Belanja Bijak

#BelanjaBijak : Dibalik Hadiah Belanja yang Bikin Hati Berbunga

Senang, nggak sih rasanya kalau waktu belanja itu dapat hadiah gratis gitu? Hadiah belanja, misalnya ada iming-iming minimal belanja Rp 99.000 berhadiah baju cantik. Pertanyaannya baju cantik itu sebenarnya kamu butuhkan enggak?

Penjualan Kilat

Jadi ceritanya, anakku lagi butuh baju harian yang nyaman dipakai. Kalau untuk baju harian, aku pilih yang murah-murah aja dengan standar bahan kain yang udah aku tentukan. Carilah aku di salah satu marketplace andalan ibu kekinian.

Entah ya entah, aku gag paham juga sama diriku sendiri. Jadi sebelumnya aku udah masukin barang inceranku di keranjang. Harganya jauh lebih murah. Selisih Rp. 10.000 bayangin! Kan lumayan, yak!

Tiba-tiba, nih aku lihat ada promo penjualan kilat. Kalau nggak ngeh, promo apa itu coba terjemahkan “penjualan kilat” dalam Bahasa Inggris. Seketika, aku ingat almarhum kakak ipar yang doyan belanja dan kalau mertuaku marah, selalu bilang, “Ini pas promo penjualan kilat, kok. Jadi nggak mahal.”

Berubahlah presepsi aku dari belanja sesuai kebutuhan akhirnya menjadi belanja ngejar promo. Ketemulah aku dengan satu toko yang menurutku lebih menarik produk-produknya. Ya di kolom penjualan kilat itu.

 

Sensasi Belanja Kilat

Mulailah aku pilih-pilih, barang yang aku perkirakan anakku suka. Waktu itu, masih pagi-pagi banget, sampai suami ngomel-ngomel. Penjualan kilat kan ada waktunya, tuh. Sensasinya, pas kurang lima menit itu seru banget. Udah kaya orang agraesif yang buru-buru dapet.

Eh, nggak tahunya. Waktu habis, masih berputar waktu baru. Jadi seperti diulangi lagi, gitu. Tulisannya jadi waktu tinggal dua jam. Mulai agak lega, nih. Karena ternyata barang inceranku tadi masih promo.

Nah, yang bikin aku lama sekali milih itu karena ada tambahan promo lagi. Yang katanya kalau beli di toko itu sampai Rp 99.000 dapat hadiah baju Ibu yang begitu cantik. Kok, tumben ya aku tertarik.

Nguber deh tuh, nominal belanja sampai Rp 99.000. Setelah mencapai target nominal belanja yang ditentukan, aku diarahkan sama aplikasinya untuk pilih hadiah yang aku suka. Pilihannya, hanya ada baju dewasa dengan berbagai macam model. Aku pilih jumsuit, lah. Disitu, harganya tertulis Rp 35.000.

 

 

Chek Out Untuk Dapatkan Hadiah Belanja

Setelah merasa beres, langsung aku checkout dan tanpa ragu bayar aja. Beberapa menit kemudian, langsung aku sadar baju-baju yang aku pilih tadi rupanya sudah aku masukkan keranjang sebelumnya, dari toko lain yang harganya lebih murah.

Iya, yang aku cerita tadi selisih Rp 10.000 tiap barang itu. Bedanya, di toko yang murah ini nggak ada hadiah. Sebagai Ibu yang lebih memilih belanja barang yang dibutuhkan aja, jadi nyesel banget udah milih hadiah yang sebenarnya kurang dibutuhkan.

 

Baca Juga :

DP Rumah Kok Jadi Masalah?

Hadiah Belanja dan Selisih Harga

Karena penasaran, aku hitunglah total keseluruhan selisih barang yang harga murah tadi dengan harga yang lebih tinggi tapi dapet hadiah. Oh ya, memang ada beberapa barang yang selisihnya nggak Rp 10.000 banget ya. Yang jelas, kalau ditotal itu selisihnya jadi Rp 35.000.

Iya, loh itu selisih belanja di toko murah dengan di toko yang harga lebih tinggi tapi dapat hadiah. Ya, jadi was-was kalau hadiahnya jelek dan nggak pantas aku gunakan. Kalau gitu kan mending pilih toko yang murah.

Meskipun tanpa hadiah, toko yang murah bikin lebih hemat Rp 35.000 rupiah yang kalau dibawa ke tukang sayur bisa untuk makan seharian. Hhhhmmm…

 

Hikmah dari Hadiah Belanja

Aku, Ibu yang mengedepankan belanja karena butuh, cukup kaget ya dengan hasil akhir balanja kali ini. Ternyata memang hadiah dan promo-promo itu memang cara penjual untuk mendrobrak keraguan pembeli.

Ya, sebenarnya cara-cara penjual untuk mempengaruhi pembeli sudah aku tahu sebelumnya. Hadiah, sebenarnya metode klasik untuk memikat pembeli. Menariknya, si toko pemberi hadiah ini memberikan hadiah yang berkesan dibutuhkan meskipun implusif.

Aku bilang dibutuhkan karena, seorang Ibu yang cenderung suka membelikan baju anaknya cenderung jarang sekali membeli baju untuk dirinya sendiri. Termasuk aku nih, apalagi untuk baju-baju yang sifatnya cuma buat jalan atau main gitu. Karena yang fokuskan baju kerja dan baju rumah.

Sementara, pilihan hadiah yang tersedia adalah baju-baju pergi main gitu. Dalam hatiku bilang, “Ah, lumayan buat kalau pergi-pergi santai.” Ibu lain yang jarang belanja, aku yakin pikirannya mirip-mirip aku.

Ketika lihat komentar pun, lebih banyak Ibu-ibu yang berkomentar tentang hadiah. Ngerasa seneng banget dapet hadiahnya. Udah baju-baju buat anaknya bagus, dapat hadiah pula.

 

Penjual Udah Berhitung

Nggak ada penjual yang mau rugi. Yang ada adalah, penjual yang berpikir gimana caranya ngabisin stok dan restok lagi. Intinya, jualannya laris. Produk-produknya nggak numpuk di gudang penjualan. Apalagi baju, ya.

Selisih baju di toko murah dan di toko yang berhadiah, membuatku terheran-heran sebegitu pasnya perhitungannya. Rp 35.000 sesuai dengan harga hadiah yang ditawarkan.

Aku sebenarnya curiga. Antara toko yang murah dan toko yang berhadiah itu masih satu kesatuan. Jadi satu toko cuma beda nama, gitu. Di toko yang murah, produk-produknya itu lebih banyak baju dewasa. Tapi nyempil beberapa baju anak dengan harga yang lebih murah.

Ya, di dua toko itu baju anak yang dijual harganya sama. Memang sih, baju anak yang aku pilih modelnya pasaran. Tapi, di dua toko itu perhitungannya kenapa bisa, pas aja. Bagaimana pun itu, terkait promosi pastilah penjual sudah berhitung.

 

Tetap Belanja Sesuai Kebutuhan

#BelanjaBijak salah satunya dengan belanja sesuai kebutuhan. Butuhmu apa, ya wes beli itu aja. Aku berusaha menerapkan ini pada diriku sendiri dan keluargaku. Satu hal yang aku ingat, kebiasaan belanja kita, akan ditiru anak kita. Maka, bijaklah.

Sebenarnya nggak cuma tentang belanja sesuai yang dibutuhkan aja. Tapi banyak sekali aspek-aspek penting lainnya seperti belanja sesuai budget, belanja barang yang ramah lingkungan, menyehatkan, dan intinya bermanfaat. Terimakasih, sudah menyimak seri pertama #BelanjaBijak

 

 

 

Lifestyle Blogger Indonesia yang tinggal di Madiun Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *