Pendidikan

UNAIR : Capai Tujuan Pembangunan Keberlanjutan dengan Motto Excellent with Morality

Kalau kamu atau anakmu atau ponakanmu ingin jadi orang kaya, jangan sarankan kuliah di UNAIR. Tapi kalau mau jadi orang yang sangat kaya, kuliahlah disini. Kampus yang mencetak mahasiswanya untuk menjadi pribadi baik atau excellent didasari dengan moralitas yang unggul. “Excellent with Morality!” Semangat banget, nih ngomongin UNAIR. Karena aku sendiri merupakan alumni FH Unair lulusan 2015.

Bangga, dong! Karena UNAIR masuk dalam 5 kampus terbaik di Indonesia. Menurut OS World University Rankings 2022, UNAIR bertengger di posisi ke-4 sebagai universitas terbaik di Indonesia. Terkusus, di wilayah Indonesia bagian timur nama UNAIR bisa dikatakan nomor satu, kampus yang paling unggul.

Karena keluarga besar dari Ayahku itu basisnya di Surabaya, masuk Universitas Airlangga menjadi suatu kebanggaan tersendiri pastinya. Apalagi kalau berhasil tembus fakultas kedokterannya untuk anak IPA. Wah, jadi idaman mertua pokoknya.

Excellent with Morality menjadi motto kebanggaan UNAIR, untuk mencetak mahasiswa yang unggul dengan berlandaskan moral. Makannya lulus dari UNAIR itu nggak semata-mata terus menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Tapi ada nilai tentang bagaimana menerapkan ilmu dengan sebaik-baiknya berlandaskan dengan etika untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejujurnya sampai hari ini sebenarnya aku masih belajar. Berbekal kisah dan pengalaman 3,5 tahun belajar di FH UNAIR, aku terjun ke masyarakat memberikan kontribusi terbaik yang aku bisa. Satu prinsip yang aku pegang setelah lulus adalah kekayaan itu datang saat kita mau meluaskan hati untuk membantu lingkungan sekitar untuk menuju kesejahteraan bersama.

 

 

Belajar Menjadi Excellent with Morality.

Foto Kegiatan Bakti Sosial

“Sekolah adoh-adoh kok yo mbalik ndeso (sekolah jauh-jauh kok balik pulang ke desa),” kata tetangga karena keputusanku untuk pulang ke kampung halaman dua tahun setelah kelulusan. Bukan jalan yang mudah sebagai lulusan kampus yang terletak di kota besar, kemudian kembali ke daerah asal menyandang gelar sebagai alumni FH Unair.

Kendala yang aku dapatkan, sempitnya lapangan pekerjaan. Anggapan lulusan UNAIR itu mahal, membuat segan perusahaan daerah untuk memperkerjakan. Alhasil, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah membuat lapangan pekerjaan sendiri di kampung halaman.

Lulusan UNAIR memang keren. Alumninya seperti Khofifah Indar Parawansa, Pakde Karwo, Hatta Ali, dan lain sebagainya. Seangkatanku juga banyak yang bekerja di perusahaan ternama ataupun kantor hukum ternama di Jakarta. Bahkan ada yang membuat kantor disana.

“Alumni UNAIR kok cuma jadi pengacara daerah,” lagi-lagi nyinyiran tetangga harus aku terima. Makna Excellent with Morality bukan sekedar keren karena menjadi pengacara di kota atau bekerja di perusahaan ternama semata. Makna Excellent with Morality, suatu mindset tentang bagaimana menerapkan ilmu dengan penuh tanggung jawab dimanapun kita berada

Bukan sekedar untuk mendapatkan kekuasaan tapi tentang kebaikan yang harus dikontribusikan. Bukan tentang dimana lokasinya, tapi nilai apa yang bisa dipersembahkan untuk sekitar. Bukan tentang nominal materinya tetapi tentang kebijaksanaan yang ditularkan kepada lingkungan.

Kekayaan sebenarnya itu terletak pada keluasan hati seseorang untuk memberikan kontribusi terbaik yang dimiliki. Itulah kenapa di awal aku bilang kalau ingin kaya banget, baru kuliah di UNAIR. Nggak cuma belajar tentang memupuk materi tetapi juga membentuk karakter yang memiliki keluasan hati.

Begitulah penghayatanku sebagai almuni tentang motto Excellent with Morality. Begitulah peran motto Excellent with Morality yang dimiliki UNAIR untuk membakas semangat alumni dan mahasiswanya dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.Sebenarnya, apa itu tujuan pembangunan keberlanjutan?

 

 

Peran UNAIR Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Universitas Airlangga has also taken concrete steps by creating an ecosystem that ensures the SDGs’ long-term viability from all aspects. At Universitas Airlangga, a commitment to achieving the Sustainable development goals has become a value and best practice for all academics. —– Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA. (Rector of Universitas Airlangga)

Perguruan tinggi tentu saja memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai 17 tujuan pembangunan berkelanjutan  (SDGs) antara lain tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur yang memadai, berkurangnya kesenjangan, adanya kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, keseimbangan ekosistem laut, keseimbangan ekosistem darat, perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh  dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Lalu apa yang sudah dilakukan UNAIR dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut?

 

Program Pengapdian Masyarakat atau KKN

Setiap tahun, mahasiswa UNAIR diwajibkan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata dengan cara diterjunkan ke masyarakat di daerah terpencil atau di desa-desa sekitar Jawa Timur. Beberapa juga ada yang ditempatkan di daerah 3T Terdepan, Terpencil dan Tertinggal. Tujuannya agar mampu menelaah permasalahan yang terjadi di lokasi KKN untuk kemudian memberikan soluasi dari permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan berdasar dengan keilmuan yang sudah dipelajari.

 

Akses Pendidikan Tinggi Untuk Berbagai Kalangan

UNAIR tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas saja. Dengan program Bidik Misi, UNAIR bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, biaya kuliah di UNAIR juga cukup terjangkau dengan fasilitas pendidikan yang memadai seperti tersedianya komputer umum untuk akses teknologi, perpustakaan dengan buku-buku yang lengkap, laboratorium yang canggih dan tenaga pendidik yang berpengalaman.

 

Perempuan Juga Bisa Jadi Pemimpin

Dengan terpilihnya alumni UNAIR menjadi Gubernur Jawa Timur tahun 2019 yaitu Ibu Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan bahwa UNAIR juga berperan atif dalam mendukung kesetaraan gender di lingkup pendidikannya.

Terpilihnya alumni UNAIR menjadi Putri Indonesia tahun 2014 Elvira Devinamira Wirayanti dan Putri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri, juga semakin menunjukkan peran Srikandi UNAIR dalam pembangunan masyarakat.

Masih banyak lagi alumni-alumni perempuan UNAIR yang menoreh prestasi di lingkungannya dan turut berperan dalam pembangunan berkelanjutan dengan menjadi perempuan berdaya dan mampu memberdayakan sekitar.

 

Menerapkan Zero Waste untuk Lingkungan

UNAIR sudah menerapkan Zero Waste di lingkungan kampus. Salah satunya dengan menyediakan tempat sampah sesuai dengan katagori bahan sampah. Selain itu, seperti di Fakultas Hukum yang aku tahu menyadikan vertical led banner untuk pasang pengumuman kegiatan yang ada di fakultas. Jadi, sekarang ini tidak perlu cetak banner yang kurang ramah lingkungan. Karena pengumuman acara sudah bisa diletakkan di vertical led banner.

 

Menjadi Green Campus di Tengah Kota Surabaya

Surabaya itu panas. Tapi di UNAIR nggak kerasa panasanya karena pohonnya begitu rindang. Pedestrian untuk jalan kaki begitu rindang dan nyaman. Oh ya, belakangan setelah aku lulus kabarnya UNAIR juga menerapkan upaya meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor. Karena pedestriannya udah nyaman dan rindang, jadi enak jalan di lingkungan kampus tanpa harus bawa motor.

Terlebih lagi, kampus UNAIR ini kan terdiri dari 3 kampus dimana untuk menjangkau tiap kampus disediakan bus UNAIR. Dan untuk akses ke dalam-dalam kampus masih bisa dijangkau dengan jalan kaki.

 

Akses Air Bersih dan Energi yang Terjangkau

Mengutip di laman resmi UNAIR, ada salah satu kegiatan dari Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) mengimplementasikan panel surya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Kab. Bangkalan, Jawa Timur yang minim air bersih.

Selain itu, tim juga mengajak warga untuk menanam dengan cara hidroponik menggunakan konsep edutourism dalam bentuk desa wisata untuk meningkatkan perekonomian warga. Mereka juga mengajak untuk meminimalisir emisi karbon, dengan memanfaatkan tangkapan panel surya.

 

Mendorong Terciptanya Wirausaha Muda

UNAIR mendorong terciptanya kesejahteraan ekonomi salah satunya melalui dukuangannya pada wirausaha muda melalui program Pekan Mahasiswa Wirausaha Airlangga.

Banyak yang sudah berhasil berkat Pekan Wirausaha yang dibina DPKKA (Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni) Universitas Airlangga.

 

Menyedikan Bimbingan Karir

Universitas Airlangga memiliki Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA). Departemen ini, begitu aktif mengadakan job fair dan pelatihan-pelatihan agar lulusan UNAIR memiliki pekerjaan yang layak dengan dengan basis alumni yang begitu kuat.

 

Berkolaborasi Untuk Kebaikan Bersama

Universitas Airlangga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menuju tujuan pembangunan berkelanjutan. Universitas yang berdiri sejak 1954 ini, bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dalam dan luar negeri untuk pengembangan mahasiswanya. Dalam menjalankan riset, juga sering kali menggandeng pihak lain.

 

 

Pengalaman Belajarku di UNAIR

Menulis bagian ini, bikin perasaan jadi ingin balik ke masa perkuliahan. Doakan. Semoga disegerakan untuk bisa mengambil Magister Hukum. Sebagai alumni FH Unair, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada UNAIR terutama Fakultas Hukum karena sudah memberikan pengalaman yang luar biasa dari 2011 sampai aku lulus di tahun 2015.

 

Awal Perkuliahan

Awal perkuliahan, aku diperkenalkan dengan lingkungan UNAIR yang masih nampak budaya ketimurannya yang begitu sopan. Pondasi berpikir dan logika hukum mulai dibentuk bersama profesor-profesor yang ahli di bidangnya. Akses pendidikan yang berkualitas aku dapatkan dari UNAIR.

 

Kegiatan BSO

Kegiatan-kegiatan dari Badan Semi Otonom (BSO) atau semacam ekstrakulikuler kampus membawaku untuk lebih berani berekspresi, beragumen, dan berdiplomasi. Serta membuatku paham makna kolaborasi karena dengan mengikuti BSO, kita menjalin kerja sama dengan fakultas lain, instansi lain untuk mewujudkan kegiatan yang bermanfaat.

 

Fakultas Hukum UNAIR untuk Pembanguanan Berkelanjutan

Fakultas Hukum UNAIR juga bekerja sama dengan beberapa instansi untuk membentuk Klinik Hukum Lingkungan. Ingat sekali aku juga ikut kegiatan seperti susur sungai, penelitian tentang pencemaran sungai di sekitar Surabaya – Gresik, dan memahami bagaimana seharusnya penegakan hukum lingkungan bisa diterapkan di lapangan.

Fakultas Hukum UNAIR juga memiliki Lembaga Bantuan Hukum untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi masyarakat kurang mampu. Pada penghujung kelulusan, aku ikut tergabung didalamnya dan ikut melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan.

Nggak kalah berkesan adalah, saat KKN dimana aku ditempatkan di Pulau Mandangin Madura. Bersama teman-teman sesama Kastraia Airlangga dari fakultas yang berbeda, kami menyebrang selat Madura memberikan motivasi kepada adik-adik SMA disana untuk tidak pantang menyerah mengejar cita-cita. Kami juga mengadakan pengobatan gratis dan bimbingan karya untuk warga.

UNAIR juga begitu mendorong mahassiswanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus. Yang aku alami di fakultas hukum sendiri, ada bimbingan karir dan kelas alumni. Dimana, para alumni dari berbagai profesi seperti Hakim, Jaksa, Pengacara, Legal Corporate, dan lain sebagainya berbicara dan memberikan motivasi kepadaku waktu itu yang masih mahasiswa tentang pandangan karir hukum ke depannya.

 

Terimakasih Untuk Fakultas Hukum UNAIR

Unair memberikan pengalaman yang bergitu berharga dalam membentuk karakter dan pribadiku. Apa yang telah aku sebutkan di atas, merupakan pengalamanku sendiri sebagai alumni FH Unair. Ketika aku lulus dan terjun di masyarakat, almamater itu tetap melekat. Tujuan UNAIR bergerak untuk pembangunan keberlanjutan, begitu terasa estafetnya sebagai alumni yang harus tetap aku teruskan minimal di daerah sekitar tempatku mengambil peran.

 

 

Menjadi Alumni FH Unair dan Tanggung Jawab Moralnya

Jadi Kasatria Airlangga bukan untuk keren-kerenan. Jadi bagian dari Universitas Airlangga bukan untuk gaya-gayaan. Setelah lulus dan menjadi alumni FH Unair, aku merasa ada tanggung jawab moral yang diemban. Apalagi kalau harus pulang ke daerah seperti yang aku lakukan. Apa yang bisa aku kontribusikan?

Excellent with Morality, pembangunan keberlanjutan adalah tanggung jawab kita semua. Terimakasih Universitas Airlangga telah mengajarkanku tentang makna untuk diriku, untuk keluarga dan bangsa. Sungguh, pengalaman luar biasa dalam hidupku bisa kuliah di Universitas Terbaik Indonesia.

 

 

Sumber :

Website official Universitas Airlangga

Pengalaman dan Pemahaman Pribadi sebagai alumni

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

One Comment

  • Kangamir.com

    Beruntung banget bisa menempuh pendidikan tinggi universitas. Seandainya sebagian besar masyarakat Indonesia mampu menempuh pendidikan tinggi, tentu Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju seperti negara lainnya. Btw semoga lekas tercapai S2-nya. FH Unair emang keren. Nama kampusnya juga keren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *