Nggak Perlu Izin Edar PIRT ataupun BPOM Kalau…..

Ada jenis produk yang nggak ada izinnya pun nggak papa. Ini aku tulis sekalian disini ya, agar sahabat Jihan yang kebetulan lagi apes keciduk polisi ternyata produknya nggak masalah tanpa izin edar. Ini aturannya ada pada Pasal 16 Peraturan BPOM No. 8/2020. Ciri produknya seperti ini :

  1. Mempunyai masa simpan/kedaluwarsa kurang dari 7 (tujuh) hari (dibuktikan dengan pencantuman tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa pada label);
  2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir;
  3. Dijual dan dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil sesuai permintaan konsumen; dan
  4. Pangan olahan siap saji.

Contohnya, jus di cafe yang ketika beli baru dibikinkan terus langsung diminum juga. Beda jus yang dimasukkan dalam kemasan, kemudian diedarkan secara luas sampai ke supermartket seluruh penjuru Indonesia. Sehari produksi 100 botol misalnya. Ya harus pakai izin BPOM.

Frozen food? Pada akhirnya memang harus ada BPOM-nya kalau diproduksi dalam jumlah besar dan memiliki masa kardaluarsa lebih dari tujuh hari. Tapi kalau frozen food-nya bisa dibikin by order seperti ada pesanan seketika langsung dibuat, dan langsung kirim, masih ada toleran tanpa izin edar.

 

Kesimpulan

Tulisan ini hanya mencangkup izin edar pangan, loh ya. Buanyak banget izin edar itu, tuh. Izin edar kosmetik beda lagi. Obat apalagi. Jamu juga udah beda. Segini dulu, semoga bisa nulis izin edar untuk produk lainnya.

 

Sumber :

Website resmi BPOM RI dan Undang-undang terkait

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

15 Comments

  • Prima

    Mbak Jihan, tanya ya. Kebetulan (ya ga kebetulan2 amat sih) ini keluarga ada yang punya usaha bikin sup gitu. Awalnya sih memang bikin makanan siap saji (langsung makan), tapi along the way, di-improve untuk di-frozen-kan. Itu pun tahan cuma 2 hari-an.

    Kalau case seperti ini, berarti perlu punya izin BPOM ya?

  • Mutia Ramadhani

    Ya setidaknya punya izin edar PIRT lah ya mba. Soalnya gimana pun kan kita konsumen pengen makanan yang aman dan halal dikonsumsi. Apalagi frozen food ini, yang kalo abai penanganannya malah bisa berubah jadi racun dalam jangka panjang.

  • Fajarwalker.com

    Masih bingung sampai sekarang mbak, ehehehe. Salah satu temenku yang supply olahan cerita, katanya beliau sempet mampir ke dinkes buat nanya2 masalah perizinan. Eh, ngga dilayani. Katanya semuanya sudah online, tapi ya ngga jelas juga online nya gimana.

    Kadang niatnya sudah ada, tp terbentur birokrasi ya.
    Untungnya ada referensi tulisan ini. Aku share ke dia buat bahan pembelajaran ya.

  • Yuni BS

    Ah makanan olahan ya. Memang masa pandemi ini banyak orang jadi berinovasi. Kadang nemu juga teman yang jualan abon gitu. Dan dikirim kemana-mana.

    Kayak begitu juga butuh ijin edar juga ya kak?

  • Lisa Maulida R

    Walaupun berat artikelnya, tapi saya sukses baca sampai akhir. Yeaiyyy.
    Love banget sama artikelnya mbak Jihan, contains undang-undang means ngga mengada-ngada karena ada dasarnya. Mungkin yang mengada-ngada (ato membesar-besarkan) ini mulut manusia yang sudah takut duluan kena undang-undang ya mbak huhuhu.
    Thanks for sharing mbak Jihan, artikelnya TOP banget ^^

  • Agustha ningrum

    Waaw insighfull banget, kebetulan saya punya usaha minuman ready to drink yg sedang proses pengurusan bpom.
    Mbak saya mau nanya nih, denger2 ngurus bpom bisa pake calo kah? Dan tdk di survey tinggal bayar ajaa. Saya mendengar kasak kusuk ini diantara teman2 UMKM

  • Arni

    Sempat kaget pas baca info tentang ini beberapa waktu lalu
    Terimakasih mbak Jihan udah menulis secara lengkap, jadi ngerti bahwa memang sangat penting memiliki izin edar, tentunya untuk kebaikan kedua belah pihak ya baik produsen maupun konsumen

    Yang penting sekarang, proses pengurusan izinnya dibuat lebih mudah dan gak berbelit-belit
    Plus kalau memang ada biayanya, harusnya terjangkau terutama untuk UMKM dan usaha-usaha rumahan

  • Eri Udiyawati

    Makanan frozen food di era pandemi ini memang hits banget. Ya secara orang gak bisa makan di tempat. Ya udah pesen online aja. Dan ya, ini masalah ijin edar frozen food atau olahan pangan harusnya ada sosialisasi dari pemerintah, ya.

    Biar sama-sama paham untuk aturan dan UU yang berlaku.

  • Andrie K.

    Wahhh serem juga yaa, memang kalau ingin membuka bisnis harus dicek dulu yaa terkait bisnis yang ingin dibuka itu apakah harus ada izinnya dulu atau tidak.. Kalau sampe didenda 4M gitu rasanya lemes banget si, niatnya mau cari penghasilan tambahan malah disuruh bayar uang sebesar itu..

  • Antung Apriana

    Berarti yang jualan kripik-kripik gitu juga harus pakai izin gitu ya, mbak? Baru tahu nih ternyata ada 2 izin edar yang berlaku buat pengusaha makanan olahan. Tapi kayaknya kalau bikinnya nggak banyak dan sistem po nggak perlu bikin izin kali ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *